welcome^^ to my blog. Jangan mempermalukan dirimu sendiri untuk menjadi seorang flagiat. Tidak semua yang saya tulis adalah kamu dan semua yang kamu baca adalah saya.

Minggu, 28 Oktober 2012

Rasa sakit itu, tidak pernah sederhana..

satu kali sajaa..
hanya satu kali..
bisakah kau bersikap dengan selayaknya ??
satu kali saja, hanya satu kali..
bisakah kau mengukir senyum kecil dan membuat kami bahagia ??
satu kali saja, hanya satu kali..
bisakah kau jadi sesorang yang pantas untuk menjadi seperti mereka ??
satu kali saja, hanya satu kali..
bisakah kau tidak membuat aku dan yang lainnya menangis karna tadirku harus hidup seperti ini..
hanya satu kali..
hanya satu kali..
rasa sakit tidak pernah sederhana, tidak pernah...
luka akan tetap jadi luka walau ribuan bahkan jutaan tahun sudah hilang dia antaranya..
hanya satu kali..
dan aku tidak akan pernah menyesal jadi bagian dari dunia ini,
dan aku tidak akan lagi menangis karna iri pada yang lain,
dan aku akan mem bangga layaknya mereka dan tersenyum sombong,
dan aku tidak akan selalu sesak dan merasa sakit di sini, si bagian ini..
satu kali saja.. maka aku akan berterimakasih untuk hidup yang seperti ini..
hanya satu kali, bisakah jangan membuatku sesak dan perih dan sakit dan terluka lagi..
satu kali.. satu kali sudah cukup,
jadi ketika nanti aku pergi dan menutup lembaran kisah yang bahkan adalah kisah pilu,
aku akan tersenyum dan bersyukur karna setidaknya satu kali kau pernah bersikap begitu..
satu kali sajaa..
hanya satu kali..

Selasa, 23 Oktober 2012

Php ??

Berhentilah berharap!!
atau dirimu akan kembali terluka,
Berhentilah menunggu!!
atau harimu akan kelu layaknya masalalu..
apa salahku ?! tidak cukup baikkah dirikku?! atau sosokku ?! atau sifatku, penampiankku? atau segalaku??
aku lelah di perlakukan begitu,
aku akan terus bersabar dan menunggu,
tapi aku hanya gadis kecil biasa yang merasa bosan dan lelah..
lalu akan menghilang begitu saja,
bagai tak ada cerita maupun goresan aasaa..
bisakah untuk kali ini aku memohon ??
hentikan kutukkan kecilmu.. karena aku tak cukup kuat untukk menunggu..
bukan masalah bagimu, tapi luka dan rasa sakitkku,
membuat aku takut dan tak berani memandang mata siapapun dalam sosokmu..
apa salah ? kenapa sulit untukku,
dan kenapa berjuta rasa untuk kalian ?
hingga aku terus iri dan dan iri.. hingga aku membuat kisahku layaknya yang terjadi..
bisikkan aku teduh dan hangatnya cinta itu,
jangan berikan lagi harapan harapan yang seakan datang dan berlalu meninggalkan perih..
aku inginkan yang nyata mengisi ruang hatiku..
dan aku tak ingin terlalu lama, segeraa!!
dan aku tak akan kecewa lagi,
merenguk manis, berharap lebih, lalu di tinggalkan bagai tak berdosa..
aku lelah !! dan itu bukan hal yang mudah..
berhentilah menjadikanku sebagai mainan atau alatmu,
setidaknya, tunjukkan aku manisnya caramu mencintaiku..



 Untuk orang orang yang pernah membuatku berharap lalu kecewa,
                  Dasar!! pendatang tersesat kehilagan arah!


Pendatang Baru

kini,
sosok yang kulihat nyata..
engkau begitu teduh, begitu rindang, begitu hangat..
aku mengagumimu wahai sang rahasia dengan sejuta kehangatannya,
melebihi kata kata yang aku ucapkan pada mereka,
teman temanku.
melebihi kisah kisah kecil yang ku buat tentanggmu..
aku mengagumimu wahai mentari pagi yang terkadang tertutup awan hitam..
engkau nyata dalam jarakku,
dan aku begitu bersyukur dapat melihat sosok hangatmu itu..
apakah mungkin?
ku rasa tidak.. atau mungkin Tuhan akan memberikanmu sebagai hadiah untukku?
tapi terkadang, sesuatu itu tak akan jadi milikku..
wahai engkau yang teduh daripada sorot matamu..
hanya satu pintaku, medekatlah dan jadilah milikku..
wahai engkau sang peneduh hatikku, datangalah padaku pada setiap hariku
hingga sepanjang hari itu akan ku isi dengan senyum indahku..
wahai engkau perindang jiwaku, kita tidak akan pernah menuntut ilmu dalam satu ruang yang penuh liku, walau begitu.. bisakah aku mengharapmu ?
menjadi pengagum rahasiamu dengan penuh cintakku..
jujur saja, hatiku tak siap untuk kembali kosong dan terluka..
jujur saja, aku tak cukup mampu untuk menahan rindu dan mengores asa..
jujur saja, aku juga tak ingin berharap bagai bulan yang tak pernah menyentuh hangatnya matahari..
walau begitu, sorot matamu membuat segalanya menjadi lebih dari sekedar rasa takutku..
aku mencoba, walau kau mungkin tidak akan pernah menyadari itu..
wahai mentari pagiku yang teduh, jangan keluarkan awan hitam kelammu,
hingga aku tak dapat melihat sosokmu..
wahai mentari pagiku, maaf karna aku tak cukup baik dan berani untuk muncul di hadapanmu..
bukan begitu, hanya ketika aku memandang di cermin cermin kosongku,
aku tak merasa cukup layak untukkmu..
wahai mentari,
yang mungkin akan berlalu seiring hariku dan pada akhirnya hanya akan jadi ceritaku..
bisakah untuk kali ini saja izinkan aku memilikimu..



   Untuk dirimu yang bermata indah dan teduh..
         Bahagianya aku melihat sosokmu tadi siang.

Senin, 08 Oktober 2012

Maaf..

Kau ajarkan aku persahabatan yang sejati,
tapi aku tidak tau
Kau perlihatkan padaku cinta yang abadi,
namun aku seakan tak melihat ataupun menyentuhnya
Kau berikan yang aku inginkan,
tapi seakan aku tak rasakan apapun..
maaf..
untuk setiap kata yang aku ucapkan dengan perih..
untuk setiap permintaan yang aku inginkan lebih..
untuk setiap makna yang aku ingin rasakan tulusnya..
apa itu cinta ? kenapa bahkan aku tak pernah menyentuhnya..
apa itu kasih ? seakan aku tak mengenal sosoknya..
apa itu persahabatan ? seakan aku tak pernah memilikiny..
bahkan aku tak tau, mengapa diriku selalu inginkan lebih.
Kau perlihatkan padaku rasa sakit, dan aku berteriak atas sakit itu..
Kau mengajariku dan aku lari dan setiap pelajaran itu..
maaf untuk sikapku,
tapi.. bahkan aku tak mengeti aku..

Cinta ??


Maaf untuk hal hal yang selalu ku lupakan,
Untuk setiap pemberian yang tidak aku sadari,
Untuk semua kecukupan yang terus aku pinta lebih..
Maafkan aku untuk semua rasa kurang ku.. maaf.
Aku inginkan kau,
Yang seperti di dalam setiap cerita yang aku saksikan,
Aku inginkan dirimu,
Yang seperti dalam setiap lirik lagu yang aku dengar,
Tapi bahkan aku tidak tau apa itu cinta,
Aku belum cukup beruntung memiliki satu di antara jutaan cinta yang indah di dunia ini..
Aku belum mengenal dengan pasti indah ataupun pahitnya,
Lalu aku hanya bicara dan mencoba mencari cinta cinta palsu dalam setiap khayal duniaku..
Aku berdoa, dan di setiap doaku selalu ku selipkan kata ‘cinta’ itu di sana..
Wahai cinta,
Aku menunggumu,
Wahai cinta,
Aku di sini menanti rasa pahit dan manis darimu..
Wahai cinta,
Aku berharap aku bisa belajar darimu
Wahai cinta, 
Hanya satu harapanku, datanglah dengan cara yang indah dan bertahanlah dengan cara yang indah, dan walau akan berakhir, berakhirlah pula dengan cara yang indah..
Dan wahai cinta..
Kumohon.. aku akan bersabar untuk keindahan keindahan dan bekas yang akan engkau tinggalkan nanti, jadi segeralah datang padaku dan mengambil bagian dari hati kosongku ini..

Selasa, 11 September 2012

a letter to my friends..


A letter to my friends..

Untuk semua wantia yang membenci hidup, cobalah terseyum pada dunia kecilmu..

“Pergi kemanapun yang kau inginkan, lakukan apapun yang kau mau, rasakan segala rasa dalam hidup, berlari dan bebaslah. Menanggislah sebanyak apapun yang kau inginkan, tertawalah sepuas apapun yang kau mau. Lakukan semua. Tetapi pada saatnya, kau harus kembali pada asalmu, kepada rumah abadimu” –Nina-
Jangan merintih.. Walau segala situasi di dunia membuatmu ingin menanggis. jangan menyerah.. walau seisi dunia serasa mengutuk dan membencimu. jangan lari.. lihat dan saksikan bagaimana mereka mencoba menyakitimu. Kasihanilah mereka yang tidak mengerti kata “bahagia” sehingga membuatmu merasa hidup seperti di neraka. Jangan hancur, karna kau.. luar biasa sempurna..
Pernah menangis? Sama. Terluka? Biasa. Patah hati?? Makanan  jiwa malah. Kalo hampa? Aku juga tau rasanya.. lalu kenapa? Apakah seburuk itu? Apakah menangis se menyedihkan itu? Tidak sayang... menangis adalah segalanya.. menangislah sebanyak yang kau mau, menangis karna terharu, terluka, bahagia, tersentuh.. dan kau akan mengerti hidup tidak seburuk yang terlihat. Jika jatuh bangkit lagi, jika tersungkur maka tersenyum dan kembalilah berjalan dengan bangga, lihatlah bahwa dirimu istimewa, di seluruh dunia kaulah segalanya.. karna Allah menciptakanmu dengan tangan tangan indahNya.. jika dia, mereka, kalian, bahkan semua orang di dunia terasa menajuhimu. Aku dan Dia, di sini untukmu, selalu..
Bahagia?? Taukah kau, bahwa bahagia tidak selamanya selalu bahagia. Karena bagian dari kebahagiaan adalah air mata. Selalu.. hadiah kecil yang Allah bungkus untuk “kita”, untuk kau dan aku.. karena kita istimewa.. jika mimpi dan impianmu terasa terlalu jauh dan semakin menjauh lalu berliku, maka terlusurilah jalan itu dengan senyummu, dengan rasa ikhlasmu.. lihatlah satu per satu, hadiah hadiah kecil dariNya untukkmu..
Cinta.. Airmata.. Sahabat.. Keluarga.. dan.. Aku.
Lihat dan saksikan bagaimana mereka mencoba mengajarimu, rasa sakit, terimakasih, pilu, dan sejuta rasa lainnya yang terkadang tidak bisa di definisikan dengan kata kata.
Walau aku tak selamanya benar dan selalu di sisimu, tapi aku akan mendengarkan ketika kau bercerita.. menepuk bahumu ketika kau menangis.. menjadi sandaranmu ketika kau rapuh.. dan mejadi bagian dari lembaran kisahmu jika kau mau. Maka aku akan.
Jika mereka terseyum, maka berikanlah juga senyum terindahmu.. jika mereka memcenci, maka berlajarlah untuk tidak mejadi seperti mereka. Jika mereka menjauhi dan menghakimi, maka berdoalah dan meng-ihklas lah. Maka semua akan baik baik saja. Jangan mengeluh, karna hidup tidak akan selamanya hanya menjadi “hidup”, berlari dan meraih mimpi yang selalu ada di dalam benakkmu, tersungkur bangkit dan menyombongkan diri pada dunia, bahwa aku juga pernah ada di sana.. posisi seperti itu. Percaya, bahwa Allah akan mendengarkan semua yang kau katakan.
Lalu nanti.. saat waktu sudah tua, dan cukup lama terlampaui.. kau akan mengerti bahwa segala sesautu yang terjadi dalam setiap lembar kehidupanmu, selalu ada alasan dan akan terjadinya itu. Bahagialah, walau segala situasi tak memungkinkan dirimu untuk bahagia, karna kau ada untuk sebuah alasan.. untuk sebuah tujuan.. untuk sebuah impian.. buat itu nyata, ambil dan perlihatkan pada dunia, bahwa aku akan selalu baik baik saja, bahwa aku akan bahagia. Hingga nanti saat dirimu “pulang” terseyumlah dengan bangga.. dan katakan “aku hidup dengan caraku dan dengan apa yang aku inginkan, lalu aku bahagia..”.

Senyum indahku untukkmu,
                                                                              Nina..
10 september 2012

Jumat, 07 September 2012

Apakah aku kalah ??

Aku mengais ngais untuk sebuah kata,
berjuang untuk sesuatu yang dinamakan "impian"
lalu pada kenyataanya, aku kalah..
belum kalah, mungkin belum..
ku kuatkan seluruh nafas dan harapanku untuk percaya,
hanya percaya,
Engkau segalanya, dan engkau mengerti apapun itu..
lalu ketika deting waktu menujukkan bahwa "impian" itu semakin jauh..
aku menanggis, meronta, dan marah..
kenapa ? bisakah ? haruskah ? dapatkah ?
haruskah aku tinggalkan semua, hingga aku benar benar tak berdaya..
jauh untuk menggapai semua asa dan cita,
hingga akhirnya aku lelah dan mengais bahagiaaa..
tak bisakah Engkau mendengarku, hanya satu kali ini..
satu kalii..
bahkan ketika aku berserah, dia tetap ada dalam bungga tidurku..
hanya satu kali, atau Engkau boleh membawaku pergi,
tak apaa...
akan ku hempaskan segalanya,
akan ku lepaskan segalanya,
akan ku lakukan..
tak apa,
atau..
bisakah Engkau datang sesekali, melihat aku yang mengais ngais di sini..
tolongg.. !! tolongg !!
aku mulai lelah lagi,
dan kali ini, aku ingin keluar.. bisakah Engkau berikan sedikit keajaiban untukku ??
aku mengais, aku menangis, dan aku benar benar tersiksa..
bisakah ??

Kamis, 16 Agustus 2012

Perbedaan


Dan ketika aku tak ingin datang untuk mengungkap apapun,
Kau datang dengan tak di undang, berfikir dengan rasio dan emosi belaka. Siapakah yang hina? Siapakah yang harus mengalah? Atau siapakah yang dengan egonya tak mau mengalah?

Kenapa kita tak pernah sejalan. Bukan tak pernah, tetapi seringkali kita tak berfikir dengan arah yang sama. Sulitkah mengakui bahwa aku inginkan jalanku sendiri. Atau sulitkah mengalah untuk melhat ke dalam hatiku. Atau aku yang dengan egois menutup mata dan memaksakan kehendakku. Bahkan mengalir darah yang sama, bahkan bernafas dengan nada yang sama. Sulitkah mengerti caraku terluka?

Aku terluka. Walau tak ku perlihatkan jeritan dan rasa sakitnya. Aku terkurung, walau tak ku perdengarkan pada dunia teriakan siksaannya. Aku inginkan sesuatu yang aku inginkan, walau pada akhirnya semua dengan persetujuan.

Atau jikalau aku bersalah. Tidak bisakah kau mengerti dan sesekali mengalah. Melihat apa yang salah dan tanpa mengulanginya. Aku bagai raga tak berguna. Dan aku cukup hidup dalam khayalku untuk memahami itu. Dan teriakaan demi teriakan, apakah itu semua adalah dosaku? Hingga aku yang harus menanggungnya. Dan keluhan demi keluhan, aku ingin kau juga perdengarkan pada semua hingga aku tak lagi membenci dunia seorang diri.

Aku belajar dari setiap luka dan goresan kecil, dan walau dalam keadaan yang tidak baik, aku tetap percaya bahwa semua akan berkahir dengan indah, bahwa semua akan ada saatnya. Dan itu bukan hal yang mudah, tersenyum saat raga bahkan tak ingin untuk bicara, bicara ketika jiwa seakan ingin menanggis meronta. Tidak, tidak pernah mudah. Aku akan menggangap segalanya adil, walau sebelum kata adil terkuak aku akan menanggis dan lagi lagi berfikir keras. Aku ingin kau mengerti. Hanya itu.

Aku hanya ingin kau tau betapa besar rasa sayangku dan segala yang ingin ku berikan untukmu, namun terkadang aku terlalu hina dan bersalah di setiap kataku. Atau  mungkin, aku memang begitu.. karna kesalahanku. Maaf. Hanya sulit menggapai dunia tanpa melakukanya, terkadang aku harus merampas karna kau tak memberiku kesempatan untuk memiliki, sesuatu yang bahkan tidak di inginkan yang lain, tapi sangat aku harapkan.

Hingga hidup terasa terlalu letih untuk di jalani. Aku menjelaskan teoriku setiap waktu, dan kau menekankan teorimu setiap saat. Kita berbeda. Walau aku tak pernah inginkan itu, tapi aku sadari bahwa terkadang kita memang berbeda. Lalu kenapa kau harus murka dengan itu? Kenapa aku harus menjadi tersudut karna perbedaanku? Tak dianggap karna pemikiran itu. Itu menyakiti, dan aku ingin kau tau. Hanya itu.

Apakah aku di benci? Apakah aku mulai di tinggalkan? Benarkah aku tak lagi di sayang? Aku akan khawatir setiap saat, ketakutan setiap waktu. Dan kau tidak tau. Kenapa aku harus merasakan itu? Begitu. Aku sudah cukup menderita karna terlalu perasa, dan lagi lagi aku di takut takuti dengan hal hal seperti itu. Aku bisa binasah. Aku akan lenyap. Jiwaku akan hilang.

Aku tak berawal, tapi juga tak berakhir. Aku bukan malaikat, dan aku tak seperti devil. Hanya saja seseorang harus mengerti lebih dalam diriku untuk benar benar mengenalku. Aku tak luar biasa, tapi aku tidak sederhana. Aku bukanlah yang terindah, tapi bagiku segalanya. Aku tak ingin jadi yang pertama, tapi bukan berarti terakhir berguna. Aku tak sebaik segalanya, tapi aku bisa lebih dari yang terlihat. aku tak melakukanya tak berarti aku tak bisa. Aku istimewa, dan aku percaya itu. 

Selasa, 14 Agustus 2012

Masih tentang menggapai sosokmu


Andaikan aku lebih dulu ada di dalam duniamu
Andaikan aku bagian dari lembaran kisahmu
Andaikan aku ada di sana saat semua luka itu datang,
Andaikan..

Aku ingin bertemu denganmu,
Sangat ingin, sampai aku tak dapat mengontrol rasa ini.
“jangan menginginkan, karna ia akan menjauh”
Bisakah aku tak menginginkamu..
Bahkan aku lebih dan lebih ingin memelukkmu.

Aku ingin mejadi alsanmu yang pertama memulai kata “maaf” mu,
Aku juga ingin jadi bagian dari senyum senyum kecilmu,
Aku ingin mengenalmu lebih dari ribuan jarak ruang dan waktu,
Andaikan..

Sejuta imajinasiku merengkuhmu, bayang bayang tentangmu,
Tentang sosokmu.
Bagaimanakah rupamu? Rupa hatimu..
Aku ingin mengenalnya dan aku ingin kau membutuhkanku.
Sekarang.. tidak ingin lagi nanti, sekarang.

Entah kenapa sosokmu begitu menarik di mataku,
Dan aku lebih mengagumimu di bandingkan mereka yang nyata di sisiku.
Andaikan..
Aku mengenalmu lebih dahulu, hingga aku dapat memeluk erat dirimu saat luka itu menyerang seluruh hatimu..

Andaikan..
Kita tidak berjarak ribuan mil, dan berselisih beberapa jam atau perbedaan umur yang jauh,
Tapi tidak masalah, aku senang mengenalmu lebih tua daripadaku.

Aku bagaikan kucing kecil yang berharap bisa terbang,
Membawa ragaku ke tempatmu berada,
Aku bagikan ingin memiliki sosok dalam lukisan yang indah,
Berharap lukisan itu akan jadi nyata, mengengam dan membawaku ke dalam bagianmu..

Andaikan..
Aku memiliki sedikit saja keberanian atau kemampuan untuk singgah di tempatmu,
Maka dengan sekuat tenaga, kan ku buat kau melihatku.. sosokku.

Benarkah dirimu seperti itu? Ramah dan sifat “nakal” mu ?
Bagimana ini?! Aku tidak bisa mengendalikan perasaanku,
Aku ingin lebih mengenalmu.. bagaimana ini aku terlalu banyak berfikir tentangmu?

Jika nanti,
Saat aku di berikan kesempatan untukku itu.
Apa hal pertama yang harus kulakukan?? Akankah kau tertarik?
Atau aku hanya akan membayangkanya?
Tapi aku percaya padaNya, dia akan berikan kesempatan untukku.
Entah kenapa, aku hanya percaya..

Aku akan membuat satu perjajian kecil untukmu,
Jangan “kembali” tanpaku, bisakah?
Jangan “bersama” tanpa campur tangganku, bisakah?
Tunggu aku, sedikit lagi.. sebentar lagi..
Aku akan membuat “luka” mu sembuh, aku berjanji.. aku akan melakukannya.
Jadi, bersabarlah sampai aku datang dan melakukannya.

Dedicated to Someone..“J”
Even i never touch you, but i love you.

Senin, 13 Agustus 2012

Bangku SMA


Tanpa sadar, aku masih menunggu. Menunggu melihat sosokmu lagi. Menunggu akan menceritakan hal hal yang menarik lagi. Menunggu bertemu dan tertawa pada hal yang kita tidak mengerti lagi.

Tanpa sadar, aku ingin kembali. Tidak peduli akan di habiskan dengan enam jam mata perlajaran matematika, lima jam mata pelajaran serajah, empat jam mata pelajaran sosiologi, atau jam jam pelajaran sulit lainnya. Tak masalah.

Tanpa sadar, aku masih berharap akan kembali ke sana. Menggulang kembali waktu dan melakukan kegiatan kegiatan yang sama. Itu sungguh menyenangkan. Dan aku ingin kembali.

Tanpa sadar, aku mulai kesepian atas hari hari yang tak lagi bising, hari hari yang tak lagi penuh tawa. Hari yang tak lagi  di atur dan dimarahi. Hari yang penuh senyuman seyuman manis dan gosip gosip yang sebenarnya tidak begitu berguna namun selalu di cari. Aku ingin merasakannya lagi.

Tanpa sadar, aku berharap hari esok adalah hari senin. Yang pada kehidupan sekolahku biasanya adalah hari yang amat sangat aku benci. Bangun pagi, jam sekolah lebih lama, dan guru guru terkiler sepanjang masa. Aku ingin esok adalah hari itu.

Tanpa sadar, aku rindu seragamku. Seragam yang ketika selalu melekat pada tubuhku tidak pernah aku perlakukan dengan baik, tidak pernah rapih, tidak cukup lengakap, dan selalu di protes atas penampilan yang layaknya anak anak jalanan, haha.

Tanpa sadar, aku mulai tersenyum sendiri. mengingat ketika mereka menggila menyanyi bersama di kelas, ketika guru mulai mengeluarkan jurus lawak yang menghapus bosan, ketika kami mulai menceritakan film film yang baru saja selesai kami tonton bersama, ketika anak laki laki mulai mejahili dan bertingkah kocak dengan ciri khas mereka. Aku merindukan mereka, semua.

Tanpa sadar, aku menyusun buku buku pelajaran untuk hari esokku. Tapi ketika aku ingat bahwa esok, esok, esok, atau nanti aku tidak akan lagi kembali ke sana. Hatiku pilu. Aku sudah bukan pelajar SMA lagi. Aku akan menjadi seorang mahasiswa. Dan harus ku mulai untuk mengenal orang orang baru lagi, memahami sifat satu per satu dan mencoba mencari teman untukku berbagi. Lagi.

Saat aku masih berada di sana, bangku SMA. Kami selalu mengeluh. Mengeluh akan jutaan peristiwa. PR, tugas, jam perlajaran, sergam sekolah, bahkan guru guru yang membosankan. Tapi jika hari hari itu bisa terulang kembali, tak masalah walau PR dan segala atribute nya datang lagi ke dalam hari hariku.

Haruskah aku mulai menangis? Haha. Temanku berkata “hidup terus berlajut sayang. Kamu ga mungkin selamanya hanya di satu tempat”, iya dia benar. Dan aku mengerti. Tapi ini terlalu cepat untuk di terima. Karna aku terbiasa, karna aku mulai menCinta.

Tak lagi. Sudah berakhir. Berhentilah berharap. Karna kau hanya akan merasa pilu.

Bisa bisanya aku menendang semua itu pergi, berharap hari hari itu akan segera berakhir ketika aku masih mengalaminya. Membenci, marah, dan mencoba menutup mata, bahkan murka. Dan ketika semua sampai pada akhirnya, aku merindu.

Jangan sia siakan waktu yang kamu miliki. Lakukan yang tebaik dan jangan menyesal pada akhir, seperti aku. Nikmati detik detik terakhirmu, bahagialah. Karna nanti suatu saat saat semua mulai menghilang menjadi sebuah kenangan, kau akan sangat merindukannya dan ingin kembali. Nikmati saja realita hidupmu, karna ketika bel akhir pelajaran benar benar berdering, tak lagi bisa kau dapati bayang bayang kenangan luar biasa seperti pada saat berada di sana.

Esok.. aku tak lagi berfikir akan menceritakan hal yang menarik, tidak lagi akan mendengar nyanyian nyayian bising, gosip gosip keci, tawa tawa gila, atau keluhan keluhan bibir. Karna esok aku akan berbaur dengan golongan dunia yang sesungguhnya, berpacu dalam kenyataan dan impian yang semakin nyata. Berpacu dalam persaingan untuk merebut tempat ter-tinggi untuk meraih mimpi dan katanya mejadi “sukses”. Esok tak lagi menikmati hari hari sebagai seorang remaja yang masih mengerjar cinta dan kebahagiaan sejenak, namun ber-lomba mengejar mimpi dan berusaha mewujudkannya. Dunia.. manusia.. dan realita yang ada.

Jumat, 10 Agustus 2012

Mencari sisa sisa bayangmu..

Bagaimana aku bisa melepaskanmu,
Dalam setiap hela nafasku aku hanya mengigatmu..
Bagaimana aku bisa membencimu,
Jika dalam setiap doaku selalu ada namamu..
Bagimana aku bisa lupa sosokmu,
Bahkan ketika aku menutup mataku untuk tidur aku melihat senyummu..

Sudah lama yaa.. sejak kau tidak lagi menunggu di depan rumahku. Sejak kau tidak lagi berkata “semua baik baik saja”, sejak kau tidak lagi ada di sampingku untuk selalu mengganguku. Sudah sangat lama. Tapi aku tetap tak bisa lupa sosokmu. Caramu memperlakukanku, membuatku tak bisa lepas darimu. Apa yang harus aku lakukan? Aku terbiasa hidup dengan “seorang” sepertimu. Dan meski tahun tahun telah berlalu, aku tetap tak lupa sosokmu, tak bisa.

Caramu membujukku, caramu bersabar atasku, caramu menyayangiku, caramu menatapku. Aku ingat semuanya. Aku yakin aku tidak akan melupakannya. Tapi, aku hanya takut kau mulai pudar, karna aku tak lagi bicara padamu, aku takut akan sulit mendengarmu. Aku juga sudah tak lagi memandang dalam matamu, jadi sulit untukku bernafas tanpa hangat sinarmu itu.

Apa kabarmu? Apakah surga benar benar indah? Bisakah kau katakan pada Tuhan untuk segera mengundangku ke sana? Aku juga ingin ada di sana.

Ada banyak sekali yang aku ingin tangisi padamu, di mulai dari aku mulai merasa hidup ini tak adil “lagi” seperti biasa. Kau mengenal aku, jadi kau pasti mengerti maksudku. Hingga aku “lelah” lelah jadi “robot rusak” dan lagi lagi kau akan mengerti kenapa.

Aku.. merindukanmu..
Itu yang ingin aku katakan sejak tadi, tapi aku takut kau akan khawatir padaku. Aku takut kau akan mengerutkan alismu dan mulai bertanya “apa kau baik baik saja”, atau mulai memelukku dan berkata “semua baik baik saja”. Aku takut! Aku takut aku akan mulai inginkan hal hal itu lagi, dan aku tau kau tak akan bisa lagi.

Bisakah, aku melangar janjiku? Maksudku, bolehkah? Karna aku fikir ini mulai tidak adil, aku tidak ingin. Kau pasti bersenang senang di sana? Iya kan? Dan kau minta aku untuk hidup hingga tua dan renta. Bukankah tidak adil? Sementara kau akan menjadi muda selamanya.. aku tidak suka!!

Aku mulai merasa takut lagi, kebiasaanku. Dan saat itu terjadi aku tau kau akan mengeti, mencoba menenangkanku dan memelukku erat erat seakan aku tak kuat lagi untuk berdiri, lalu aku akan baik baik saja. Dan aku ingin saat itu di ulang lagi. Aku egois, dan kau juga akan mengerti hal itu, selalu. Mengalah untukku, bahkan jika kau jadi kau mungkin aku tidak akan menghadapi sifatku ini, tapi kau bisa dan kau selalu menyayangiku.

“All be okay..” dan aku akan percaya padamu, cukup dengan kata itu. Dan aku akan baik baik saja setelah itu. Kenapa kau pergi begitu cepat? Kenapa kau tinggalkan aku di sini sendiri? Setidaknya kau harus mengirimkan seorang teman untukku, seperti novel yang aku baca. Denny, aku rasa aku sudah mulai merindukanmu lagi. Bisakah kau datang dalam mimpiku? Aku takut sekali, sangat.

Tidak. Aku hanya bercanda, aku baik baik saja. Hanya merindukanmu, hanya ingin aku di sampingku, seperti dulu. Hanya itu. Maaf... tidak akan aku katakan lagi, aku tidak akan begitu lagi, aku sudah berjanji padamu. Iya, aku tau.. Maaf..

Aku ingin kau kembali..
Aku menyesali kenapa aku tidak menerima cintamu setelah berulang kali kau katakan kau mencintaiku, tapi aku hanya inginkan kau di sampingku selalu lebih dari sekedar “orang yang ku cinta” ku ingin kau segalanya, tapii.. sekarang aku ingin kau ulangi kata itu, “bisakah kau jadi pacarku”, atau “aku sangat mencintaimu”. Aku ingin mendengarnya lagi, lagi dan lagi..

Sudah ku coba, tapi mungkin aku tidak sekuat itu sayang, aku tidak begitu tegar sepertimu.. aku terlalu terbiasa karnamu, perlindunganmu, doronganmu, semagatmu, segalanya. Hingga aku tidak yakin dapat bertahan tanpa itu.. aku terlalu rapuh, hingga tak yakin akan bertahan lama tanpa segala sesuatu yang kau ucapkan dan membuatku bangkit.

Aku masih sangat merindukamu dan masih sangat membuthkanmu..
Maaf.. maafkan aku untuk itu.. 

Senin, 06 Agustus 2012

Sayang, coba lihat aku disini..



Kau tau? Sejak awal pertama aku melihatmu. Hanya satu doaku padaNya. “Andai aku biasa menggapaimu lebih jauh”. Kau tau? Sejak pertama kali aku melihat senyumu. Hanya satu doaku padaNya “biarkan aku melihat senyum itu sepanjang hidupku.

Tidakkah kau tau? Sejak pertama aku mandengar nafasmu, hanya satu pintaku. “biarkan aku di sisimu selamaya”. Tidakkah kau tau? Sejak aku mengetahui sedikit saja tetang hidupmu, hanya satu pintaku “bisakah aku tau dan mengerti lebih”. Hanya itu.

Lalu kau mulai berlalu, datang tanpa alasan lalu pergi bagai tak pernah melakukan apapun pada hatiku. Lalu kau memintaku menunggu, seakan selama ini tak pernah kulakukan. Lalu kau ingin aku mengerti seakan selama ini aku tak pernah memahami.
Sayang, cobalah lihat aku disini..

Aku menanti dan kau terus pergi. Walau aku katakan tempatku berdiri maka kau hanya akan terus berlalu dan pergi. Lalu kau memintaku mencintaimu lebih. Sayang, kulakukan itu lebih dulu, jauh sebelum kau meminta dengan matamu yang tak pernah mengerti apapun.

Aku hanya bersembunyi di balik hatimu, di balik rasa egomu, di balik duniamu. Namun kau tak akan pernah menemukanku, tak peduli seberapa mudah aku bersembunyi, maka kau tidak akan pernah menemukanku. Sayang, aku di sini! Bagian kecil dari hatimu.

Jika kau ingin aku menjadi angin, maka aku akan begitu. Jika kau ingin aku jadi hujan, maka aku juga akan begitu. Jika kau inginkan aku menunggu, akan kulakukan. Tetapi jika suatu saat aku menyerah dan meminta izin untuk berlalu, maka biarkan aku.

Detik demi detik. Hari demi hari. Minggu demi minggu. Dan tak peduli berapa lama pun aku menunggu. Aku tau, kau tidak akan datang untukku. Sayang, aku menunggu.

Dan kau mecoba meraih hati ini lagi, dengan luka yang sudah terlalu dalam. Mengejarku dengan keyakinanku. Menginginkanku dengan amarahmu. Berlari berpacu waktu dengan ragu ragumu, dan aku tersenyum melihatmu dari balik kaca yang todak pernah jauh darimu. Bahkan, aku juga tidak melihatku. Yang aku butuhkan hanyalah cintamu, sayang..

Saat semua terlalu terlambat untuk di perbaiki dan aku seakan terlalu lelah untuk menunggu dan mengerti. Aku hanya melihatmu di balik kaca, tersenyum dan mencoba melepaskanmu “lagi” dan mungkin untuk yang terakhir kalinya. Dan kau, hanya terpaku melihat senyum perihku di balik kaca itu. Merasakan sakitmu sendiri namun tak mengerti perihku.

Setelah sekian lama waktu berlalu. Waktu mempertemukan kita lagi. Dan kau bersikap seakan tak mengenalku, mencoba menyakitiku dan membalas perlakukanku. Berteriak dan memarahiku. Ini sudah terlambat, bahkan mungkin aku tidak perlu memeberitahu apapun untukmu, tapi. Aku ingin kau tau..

“aku sudah menunggu terlalu lama sayang, sejak detik pertama aku melihatmu. Maka saat itulah aku mencintamu. Dan hanya satu pintaku bahwa kau akan lakukan hal yang sama, yaitu mencintaku juga. Sejak pertama aku menggenalmu maka aku terus menunggumu, hanya satu inginku berpaling dan lihatlah aku. Saat pertama kau coba buka hatimu untukku, hanya satu inginku. Berikan aku sedikit saja tempat di hatimu, di dalam duniamu. Sayang.. lihatlah aku disini..”

Aku mencintaimu dan itu selalu tulus dengan pintaku, tetapi hatimu tak pernah terbuka untukku.. karna itu, semua telah berlalu. Bahagialah dengan yang lain untukku, sayang.

Minggu, 05 Agustus 2012

LOVE


MenCintaimu itu seperti memeluk kaktus! Tapi semakin aku terluka, aku semakin tak bisa dan tak bisa melepaskanmu. Bukan karna kau berbeda, hanya saja aku rasa aku tidak bisa.

Aku.. tidak bisa menyentuhmu, karna kau terlalu jauh. Namun, tapi, dan karna itu, aku tetap tak bisa melupakanmu, yang setiap saat aku rindukan bahkan ketika kau tidak sama sekali mengenalku. Ini tetaplah rasa sakit, tapi aku tetap tidak bisa melupakanmu.

Jika untuk menCintaimu harus membuatku seperti ini selamanya, maka biarkanlah aku begitu denga caraku. Bisakah??

Lalu aku terluka lagi, oleh perlakuan yang bahkan tidak kau sadari. Dan aku menangis lagi, air mata yang bahkan tidak pernah kau ketahui. Bagiku “saat itu” di sisimu adalah cukup. Tapi ternyata tidak, aku selalu inginkan lebih.

Kau melukaiku dengan caramu, yang bahkan membuatku semakin terluka adalah ketika aku mengerti bahwa bahkan kita belum “bertemu”, hal yang sangat menarik adalah melihat senyum indah “mu” setiap hari, yang bahkan ratusan bahkan jutaan orang juga akan saksikan. Walau begitu, aku menCintaimu hanya itu.

Bolehkan aku meminta izin darimu? Untuk sesekali memimpikanmu di dalam tidurku. Bolehkah aku meminta sedikit cahaya dari matamu? Agar aku akan bernafas lebih indah dengan cahaya itu. Bisakah aku di takdirkan untukmu atau setidaknya jadi bagian dari hidupmu? Hingga aku tak pernah menyesal karna bernafas untukkmu.

Kau tidak bisa mengenal ‘Cinta’ hanya karna melihatnya dari jauh, kau harus ‘Mengenal’ nya lebih dekat lalu mengerti mata nya lebih jauh.

Hanya karna dirimu “menunggu” lebih lama, tidak berarti dia akan menCintaimu dengan sendirinya, karna ‘Cinta’ tidak pernah sederhana.

Aku tertawa, seperti orang idiot. Aku bahkan menangis, tanpa kau lihat ataupun sadari. Dan aku masih berada si sisimu, saat kau membutuhkan sesuatu untuk menghapus airmatamu, itu semua hal yang sederhana. “aku menCintaimu”.

Mungkin tidak pernah aku rasakan bahwa sebuah “kisah” itu adalah nyata dan sebenarnya. Tetapi yang ku mengerti bahwa “menCintai” adalah hal yang indah.

Aku tidak mengerti, tidak ingin mengerti. Aku tidak tau, tidak ingin tau. Aku menutup mataku, karna aku tidak ingin melihat. Dan aku mengabaikan segala sesuatu yang mecemoohku, karna aku yakin. “beginilah caraku menCintaimu”.

Bagaikan aku sudah terbiasa dengan rasa sakit. Hingga luka tak lagi terasa. Perasaan seakan mati rasa. Walau begitu, aku tetap “menCintaimu” dan bertahan karna senyummu.

Segala yang aku tuliskan, segala hal yang aku definisikan. Tidaklah sederhana untukku, tidak pernah mudah bagiku. Dan semua orang pernah merasakan itu. Hidup ini, dan segala sesuatu di dalamnya, seperti layaknya hatiku membutuhkan ‘CINTA..’

Sabtu, 04 Agustus 2012

Siapakah kau??


Kau datang dan pergi, tak punya tujuan dan seperti tak memiliki arti..
Terkadang datang, membawa kebahagiaan..
Lalu pergi, seakan tak pernah singah..
Sesekali, bisakah kau ceritakan padaku sesuatu yang nyata?
Yang dapat ku sentuh, ku jamah, lebih dari sekedar aku rasakan..
Mungkin kau bisa menujukkan padaku “arti dari yang sesunggunya”.
Sehingga aku benar dan akan menulisan kisah kisahmu, tidak hanya untul diriku,
Tapi untuk seluruh bagian dari “hidup”
Aku merasa iri, dan terkadang aku menggila,
Tawa dan tangis yang kau ceritakan, tak pernah lebih lama dari yang aku inginkan..
Jika nanti hari itu tiba,
Menetaplah di dalam hatiku.. jadi bagian dari serpihan kisahku..
Bagaimana? Bisakah?
Lalu bisakah aku menunggu? Setidaknya aku “percaya”
Karna mungkin hidup ini tidak lebih “menarik” atau mungkin terlalu “sepi”
Hingga tekadang, aku membiarkanmu singgah lalu berlalu lagi, seiring dengan selesainya keinginan baruku..
Lalu semua terasa semu lagi, seperti kataku tadi “seakan tak pernah singah”
Aku lelah, dan ini menjengkelkan.. tapi hanya itu yang membuatku bertahan..
Apa yang salah dengan dengan “peri peri kecil yang kesepian”?  kenapa meraka tak di berikan teman? Apa yang menarik dari seorang “ratu”? kenapa ia punya segalanya? bahkan ketika ia tidak menginginkanya..
Jadi? Kebahagiaan hanya milik orang orang yang punya keberuntungan? Benarkah?
Lalu bagaimana dengan “peri peri kecil” tadi? Haruskah aku menanggis untuk mereka?? Haruskah??
Dan hari esok akan datang, selayaknya tidak pernah ada kisah “ratu” atau “peri kecil yang kesepian”..
Mentari akan terbit lebih indah dari kemarin, dan tetap seperti hari hari biasa..
Layakkah? Benarkah? Inikah?
Dan aku akan mulai menangis lagi, mulai merasa lelah lagi..
Lalu mengarapkan “dia” untuk datang lagi,
Walau sesaat.. walau semu.. dan walau esok semua akan menghilang,
Tak apa.. tidak apa apa.. asalkan aku tidak merasa dunia ini sepi dan sunyi seperti tak berpenghuni.. tak masalah..
Tapi ini bukan tujuan hidup, tapi ini bukan sesuatu yang akan di pertahankan..
Dan karna aku tetap “percaya” hingga saat itu tiba..
Esok, lusa dan lusa.. aku akan tetap menunggumu untuk datang lagi..

Rabu, 01 Agustus 2012

Tuan Egois 2

hmm, biar aku bayangkan lagi sosokmu.. 
karna tiba tiba aku merindukanmu lagi, entah kenapa.
kau yang tidak akan pernah mau mengalah, 
kau yang tidak akan pernah "minta maaf" untuk kesalahan apapun,
kau yang tidak akan pernah mengerti rasanya "menunggu",
kau yang akan selalu menegakkan kepala dan tak kan pernah menoleh ataupun memadangku,
kau yang meski segala yang telah aku berikan tidak akan pernah "mempertahankanku",
kau yang walaupun ku berikan seluruh kepercayaanku tidak akan pernah "mempercayaiku",
kau yang akan terseyum ketika aku marah,  mengomel dan berteriak,
kau yang akan dengan polosnya menangis dan mengadu seakan akan anak kecil yang kehilangan segalanya,
kau yang akan selalu merengek minta di berikan sesuatu yang kau inginkan, 
kau yang tidak akan berhenti menceritakan "kisahmu"..
kau.. kau... dan kau..
mungkin terkadang kau tidak seburuk itu, terkadang kau juga manis.. 
saat sedikit saja mencoba "memperhatikanku", atau "membutuhkanku".. 
lihatlah deretan definisi dirimu itu, dan walau begitu aku tetap menunggumu, 
aku tetap memperthankamu di sisiku, 
berharap suatu hari perasaan ini akan di balaskan, tidak hanya sebagai "orang yang terbaik untukmu", 
tetapi "menjadi orang yang spesial di hatimu" dan aku salah.. 
ada hal hal yang walau seribu kali bahkan sepulu ribu kali aku pertahankan dan aku coba untuk menuggu, 
tidak akan datang ataupun berpaling.. 
ini terlalu sulit.. hingga aku memutuskan berhenti untuk terluka.. berhenti untuk menunggu.. 
karna meski waktu berlalu, aku tidak akan jadi bagian dari kisahmu.. 
aku hanyalah lembaran kecil bagian dari semangatmu.. 
tapi.. 
tanpamu aku tidak akan menuggu dan merasa se sakit ini, 
tanpamu aku tidak akan berajar mengalah, mengerti, dan menyadari.. 
bahwa hidup tidak pernah seindah cerita cerita novel yang aku baca, bahwa rasa sakit karna "kecewa" itu nyata dan benar ada.. 
terimakasih, karnamu aku belajar banyak hal.. karnamu aku mengerti banyak hal.. 
dan karnamu, aku memiliki setidaknya kisah kecil yang nanti akan ku bagi.. 
aku belajar dari semua ini, belajar dari rasa "sakitku" karnamu.. 
walau aku tidak bisa "mempertahankamu" dan "bertahan" karnamu, 
namun.. tapi.. aku tau kau akan bahagia dengan atau tanpaku.. 
dan karna sampai detik ini aku telah berlalu, maka kau harus berjuang sendirian lagi "kawan".. 
terimakasih tuan egoisku.. 
kau akan selalu jadi bagian dari kisahku, 
betapa aku pernah mencintai seorang "egois" sepertimu, merasakan sakit teramat dan tetap berharap karnamu.. 
terimakasih.. hiduplah dengan bahagia, dan aku juga akan begitu..

Selamat datang agustus,,

hari ini, 
aku mencoba lagi.. dengan sedikit kekuatan yang ada dan yang aku miliki, 
meyakinkan diri dan jiwa ini, bahwa semua adalah rencana Nya, 
dan mencoba untuk tetap melangkah.. 
aku sedang belajar dan diriMu lah yang mengajariku, itu yang aku yakini.. 
sampai saat ini dan sampai detik ini, 
apapun itu, aku hambamu dan akan selalu jadi hambamu.. 
selamat datang agustus!!
saat udara pagi pertama yang kuhirup tadi pagi, saat aku mencoba mengumpulkan sisa keberanianku, 
hanya satu yang aku harapkan "jadilah bulan yang lebih baik dari bulan kemarin" setidaknya begitu.
bawakan aku kabar indah yang ingin ku dengar, jangan biarkan "mereka" kecewa lagi.. 
aku lakukan tugasku dan sisanya ada padaMu,, 
selamat datang agustus!!
dan jadilah bulan yang akan mengawali langkahku..

Sabtu, 28 Juli 2012

Guitar


Sebenarnya apa yang ku lakukan sekarang ??
Merindukan sang “cinta” kah ?? bermain main dengan “fikiran” kah ??
Memandang yang datang dan pergi lalu lalang kah ??
Atau hanya mematung menunggu keberuntungan yang jatuh ??
Bahkan bulan dan segala hal yang berada di atas sana akan tertawa..
Mulai mencemooh dan tersenyum sinis,
Wahai fikiran, bahkan aku tak bisa mengendalikanmu..
Lucu kan..
Aku hanya mendengar lantunan lantunan gitar keci dari seorang “berbakat”
Indah dan penuh dengan “rasa”,
Lalu sedikit demi sedikit mulai kembali ke masa lalu, yang akan bahkan mungkin sudah terhapus,
Dia yang sedang memetik senar senar kecil dan memainkan musiknya..
My heart will go on..
Terimakasih untuk membuat lamunan panjang ini kembali ke masa masa itu,
Masa masa yang menyakitkan namun entah mengapa aku inginkan untuk kembali..
Aku memiliki banyak sekali impian, satu di antaranya..
Duduk di depan gitar “milikku” dan memetiknnya, menyanyikan sepotong kecil dari lagu lagu yang “mengigatkanku” pada orang orang yang berlalu itu..
Tapi, tidakkah terlalu terlambat meminta Tuhan mengirimkan seorang “berbakat” yang akan mengajariku memetik senar senar gitar dengan jari jariku ??
Entahlah, bahkan aku juga tak berani membayangkan hal itu..
Karna mengharapkan lebih, hanya membuatku semakin luka, jatuh lalu sakit..
Lalu apa aku akan selalu jadi “pendengar” sepanjang hidupku ??
Sekali lagi aku katakan, “aku tidak tau”..
Dan untuk pemuda kecil yang mengingatkan aku akan mimpi yang hampir hilang ini,
Aku berikan doa yang paling tulus untukkmu,
Jadilah satu di antara jutaan yang ter-baik, jadilah satu diantara ribuan yang ter-spesial, bersinarlah lebih dari sinarmu yang sekarang, aku hanya yakin dirimu bukan seorang bisa yang hanya pada tempat yang biasa..
Mungkin jika suatu saat tuhan memberikanku hadiah kecil, mungkin aku akan melihatmu secara langsung dan mendengar petikan petikanmu yang indah itu..


Untuk seorang yang sedang aku dengarkan petikan gitarnya,
“Kamu luar biasa..”

Jumat, 27 Juli 2012

takut


Kau membuatku takut dan lebih takut lagi,
Seakan hari esok tak lagi datang..
Semu dan kelam,
Aku ingin menghapus rasa takut ini, tapi jiwaku bukanlah buku rusak yang bisa di robek dan di buang..

Dengar dengar..
Coba lebih rasakan..
Rasanya sangat menakutkan..
Resah dan resah.. seakan esok tak lagi penuh cahaya

aku takut pada diriku sendiri,
aku takut bahwa “dia” tidak lagi melihatku “spesial”
aku taku diriku tidak lagi “lebih” dari yang kubayangkan
aku takut mengakui aku tidaklah se tangguh itu, takut..

takut jika mereka akan tertawa dan memandangku rendah
tatapan sinis penuh luka dan rasa sakit yang mengerogoti jiwa jiwaku,
aku takut “dia” juga tak lagi percaya padaku,
aku takut tak lagi di pandang seutuhnya, takut..

tapi aku mecoba,
menguatkan nafas ini, lagi dan lagi..
meyakinkan diri ini, terus dan terus..
hingga aku memiliki sedikit saja keberanian untuk berkata “semua akan baik baik saja”

takut akan lupa pada hal hal yang aku inginkan,
selama ini..

inilah kenapa manusia butuh teman,
kenapa manusia tidak hidup sendiri..
karna dunia terlalu kejam untuk di lalui seorang diri,
karna dunia terlalu keras untuk bertahan tanpa perlindungan siapapun..

dan sampai saat ini,
aku masih menantikan sosok itu,
yang akan datang padaku seiring pedihnya rasa sakitku..
seiring lukanya akan sembuh karnamu..

aku meminta itu..

takut.. hingga terkadang fikiran ini tak lagi jernih..
takut.. hingga waktu tak lagi terasa berlalu..
takut.. hingga setiap hela nafas terasa sesak..
dan takut, jikalau sampai nanti tidak ada sosok yang membuatku bangkit..

Kamis, 26 Juli 2012

Psikologi Vs Akuntansi

angan angan Vs kehidupan nyata.. 

kamu boleh memilih apa yang kamu inginkan, tapi setelah semua pilihan berakhir
kamu boleh jadi apa yang kamu mau tapi setelah semua keadaan tak lagi untuk bisa untuk berpihak, 
terimakasih.. terimakasih walau jiwa dan raga ini seakan menolak, tapi aku tak berani menentang lagi.. 
terlalu sakit, sehingga aku tak yakin untuk yang kedua atau yang ketiga kalinya.. 
terimakasih, walau pada akhirnya aku tidak bisa jadi apa yang ku mau.. mungkin ini terlalu sulit.
angan angan dan kehidupan nyata, setidaknya sekarang aku akan coba hidup dengan seperti itu.
mungkin sedikit demi sedikit aku akan mulai menghapus segalanya.. 
Psikologi.. mungkin akan aku lakukan di kehidupan selanjutnya.. atau  mungkin dengan jalan yang lain.
akuntasi.. aku bahkan tidak tau cara memasukkan angka di setiap debit dan kreditnya,
tapi, setidaknya inilah hidup yang nanti akan benar benar aku jalani..



Selasa, 24 Juli 2012

Maaf..


Surat kecil untuk seorang idola yang mungkin cepat atau lambat akan membuatku menyerah, karna keadaan.
Demi tuhan, kamu idolaku selamanya..
               
Mungkin aku akan menyerah dengan situasi ini, dan mungkin perlahan
sosokmu akan semu..
mungkin aku akan mulai mejalani hidupku yang seharusnya, namun
bukan berarti membuang semua angan itu..
hanya saja, nanti aku tidak akan yakin lagi..
sekarang semua rasa cukup semu untukku..
hiduplah dengan bahagia, karna mungkin aku tidak akan cepat berada disana
namun aku tidak meminta Tuhan mengubur permintaanku, hanya mungkin
akan sedikit lebih lama..
bahagialah untukku, bersinarlah lebih terang bahkan lebih dari apapun..
agar aku akan tetap mengagumimu dari balik impian impianku,
tetaplah bersemangat seperti itu, lakukan apapun yang ingin kau lakukan
karna kau mampu, dan karna kau bisa..
jangan sepertiku.. (seperti aku)
jika nanti suatu saat entah kapan hari itu akan tiba, aku datang padamu,
ataupun sebaliknya.. kumohon sambutlah aku dengan senyum hangatmu..
maka itu akan cukup..
jadilah temanku walau sesaat, dan (walau aku berharap lebih dari sesaat)
jadilah alasanku bersyukur menjadi diriku, karna sempat mengenalmu..
jadilah kakakku dan lindungilah aku seperti adik kecilmu..
jadilah begitu..
maaf.. karna tak ku kira, aku begitu mengagumimu..
hingga tak lagi bisa ku bedakan semu dan nyata..
dan maaf hingga pada detik ini aku minta maaf karna mungkin akan berlalu..
dan aku mencintaimu yang semu, yang sampai saat ini tak pernah aku lihat
dengan mata kepalaku secara langsung bagaimana sosokmu..
yang jelas aku jatuh cinta dan menyayangimu,
selamanya dan karna itu..

-JP-

Manusia tanpa arah


Katamu dunia itu indah,
Jadi dengan segala yang ada, aku ingin menggapainya..
Seakan semua yang aku miliki sempurna,
Seakan semua yang ada indah..
Walau aku tak punya apapun,
Tak bisa lakukan apapun.
Tapi dalam duniaku.. aku sempurna.. aku segalanya.
Ketika jalan tak lagi harus d tempuh, seperti biasa.. seperti selayaknya..
Ketika persimpangan inginkan aku memilih, jalanku..
Tapi dia sudah ada di ujung jalan menentukan arah,
Aku ini tak punya arah..
Aku ini tak punya tujuan..
Satu satunya keinginanku, hanyalah hidup bebas..
Hanyalah melihat isi dunia ini,
Tidak perduli bagaimana atau apa,
Tidak perduli orang akan berkata apa,
Aku ingin hidup dengan caraku..
Dengan kebebasanku,
Tapii..
Mungkin dia d ujung sana menanggis,
Tapi..
Mungkin dia di ujung sana menunggu,
Tapii..
Dia lebih memberikanku semua milikknya untuk membuatku ada di jalan itu.
Tapii..
Mungkin aku tidak bisa memilih jalanku sendiri..
Tapii..
Mugkin aku akan pergi ke jalan yang ia hendaki,
Tapii..
Aku tidak bisa bilang tidak,
Dan berhentilah bicara tapii..
Lebih dari keinginanku, lebih dari jiwaku yang meluap ingin bebas dan pergi..
Lebih dari sayap sayapku yang ingin terbang jauh tinggi dan tak berarah..
Dia merengkuhku dengan segala kekuatannya, bahkan mungkin memberikan seglanya..
Lalu,
Apapun itu, mungkin aku juga tak punya daya...
Tak punya apapun..
Aku ini manusia tanpa arah..
Jika diam, maka aku akan diam..
Jika pergi, maka aku akan pergi..
Jika lakukan, maka aku akan lakukan..
aku bayangkan duniaku yang indah, dan kebebasanku..
dan karna mungkin terlalu indah,
terasa sakit dan sangat sulit aku gapai,
namun..
tapii...
walaupun begitu,,
aku ingin tetap seperti itu,
walau arah dan persimpangan manapun telah di tetapkan untukku,
aku ingin tetap memilih kebebasanku..
aku.. aku ingin begitu,,
tapi..
tapi dia di sana menungguku, menantiku,,
akuuu...
hanya ingin bebas...


Untuk orang orang yang lagi lagi kecewa, 
Maaf.. sungguh maaf..

Minggu, 22 Juli 2012

Salah satu alasanku memiliki impian..


Mungkin aku tidak akan pernah sejalan dengannya,
Bagiku.. setiap orang memiliki hak untuk hidupnya masing masing..
Tapi untukknya, jalani saja hal hal yang terbaik untuk hidupmu..
Ketika dia mulai mengajakku berfikir keras tentang hidup, maka saat itu kami akan mulai berdebat.. tentang segalanya..
Selalu ada alasan di balik celaanku, tapi yang ia tau aku selalu terlalu muda untuk mengerti hidup.
“tergantung dari pribadinya masing masing juga maa!!”, “yaa hidup memang begitu sayang, selalu begitu!! bukan pribadi!! ”, haha.. walau aku akan kalah dan pada akhirnya ikut pada jalan yang ia tentukan tapi aku selalu mecoba memperlihatkan padanya, bahwa aku ingin hidup yang berbeda, hidup dengan cara dan keinginanku.. 
dia salah satu pahlawan hidupku sepanjang masa, meski terkadang aku membencinya karna sikapku yang manja dan terkadang tak sejalan dengan apa yang ada di fikirannya, namun ia salah satu alasankku memiliki mimpi. 
jika dia berkata "tidak", maka akan ku paksa untuk bilang "iya", jika semakin dan semakin keras ia katakan "Tidak:, maka aku akan semakin keras dan semakin keras untuk berkata "iya" walau tidak selalu aku akan menang, tapi setidaknya sesekali aku hidup dengan cara dan kemauanku.. 
walau terkadang aku rasa cukup lelah untuk melawan dan akhirnya menyerah, 
tetapi.. dia tetaplah salah satu alasanku memiliki mimpi.. 
walau ber-ribu ribu kali aku membuatnya marah, dia akan tetap tersenyum dengan hangat dan membujukku untuk makan, walau berkali kali aku berhenti bicara, pada akhirnya dia yang akan diam dan menuruti mauku.. 
"tidak semua hal harus sesuai dengan bayangamu ma, hanya saja terkadang kau tidak mengerti apa yang benar benar terjadi atau apa yang benar benar aku inginkan. aku remaja sekarang, dan aku ingin kau mengerti itu, aku ingin hidup dengan cara yang aku inginkan, memilih jalan yang seumur hidupku nanti tidak akan aku sesali, walau pada akhirnya tidak seindah rencanamu..aku tau kau inginkan yang terbaik untukku, tapi terkadang yang terbaik di matamu bukanlah yang terindah untukku.. hanya itu.."
suatu saat aku hanya ingin kau melihatku dengan cara yang lain, hanya itu.. 
Ma, kau salah satu alasankku memiliki impian, seluruh bahkan seutuhnya impiankku selalu ada dirimu di dalamnya.  
jadi.. bisakah aku hidup dengan caraku ?? dengan jalan yang aku inginkan, seperti apa yang ada di dalam benakku ??

Bagian yang berlalu


Malam ku semakin larut,
Namun kau tetap begitu..
Mimpiku semakin hanyut dan kau tetap seperti itu,
Seribu bulan bahkan ratusan tahun aku jadikan tahta untukmu,
Namun aku tetap bukanlah ratumu,
Apa yang kurang dari hambamu ini ?
Se hina itukah, sehingga kau sakiti hingga ke akar akar hatiku,
Aku percaya katamu, aku percaya matamu, dan aku percaya Tuhanku..
Sangat..
Walau hari hari berlalu, namun kau tak berubah begitu,
Aku hanya bagaikan kayu lapuk yang tak terpakai..
Jika aku jadi malam, kau tak akan jadi bintangku..
Jika aku jadi mentari, bahkan kau tak akan jadi langitku..
Tega nya..
Bahkan tanpa alasan dan kata maaf, berlalu seakan tiada arti..
Inikah arti raga ini untukmu,
Tak lebih...
Bahkan seorang teman memperlakukan aku lebih baik dari kau,
Setelah semua yang aku lakukan dan korbankan.. 
hanya hembusan udara yang beralalu tiada arti, iyakah ??
aku akan berhenti jadi bagian dari kisahmu, 
berhenti jadi bagian dari permainanmu yang indah.. berhentii.. 
hingga nanti kau akan datang padaku dan menyadari, 
ini tidaklah mudah, sayang.. 

Minggu, 15 Juli 2012

Si beruang maduku

                                                      Untuk, 
seseorang yang mulai melupakan aku...
esok,
saat mentari pagi terbit lagi, seperti biasa.. 
esok, 
saat awan awan dan segala isinya kembali pada tempatnya.. 
saat segalanya sudah jauh lebih baik.. 
tetaplah gengam erat tanganku  dan jangan lepaskan lagi, 
tetaplah tetawa dan menangis bersamaku lalu lari mengejar impian lagi.. 
tetaplah jadi dirimu yang luar biasa dengan suara indahmu yang juga luar biasa.. 
seorang perempuan unik yang penuh dengan semangat, 
penuh dengan ke khas'n ny.. 
nanti saat kau kembali pada dirimu yang dahulu,
dirimu sebelum yang aku kenal sekarang, dirimu yang selalu mau mendengarkan.. 
yang selalu mau berbagi, apapun itu.. 
aku akan selalu ada di sini, 
entah mengapa, tapi aku tidak bisa membencimu.. 
dengan segala daya dan kemampuan yang aku miliki, sudah aku coba.. 
tapi enam tahun sebagai sahabatmu tak bisa menghapus apapun..
menyakitiku seperti apapun, tak membuatku membencimu sedikitpun.. 
aku marah !! hanya marah, dan kau mengerti itu. 
aku tidak ingin mengengam tanganmu hingga akhir, terlalu sulit.. 
dengan jalan yang kau pilih, dengan hidup yang kau rancang, aku rasa ini tidak akan mudah. 
aku hanya takut, karna aku merasa mulai terlupakan, mulai terabaikan.. 
sepi dan sunyi.. 
walau begitu kau akan tertawa ketika aku bicara mengenai kerinduan, mengenai kata "masalalu"
maaf, karna aku bukan seorang teman yang baik.. 
maaf jika ternyata janji hanya omong kosong, 
tapi nanti, jika kau sudah sadar dan terbangun dari kehidupan yang indahmu.. 
mungkin aku masih di sini, untuk menggumu kembali.. 
atau, 
kau harus bersabar dan mecoba mencari...

Lagi dan lagi

kau datang lalu pergi..
menghilang dan kembali..
baiklah!! kau anggap apa aku ??
boneka mainan yang menemani hari hari semu mu ??
atau seperangkat alat pengobat lukamu.. ??
lagi.. kau tunjukkan lagi senyummu, lalu berlalu seakan aku tak punya arti..
kenapa ?? bosankah ?? lelahkah ?? atau muak kah ??
tidakkah harusnya aku yang melakukan itu,
meninggalkan dan berlalu..
kenapa aku di perlakukan begitu..
benarkah dosaku ? benarkah karmaku ?? atau ketidak berutunganku pada saat itu ??
aku bahkan berkata iya, aku bahkan selalu mendengarkan..
apapun katamu, apapun maumu.. apapun..
bahkan mimpi mimpiku hanya untuk bahagia bersamamu..
dan ternyata tidak pernah cukup, tidak pernah!
lalu kau tinggalkan aku sendiri lagi, membuatku terluka lagi..
seakan semua hanya mainan kosong yang tak memiliki arti..
begitukah ??
haruskah aku berhenti jadi malaikatmu ??
dan mulai menjadi orang yang jahat untuk membalas sakitku ??
lagi dan lagi,
hingga aku mulai lelah untuk menunggu..
hingga aku berserah dan kembali..
apakah aku menyakitimu ?? sehingga aku rasa sakit ini mungkin pembalasan untukku ??
kenapa aku mulai merasa ini tidak adil,
aku mulai menyalahkan dan mengeluh..
lagi dan lagi..
katamu kau akan selalu di sisiku,
menemani hingga hari tak lagi berganti.. hingga waktu terhenti.. hingga malam akan abadi..
tapi..
kau membuat itu seakan hanya kata yang kau baca di novel romanmu,
hanya begitu.. kosong dan tanpa arti.. keluh dan sepi..
lalu..
kenapa hanya aku yang merasakan sakit ini ?'
lalu kau menari indah dengan sejuta senyum senyum barumu,
adikah ? untukku..
kenapa tidak kau coba mengerti lukaku, setidaknya pahami rasa sakitku..
tapi kau tetaplah kau,
dan walau segala cara untuk membuatmu melihat luka ini,
kau akan tetap tersenyum dan tak mengerti..
tak apa.. tidak apa apa..
seperti katamu dalam masa masa itu,
badai pasti berlalu, sakit pasti mengering dan luka akan sembuh..
tapi sayang,
aku lelah untuk menunggu lagi dan lagi...

Sabtu, 14 Juli 2012

Seseorang Di Dunia Kecilku

bagaimana jika benar nyata ?
bagaimana jika kau benar berdiri di hadapanku, 
tersenyum dan menyapaku, persis seperti yang ada di benakku.. 

bagaimana jika kau benar menyukaiku, 
menyapaku dalam hari harimu, terseyum dan memlukku hangat.. 
bagimana jika kau akan ada dalam lembaran waktuku, 
menapakki jengkal demi jengkal duniamu, bersamaku.. 

aku tidak akan memaksamu meyukaiku, 
tidak pernah.. 
aku akan melihat duniamu dengan mataku, dengan seluruh hatiku..
dan jika sampai saat itu aku bukanlah tahta di hatimu
maka izinkalah saja aku jadi bagian dari nafas kecilmu.. 

hey!!
kau yang ada di sana.. 
yang setiap saat jadi mimpi terindahku, 
aku begitu yakin akan bertemu denganmu, 
lalu senyummu yang ramah akan membuat segalanya lebih mudah.. 

tetaplah bahagia seperti itu, 
sehingga aku berhenti untuk khawatir padamu.. 
tetaplah bersemangat seperti itu, maka aku akan hidup dengan senyum untukmu, 

seseorang bermata indah yang mengisi lembaran impianku, 
seseorang yang sangat ingin aku temui di kehidupan nyataku.. 
seseorang pertama yang membuatku begitu menginginkanmu.. 
seseorang "nakal" yang penuh dengan kisah di mataku.. 

apakah kita akan bertemu ?
aku ingin memelukmu, atau terseyum manis untukmu.. 
sehingga kau dapat melihat senyum tulusku.. 

apakah kau akan menyukaiku ?
jika aku hanya seorang biasa yang menjadi pengemarmu.. 
yang bahkan, kau mengisi setiap rahasia rahasia kecilku.. 
nyatakah dirimu untukku ??

jangan menjadi milik orang lain sebelum aku menemukanmu!!
karna dengan sekuat tenaga aku berpura pura tak inginkamu, 
sehingga nanti kau akan datang padaku.. 

aku.. 
aku percaya pada Nya, sangat dan sangat.. 
dan aku tau sebuah rencana yang indah untukku akan ia tunjukkan padaku.. 
entah bagaimana dan kenapa.. 
aku hanya percaya.. kau akan datang dan menyapaku,
dengan senyummu, senyum terindahmu...