welcome^^ to my blog. Jangan mempermalukan dirimu sendiri untuk menjadi seorang flagiat. Tidak semua yang saya tulis adalah kamu dan semua yang kamu baca adalah saya.

Minggu, 15 Desember 2013

Masa muda

Suara tawa itu masih terngiang ditelingaku. sudah hampir lima tahun dan aku tidak pernah lupa setiap bagiannya. betapa bahagianya saat-saat melelahkan itu, betapa ruang kosongku terisi penuh dengan kisah-kisah luarbiasa, betapa sebuah perjalanan sakit yang selalu kurindu dan ingin ku ulangi kehadirannya, betapa aku tak bosan mengorek-orek dan mencari lagi kenangan saat itu untuk membuatnya menjadi nyata lagi,  betapa aku ingin semua itu kembali, kamu dan meraka..

Setiap detik yang berarti, setiap waktu yang tidak ingin tebuang sia-sia, setiap jengkal perjalanan, setiap titik-titik dari sebuah kisah. aku ingin semua itu tetap ada di bagian lain hati ini.
mereka masih disana, dan mereka tetap sama. remaja-remaja yang mencari dan belum menemukan.
mereka masih disana, duduk dan bermain layaknya dunia akan selalu baik-baik saja.
mereka masih disana, berlomba menyusuri jalan panjang dengan tawa dan lari sekuat tenaga.
mereka masih disana, mengejar benda bulat kecil dengan bermandi lumpur dan hujan yang turun.
mereka masih disana, menempatkan diri pada sudut kelas dan memetik gitar lalu bernyanyi bersama.
mereka masih disana, duduk dibawah pohon dengan lelucon yang baru dan tak pernah ada habisnya.
mereka masih disana, tetawa dan menangis bersama, berbagi dan berlari bersama, dan dunia seakan ada dalam gengamannya.

Waktu yang berharga, lembaran yang terus terisi, lelah atas aktivitas dan persaingan, semua tidak menjadi masalah besar karena kita bersama disana. jangan berakhir wahai kisah, jangan berdenting wahai lonceng, jangan habis wahai waktu, jangan datang wahai senja. kami masih ingin bersama.

Lalu.. apa kabar senyum-senyum itu? hingga tak kudengar lagi satu per satu kehadirannya. akankah semua telah menghilang dan kisah hanya akan menjadi kisah? masalalu? haruskah kukatakan? selamat datang di dunia yang sebenarnya.. jadilah dewasa dan lebih dari hari-hari kemarin, temukan apa yang kalian cari, jadikanlah mimpi-mimpi sederhana itu nyata, dan jangan lupakan bahwa kita pernah jadi bagian dari sebuah perjalanan indah yang dinamakan, masa muda..

Untuk mereka yang mengingatkanku sejenak mengenai bahagia..
sungguh hadiah luarbiasa dariNya bahwa aku pernah memiliki sebuah
kisah luarbiasa bersama mereka..

Selasa, 10 Desember 2013

Dia, ia dan dia

Haruskah aku menangis haru?  sudah kulakukan namun luka tak juga membaik. Haruskah aku lari dan tak peduli atau pura-pura tidak tau? aku melakukannya dan hatiku juga meredam. Haruskah aku menyalahkan? iya. kulakukan lagi-lagi dan lukanya semakin dalam. hingga hari esok atau lusa, sekarang atau nanti aku bahkan tidak memilki pilihan untuk menjauhkan atau menghapus sebuah kenangan. dia, dia dan dia datang memberikan petujuk sebuah perjanjian, "akan berkahir indah" katanya, lalu aku bangkit dan kembali mencoba. 

Haruskah kuterima jika hati tak lagi jadi bagian yang utuh. lancangnya dirimu dengan cara tak berdosa membuat semuanya seakan indah. hingga kusadari itu hanya topeng dan menusuk sangat-sangat dalam. kubenci kau hati, kubuang dirimu jauh dalam kalbu, kau bukan bagian dari mimpiku lagi! tidak! kau bukan bagian dari hari kemarin atau hidupku kelak! dan aku hanya akan memohon ampun atas dosaku untuk itu. caraku memberontak atas perih dan pembalasan atas luka ini. aku memohon sebuah jalan yang lebih mudah didalam fikirku. bisakah hanya membuatnya menghilang? hingga tak harus lagi-lagi kuingat rasa sakit itu kala melihat sosokmu?.

Taukah kau bahwa Dia adalah segalanya. mengirim beberapa pengelana kecil dengan cara tidak akan pernah kumengerti, membuka sebuah jalan dan mecoba menyembuhkan luka di hati. aku hanya mendengar dan terdiam, mencoba mengerti dan memahami. Dia segalanya, Dia selalu punya rencana untuk ini dan itu, ini tidak akan terjadi tanpa persetujuaanya, lalu seketika luka-luka mengering. aku rasa rasa sakitnya berkurang. ktia semua hanyalah manusia biasa, kita. 

Akankah nalar dan akal sehatku berfikir hal yang sama, bahkan ketika keadaan berbanding terbalik dengan hati. satu pintaku selalu dalam doa "cepatlah berakhir wahai rasa sakit dan masalah", atau mungkin mereka hanya meghibur. membohongi dan seakan semua akan jadi nyata, hingga aku akan menunggu untuk saat yang indah, dan rasa sakit tak selalu membunuh hingga kedalam peluk jiwa. tetapi aku selalu dan selalu percaya. Dia yang berada di atas sana, entah dibagian sebelah mana langit biru itu akan menuliskan sebuah kisah yang indah untukku. 

Wahai kisah pahit dalam lembaran hidup.. akankah aku menuliskan setiap jengkal rasa kecewa dan marahku atasnya? yang telah mengoyak dan membuat sekan diriku merasa dibohongi sangat-sangat lama. haruskah aku memaklumi atas setiap kejutan melelahkan dan merobek hati yang ia datangkan entah kapan dan dimana bermula? aku hanya manusi biasa, dan aku tak cukup baik untuk tidak membenci dan murka. apakah kau baik-baik saja dengan menyakiti? baik-baik saja dengan melukai? karena kurasa hidupmu tak banyak berubah walau tak lagi banyak yang bisa kaulakukan. bisakah kukatakan untukmu mengerti bahwa ini dan itu sangat melelahkan? satu kali saja, buat aku bangga. 

Jangan jatuh dan sakit,. jangan terluka lagi. berhentilah menangis. biarkan dia terluka. jangan peduli padanya. lupakan dan mencobalah bahagia. aku akan selalu berdoa untukmu. selalu. orang yang sejak awal kusadari kehadirannya, hanya satu doaku yaitu membuatnya bahagia. beri aku kesempatan untuk itu ya? kumohon. ingin kuperlihatkan padanya bahwa dunia ini indah, ingin kubawa dia terbang ke belahan dunia yang tercantik, akan kuberikan hal-hal yang dia inginkan dan tak pernah ia milki namun berikan untuk kami, akan kuperlakukan dia dengan baik, akan kuukir sejuta tawa untuknya, izinkan aku yaa? aku memohon.. 

Aku.. tak akan menyerah. aku tak akan berhenti, aku akan mejadi lebih dan lebih kuat dari sebelumya. aku akan menjadi pelindung bagi yang ingin berteduh, penyejuk bagi yang ingin berhenti sejenak untuk menunggu, pelangi bagi hujan yang baru saja reda, langkah baru baginya yang berhenti, bagian dari canda dan tawa menghilang dan akan tumbuh lagi-lagi dan lagi. akan kuperjuangkan semua kebahagian yang harus kudapatkan, kuberikan untuk nya dan setiap jiwa yang kucintai dengan sepenuh hati dan perasaan ini. janjiku..


Bukankah aku manusia biasa? sabar dan toleranku memilki batas.
ketika aku mecoba berhenti dan pergi bersembunyi.
Dia... Allah, datang dengan malaikat-malaikatnya untuk membuat pelangi datang lagi, 
dan aku akan menunggu hingga hujan itu reda membawa udara sejuk abadi dan warna ceria sepanjang sisa hidup ini. 

Rabu, 06 November 2013

Kalimat sederhana, dan aku menyerah untuk sebuah mimpi

Kau boleh tertawa. Itu pantas untukku. Haruskah aku menghujat atau membenci, karena dengan bodohnya aku yang mengunci rapat pintu itu dan mengusirnya pergi. Haruskah kukatakan, bodoh! Pada diriku sendiri yang telah lacang seakan itu hal kecil yang tak mungkin ku sesali.

Bagaimana bisa kata-kata sederhana itu menyakiti. Bagaimana bisa cerita singkat itu mengorek seluruh relung hati. Aku tak pernah menjadi se-hebat siapapun, hingga fikirku melayang untuk berbagai pihak yang mungkin mendukungku. Kurasa ku tak punya apapun untukmu datang dan tinggal. Lalu tiba-tiba kau mulai berlalu dan melupakan.

Aku tak berhak menangis, aku tak berhak marah, bahkan aku tak seharusnya iri. Kau boleh tersenyum menang, kau boleh tertawa puas, karena aku kalah dalam berbagai hal, bahkan aku tak pernah menang sejak saat pertama ini dimulai. Tapi bagaimana itu begitu menyakiti, dengan santai kuhadapi dengan candaan layaknya tak akan ada yang terjadi. Tapi berpura-pura juga tak semudah itu, karena aku marah pada diriku sendiri.

Kenapa aku tak memiliki apapun untuk jadi hal baik didepan kalian? Hingga satu diantaranya akan tinggal atau menetap. Kenapa aku bahkan tak bisa merasakan bahagianya kenangan manis itu? Bahkan tak pernah kuketahui secara nyata karena tak pernah terjadi dalam cerita singkatku ini. m aku tidak bisa menarik satu dan membiarkan nya bermain-main didalam hati, hingga sepi dan hampa tak selalu jadi masalah lagi dan lagi.

Kalian berdongeng tentang sebuah masa-masa indah dengan penuh kenangan manis dan rasa cinta. Aku mendengarkan dan hanya bisa tersenyum merasakan betapa bahagianya jika dapat masuk dan merasakan langsung yang terjadi atas itu. Andaikan, bila saja, mungkin jika.. tapi dalam hati aku tertawa kecil mengejek diri sendiri, hatiku menciut dan semua lenyap. Aku tau aku akan sendiri untuk waku yang lebih lama lagi.

Aku menyerah dengan satu kalimat yang membuat semua harapan-harapan itu menjadi pasti dan tidak akan terjadi. Aku berhenti ketika satu kalimat meyakinkanku bahwa itu yang akan kudapati. Aku tak lagi berasumsi untuk sebuah hal yang sepertinya sudah pasti. Aku menutup segala hal dan memegang teguh harga diri untuk perjuangan terakhir yang aku bisa miliki.

Aku tidak terluka, tidak sedalam itu. Hanya nafasku seakan tertinggal dan terhenti, aku memaksa berulang kali, namun ini tak membaik, tak pernah membaik. Aku marah pada diriku sendiri, ingin aku membuat sosok yang tampak pada cermin ini pergi dan tak lagi tinggal didunia ini. Kau boleh tetawa, aku pecundang yang sebenarnya. Dongeng itu tak pernah ada, aku yang mengarangnya dan mengerti bahwa itu semua hanya sebuah imajinasi.

Jumat, 01 November 2013

mine

Sedikit demi sedikit kenyataan semakain mudah dijalani dengan menerima apa yang ada. Sayap yang rapuh dan patah hingga menjadi layu dan tak lagi bisa digunakan adalah hal tersulit yang pernah ada. Pada dasarnya tidak ada lagi tempatmu berteriak atau menghindari kenyataan, terimalah. Hanya itu yang setidaknya yang akan membuat keadaan hatimu jadi baik, menunduk dan berjalanlah seperti adanya hari, jalani dan hadapi seperti adanya rasa sakit, tersenyum dan tertawalah seperti drama dan sandiwara yang sedang kau hadapi. Jalanilah hidup yang sedang engkau lakoni, jadilah dan hidup didalamnya selayaknya drama yang selalu di buat oleh penciptanya, jika engkau lelah atau menyerah.. bangkitlah lagi dan bangunlah lebih pagi untuk melihat embun dan mentari yang tak pernah terlambat hadir ketika mentari bahkan akan menghapuskan kehadirannya. Berjuanglah diantara jutaan jiwa yang memiliki segalanya, jika kau menginginkan sesuatu sebagai selayaknya manusia yang tak pernah berhenti mencari dan ingin memiliki maka berusaha dan berdoalah walau ketika semua orang mencemooh untuk harapan yang tidak pernah menjadi nyata, maka biarlah. Tersenyumlah pada mereka yang membencimu karena mereka iri akan rasa sakitmu, berikan semangat pada mereka yang ingin menjatuhkanmu karena kamu lebih dan selalu akan selangkah daripadanya. Jalan berhenti berharap untuk sesuatu yang bahkan tidak mungkin, karena Tuhan mendegar, karena Tuhan mengerti, karena Dia mampu membuat semua yang tidak mungkin menjadi nyata. Jangan menyerah bahkan ketika semua hal yang terjadi membuatmu berhenti dan lenyap, kembalilah dan tatap kembali awan putih di langgit yang tinggi, yang bahkan tak pernah marah pada Tuhan ketika menjadikannya gelap dan butiran hujan yang hilang terbawa angin. Berterimakasihlah untuk sesorang yang datang dan pergi dengan atau tanpa mengetuk pintu hatimu, melukai atau mengisi kekosonganmu karena mereka pernah ada dan mengisi daftar dalam hari-harimu. Katakan terimakasih dan berikan senyuman kecil pada mereka yang meninggalkanmu dan melupakanmu, sapalah Tuhan dan katakan engkau inginkan pengganti yang akan jadi selamanya. Hidup adalah perjuangan yang tidak akan ada habisnya, sakit yang tak akan ada batasnya, tangis yang tak pernah habis butir airmatanya, perih dan luka yang tak akan kekurangan tempat untuk kembali tergores, namun percayalah semua berjalan atas kehendakNya dan Ia tau bahwa engkau menerima semua itu karena engkau adalah milikNya. Cintailah dia yang selalu ada disampingmu, hargailah dia yang menghargaimu, berikanlah sepenuh hatimu pada dia yang tulus dan tanpa syarat juga padamu, jadilah bagian hidupnya yang akan selalu ia kenang sampai ia tak lagi bernafas. Jangan membenci karena cinta yang tak terbalas atau karena cinta yang tak pernah datang untukmu, karena dia akan datang pada saat yang lebih tepat ketika engkau siap akan segala hal luarbiasa yang akan dia berikan dan terjadi untukmu. Karena lelahku membangunkanku. Karena lelahku menguatkanku. Karena lelahku menjadi segala sumber kekuatanku untuk manju dan bertahan. Karena lelahku membuatku mengerti Dia lebih mencintaiku dari yang lagi. Karena lelahku akan menjadi sebuah arti yang lalu akan manjadi hal-hal baik dan indah pada waktu yang tepat. Aku percaya itu!.

Rabu, 23 Oktober 2013

Still there's dividing line between us

Kita hidup untuk sebuah tujuan, memiliki mimpi adalah keharusan. Target, tujuan dan cita-cita setidaknya kita hidup untuk satu keyakinan. Jika terjatuh, bangkitlah lagi. Jika gagal, maka teruslah coba hingga menjadi berhasil. Lalu ketika tak pernah jadi hal baik, apakah dunia patut di salahkan untuk itu? Atau diri sendiri yang harus kau tunjuk dan ubah?.

Kita mencoba, bersikap baik bukanlah hal mudah bahkan ketika situasi dan keadaan membuat senyum sulit terukir dengan manis. Saya terseyum, tak se-elok milikmu atau secantik parasmu, tapi percayalah saya mencoba. Hanya untuk sebuah pengakuan kecil, bahwa dunia akan segera menerima kehadiranmu. Bahwa kamu hidup tak untuk diabaikan dan sorang diri. Bahwa kamu hidup memiliki adil dan tak hanya lenyap tak diketahui.

Kita tersenyum, berbagi kisah, saling menebar canda, mencoba berbicara dan memahami. "Kita". Ketika hubungan sudah cukup kokoh dan memiliki arti untuk dikatakan sebagai teman. Bukankah itu terjalin dari sebuah kepercayaan, keyakinan dan kesetiakawanan?. Akan lebih mendalam jika akan dianggap demikian, namun walau semua hati tampak terlihat menyatu menjadi sebuah kata "teman" dan bukan lagi "kami" dan "kalian" kepercayan akan manjadi semakin kokoh dari sebelumnya. Harusnya, saya bahagia dengan senyum kecil yang sebenarnya.

Harusnya begitu. Namun pada kenyataanya, kamu dan saya belum cukup diterima sebagai satu kawanan yang menghuni dunia kejam ini. Kita belum cukup dikatakan sebagai sekelompok teman yang akan berbagi segala hal bersama. Tetap ada garia pemisah yang tak terlihat jelas menjadi batas antara 'kami' dan 'kalian' menjadi teman. Tidak peduli sebaik apapun kita berusaha, tidak peduli sebaik apapun kita menjadi, tidak peduli seramah apapun kamu sebagai seorang manusia. Bahwa perbedaan, bahwa kedudukan, bahwa asal muasal kamu dikahirkan, akan tetap berperan penting dalam posisimu di antara mereka.

Senyum ramah yang kita anggap sebagai sapaan selamat datang. Obrolan kecil yang kita kira sebagai rahasia luarbiasa yang harus dijaga dan disimpan. "Kita" yang dalam hati sangat gembira bahwa seperti telah diterima dalam lingkup dan pergaulan mereka dan dunianya. Ternyata tetap berbeda pada garis pemisah tipis yang tak boleh saya lewati.

Perbedaan, diskriminasi, dan kelompok tidak melulu dapat menyambutmu hanya karena kamu memiliki kemampuan biasa yang tidak istimewa. Kamu harus menjadi sesuatu untuk menjadi bagian yang luar biasa. Saat kamu menganggap bahwa kamu telah diterima, garis tipis itu akan muncul berbunyi dan menjadi lebih tebal menandakan batas yang bisa kamu lewati dan tak bisa kamu capai. Itu adalah dunia yang kita, kamu, saya, kami dan kalian tinggali sekarang ini.

Rabu, 16 Oktober 2013

list

1. aku mulai lelah dan lagi-lagi ingin menyerah.
2. semua hal tampak semakin salah dan semakin sulit hingga bernafas bukan lagi merupakan hal yang mudah.
3. mereka berbohong tentang semua "janji-janji" akan bertahan atau selamanya.
4. mereka pergi berlalu, melupakan dan meninggalkan.
5. aku mengerti, mereka juga manusia dan manusia juga merasakan bosan dan lelah.
6. aku kesepian, lagi-lagi dunia terlalu luas untuk dihuni seorang diri.
7. aku lelah lagi.
8. aku ingin lari dan mencari atau setidaknya menemukan sesuatu yang bisa menjadi tempatku bersandar, tapi bahkan aku tak punya satupun. 
9. aku bosan mencari dan menunggu untuk itu. 
10. aku menyerah dan menutup semuanya, hanya bicara pada hati kecilku untuk setiap apapun yang terjadi.
11. mereka juga berubah.
12. tidak lagi berpura-pura baik dan menusuk dibelakang, namun menjauh dan mulai beranjak pergi.
13. sedikit demi sedikit membuat jarak.
14. aku semakin lelah dan kesepian. 
15. tempat itu tidak lagi menyengkan dan semakin melelahkan. 
16. semua tidak membaik, aku lagi-lagi marah dan murka pada diriku sendiri, pada dia. 
17. aku merasa terus diam pada satu posisi, tidak beranjak ataupun bergerak. 
18. aku sakit, aku bosan, aku lelah. 
19. tidak ada kemajuan dan aku semakin lelah.
20. seperti berjalan ditempat yang sama. 
21. hatiku kosong. 
22. aku marah, meski segala telah kulakukan tidak akan ada yang berubah. 
23. aku hanya menjadi begini saja. 
24. aku malu pada diriku sendiri, pada semua orang. 
25. aku bosan hidup dengan cara yang melulu begini. 
26. kenapa dia selalu menyakiti?
27. kapan ini berakhir? 
28. kapan aku dewasa dan segala sesuatunya menjadi baik?
29. lelah. 
30. ingin lari, berhenti, sembunyi. 
31. aku sendiri lagi, bahkan ketika aku berdoa untuk dikirimkan seorang yang sedikit saja mencintaiku dengan tulus. 
32. dan ternyata tidak ada. 
33. aku harus menunggu lebih lama. 
34. melelahkan. 
35. kapan ini selesai?
36. tak bisakah aku menjalani hidup normal seperti yang lain?
37. lagi-lagi lelah. 
38. aku akan baik-baik saja. 
39. semua akan baik-baik saja. 
40. akan tiba saatnya. 
41. hingga aku akan lagi kesepian.
42. hingga keadaan akan membaik. 
43. badai pasti berlalu.
44. aku percaya kepada-Nya.
45. 1-37 akan segera menjadi baik, menjadi kisah yang indah. 
46. kembali lagi menyemangati dengan sisa-sisa kekuatan yang ada. 
47. semua akan baik-baik saja. 
48. hari-hari yang baik akan segera tiba, teman-teman yang ramah akan datang, sahabat akan kembali dan datang lagi, cinta akan datang dengan sendirinya, kisah baru yang indah akan dimulai. 
49. aku terus berdoa untuk 48. 
50. aku percaya doaku pada 49 akan menjadi kenyataan.



                  untuk sisa-sisa lelah dan perih yang tak pernah sembuh dan berlalu
                  semua akan biak-baik saja, Tuhan akan menolongmu. 
                  semangat!!

Sabtu, 12 Oktober 2013

Aku akan berhenti menunggu, mungkin kamu tak akan pernah datang.

Perlahan, aku akan melepaskan segalanya. Ini tak cukup baik untukku, bahwa kamu hanya akan tetap ada disana. Tidak apa, semua hanyalah sebuah kisah kecil.. kamu tidak bersalah. Harusnya, aku bercermin dan melihat diriku didalamnya, bahkan aku tidak tau caranya dan berharap akan menjadi atau mendapatkan sesuatu seperti itu. melelahkan, dan kukira walaupun begitu aku akan bertahan hingga aku tau bahwa bertahan tidak hanya cukup. bahwa bertahan hanya akan terus menyakiti. 

Aku hanya peniru drama dalam televisi, aku hanya penjiplak cerita dalam novel dan mengharapkan semua itu menjadi nyata padaku. Tapi, aku tidak menyadari banyak hal. bahwa pemeran dari setiap drama ataupun novel itu memilki banyak hal untuk menjadi seperti itu, dan aku yang tak punya apa-apa berharap menjadi dia. aku hanya berasumsi, namun tak pernah melihat kenyataan didepanku. maka dari itu aku akan berhenti menunggu. 

Aku hanya akan hidup dalam kenyataan sekarang, mungkin inilah aku. makan beginilah aku akan menjadi. cinta yang tidak tau seperti apa itu, mungkin akan terlihat berbeda padaku. tidak apa, Dia punya alasan tersendiri untuk itu. aku akan terima. jadi, dan kalau begitu inilah kehidupan yang harus dijalani mulai harini. berhentilah mencari atau menunggu, berasumsi pada hal-hal yang tidak akan terjadi. ku kira ini akan lebih baik. hatiku tak akan selalu berpura-pura terisi penuh. 

Aku tak akan lagi meminta-minta, tak mau lagi menjadi orang lain, tak ingin lagi berkorban lebih. hanya untuk sebuah kesempatan, hanya untuk sebuah pengakuan, hanya untuk sedikit kasih sayang. itu melelahkan. semua itu mungkin tak cocok untukku. inilah aku, dan aku terima itu. bersikap manis dan mengangap dirimu sempurana hanya untuk sebuah perlakuan baik, aku tidak melakukanya lagi. 

Jadi, maka, dan karena itu teruskanlah kisah ini.. cepatlah berakhir rasa sakit, cepatlah berlalu masa sulit, cepatlah sembuh semua luka, cepatlah membaik keadaan, dan jadilah sebuah perjalanan yang bahagia. aku akan menjalani hari ini dan esok dengan terseyum, dengan semangat, dengan lebih kuat lagi dari hari kemarin.  maka dari itu akhirilah rasa sakit ini yang terus menerus. itu cukup.


Senin, 07 Oktober 2013

Sederhana

Memulai sebuah kisah indah tidak harus diawali dengan sesuatu yang manis, dan mungkin juga tak selalu berakhir manis. Kamu, aku dan semua tau akan hal itu.
Menjalin sebuah pertemanan tidak melulu mengutamakan kesempurnaan karena kita manusia biasa, aku mempelajarinya.
Mendapatkan seorang sahabat yang luarbiasa bukanlah kebetulan, tetapi sebuah anugrah dari Sang Pencipta. 

Aku tidak lelah mencari atau berhenti melangkah bahkan ketika kamu menyakitiku pada pertama kalinya aku jatuh cinta, menghabiskan banyak waktu hanya untuk tersenyum dan berfikir apa yang kamu lakukan. Sungguh itu hal yang melelahkan, hingga aku tak ingin berlama-lama terlelap hingga pagi tiba. Taukah kamu doaku pada malam hari itu? "kapan hari erok tiba? apakah masih sangat lama". Dan semua terbayar dengan pukulan sakit yang singkat, sebuah penolakan. Jika kamu bertanya apakah aku terluka dan menangis. iya, aku begitu. aku sungguh sakit hingga tak kumengerti kenapa bertahan di antara ribuan lukanya, lalu sampai hari ini aku baik-baik saja. Aku berdoa pada setiap kesempatan yang kupunya, hanya satu dan hanya itu pintaku untukmu, "bisakah satu orang seperti dia mencintaiku, hanya satu.. hanya kuinginkan satu", hingga kusadari bahwa semakin doa itu sampai padaMu, aku semakin perih dan sakit karenanya. Engkau tak kunjung menjawab walau hanya pertanyaan singkat. Ku pahami kesibukanmu, Tuhan. Aku tak pernah berhenti untuk itu, tidak berhenti untuk meraih dan mencari walau diantara ribuan jarum atau diantara jutaan pohon kaktus. Kenapa? karena aku percaya, luka yang kering dan menjadi luka lagi pada hari hari kemarin akan segera sembuh seiringinya waktu. Karena aku yakin seseorang akan datang untuk itu karena kesabaranku dan penantianku. Tidak ada yang sia-sia selama kita berusaha, hal-hal yang tidak pernah kusaksikan namun selalu kupercayai. Bukankah kita hidup untuk bermimpi dan menjadikannya nyata?.

Kita menjadi dewasa seiring dengan pengalaman datang. Menjalin sebuah pertemanan singkat, mendapatkan teman baru, manusia akan datang dan pergi dalam kehidupanmu, itu biasa. Tidak semua dari antara mereka akan bersikap baik, namun memiliki hati yang baik atau tidak semua dari mereka yang terlihat jahat namun membenci dan menjatuhkanmmu dengan caranya. Bukankah manusia begitu? tidak sempurna. Taukah kamu? aku merasa sakit dan luka ketika semua yang kupercayai pada sesautu hanya menjadi bualan dan candaan bagi orang lain. Aku percaya dan yang kamu tau hanya menyakiti dan berhkianat, aku tak akan menghakimi. Aku akan tersenyum merendah seperti biasa, melihat caramu dari jauh, melihat tingkahmu padaku, memperhatikan caramu menyakitiku. Tidak! aku tidak akan berontak, bukankah kamu berjanji untuk menjalin sebuah pertemanan dan bukan omong kosong? aku berpegang teguh pada itu. Aku berjanji pada saat itu. Tapi, maukah kamu mengerti? aku juga seorang manusia biasa. Terluka bukanlah hal sederhanda untukku, senyum sinismu, atau senyum tulusmu tak lagi dapat kubedakan. Aku menjadi selalu takut dan berprasangka, karena kamu. Aku tau ini yang dinamakan teman, yang ini teman.. sedikit berbeda dengan seseorang yang lebih dekat lagi. Tak semuanya begitu, akan selalu ada yang tulus dan baik hati. Satu diantaranya. Jangan berhenti mencari.

Terkadang seseorang yang tak terlihat akan menjadi berharga pada saat-saat yang sulit. Bukan, bukan memanfaatkan. Maksudku, kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar ada untukmu ketika saat-saat sulit tiba. Bertahan menemani dalam sakit dan susahmu, tak berhenti berdoa untukmu bahkan ketika kamu tak cukup berharga diperlakukan begitu. Dan yang lainnya, yang sudah terlalu lama berpura-pura menjadi begitu yang hanya akan berlalu meinggalkanmu, bukanlah ini sebuah pelajaran lain?. haruskah aku bersorak "selamat datang pada dunia yang nyata?". Lagi-lagi tidak.. Begitulah manusia, dan Tuhan akan menujukkan padamu segalanya. Anugrah atau hanya hadiah. Hadiah akan mengisi harimu dengan tawa, bertahan ketika kamu punya segalanya, membuat hari menjadi indah bersama, indahh.. itu hadiah. Anugrah, terkadang terlupa karena kesederhanaanya, hilang karena diamnya, dan ketika kamu sendirian dan butuh pertolongan, akan menjadi satu-satunya dan selamanya. Itu anugrah. 

Hiduplah dengan caramu, bahagialah untuk dirimu dan sekitarmu. Jalanilah dengna caramu. Jika itu adalah hitam, maka ubah dan belajarlah untuk mejadi putih. Jika itu adalah sebuah luka dan derita, maka menari dan tertawalah di dalamnya, nikmati setiap goresannya. Jika semua adalah kenyataan, maka Tuhan inginkan rencanya yang lain daripada benakmu untuk jadi sebuah kisahmu yang baru. Bersyukur.

Minggu, 06 Oktober 2013

Gugur sebelum musim semi

Kita memulai sebuah ambisi, membiarkan amarah membentang memperkuat benteng keyakinan. Kita berasumsi sekuat angan dan impian bermimpi tentang mengapai tentang sesuatu yang tak tau akan menjadi pasti. "Masa depan akan selalu menjadi misteri" kata para setiap tetua yang mencoba meyakinkan atau setidaknya membuat hati lebih damai. Kita sang pemimpi, melihat kehidupan indah dari sang ratu dan raja sesungguhnya dan mencoba hidup dalam khayalan untuk menjadi bagian dari kehidupan itu.

Jika manusia dilarang untuk bermimpi, maka akan jadi apa aku?. Jika si lemah yang tak punya uang dan kuasa tak boleh bermimpi menjadi sang penyembuh, maka haruskah menjadi sang putri raja untuk menjadi si penyembuh handal?. Jika dia yang tak punya apa-apa selain keyakinan dan tekat harus berhenti karena pengucapan dan kata-kata melelahkan, mungkin satu per satu dedaunan akan runtuh seiring dengan menyerahnya para hati-hati yang menyerah.

Saya mencoba, semangat yang timbul karena angan-angan yang luarbiasa membuat segalanya menjadi mungkin dan semakin mungkin seiring bertambahnya hari. Namun saya bukan si pemberontak gigih yang akan tahan akan segala caci maki dan keadaan melukai. Saya hanya manusia sederhana yang masih mencoba mencari dan menemukan kasih. Saya hanya penemu sederhana yang masih berlajar untuk memilki atau melepaskan, bertahan atau terus mencari. Masih takut akan perubahan dan rasa sakit.

Bagaimana bisa dibandingkan jika dia memiliki semua? bahkan ketika berdiri sama rata, tak nampak seimbang dan setara. Pakaian, postur tubuh, rupa, perhiasan, bahkan helaian rambut. Bagaimana bisa membandingkan si putri dengan si perintis? bahkan sebelum memulai si perintis sudah kalah diawal. Berjalan indah, berparas cantik, bernalar jenius, memiliki semua, apa yang kurang dari semua itu?. Maka kita harus seimbang dan sama! menyaingi dan berusaha menjadi! iya, kita bisa. Namun berapa lama?

Sudah saya katakan sebelumnya, saya bukan si pemberontak yang gigih dan akan tahan dengan segala caci maki dan keadaan melukai. Saya hanya mencoba mencari, menjalani, menemukan, merasa sakit, lalu belajar dari hari-hari itu. Siapa yang tak ingi jadi pemenang? bahkan menjadi pemenang tak perlu begitu banyak rintih atau goresan untuk dikagumi. Tuhan menciptakanmu dengan perbedaanya masing-masing untuk membuat kita saling melengkapi. Nyatanya, melengkapi hanya untuk mereka yang seratara dengan si pelengkap lalu selebihnya tetap menjadi pelengkap dengan kekurangan yang lebih lagi. 

Jatuh sebelum diizinkan untuk jatuh. Kalah bahkan sebelum sebuah pertandingan hebat dimulai. Menyerah ketika sejak awal kemenangan telah ditentukan. Gugur sebelum musim semi. Kuberi tahu, inilah dunia yang kau tinggali sejak hari pertama tangisanmu melayang ke udara. Kuberi tahu, inilah kenyataan terpahit untuk perbedaan yang katanya saling melengkapi. Mungkin hal seperti inipun menjadi mainan para reparasi nasib. 

Lalu..? apakah ini kesalahaNya? beranikah kau berkata begitu? tidak. Dia selalu punya rencana lain dalam setiap ceritamu, dan jawaban kenapa semua tampak berbeda dihadapanmu adalah pertanyaan lagi bagaimana kamu menghadapi hari-hari karuniaNya itu. 

Karena padi akan menguning mejadi butiran beras ketika waktunya tiba. Karena kaktus tak selamanya sakit dan berduri ketika ia dewasa. Karena ulat tak selamanya menggeliat dan mejijikkan ketika ia bermetamorfosa dan terbang menjadi indah. Karena rasa sakit tak selamanya menjadi rasa sakit ketika kamu mencoba menikmati rasa yang ada di dalamnya. Karena tak selamanya yang tidak adil akan menjadi tidak adil, yang salah tetap menjadi yang salah. Karena Dia akan mendengar doamu setiap malam ketika kau akan tidur atau terjaga untuk berdoa, masihkah kau berharap untuk sebuah kepercayaan menjadi sesuatu atas keajaibannya atau menyerah dan membuang semuanya. 

Percayalah.. Kamu akan menjadi sesuatu yang berarti ketika kamu terus membuat dirimu berarti. Percayalah.. Kamu akan menjadi seseorang yang tak pernah kamu berhenti doakan kehadirannya pada setiap ucap dan doamu.
Percayalah.. Sebuah kisah tak akan melulu menjadi indah atau menjadi buruk yang berjalan selamanya. Percayalah.. Ketika saatnya tiba, kamu akan bersyukur untuk hari sulit yang mengajarimu kemarin..


Untuk menyemangati jiwa-jiwa yang mulai lemah dan berangsur mati.
Untuk memulihkan kembali rasa percaya dan impian yang tinggi. 
Untuk rasa lelah yang kian hari menerpa dan semakin menyakiti. 
Untuk membuat beristirahat sementara dan bangun lagi dengan mimpi. 
Saya percaya padaNya, Saya tau Dia ada, Saya yakin Dia mendengar...

Senin, 30 September 2013

Love is love

25 juli 2013
hai! kakak tetangga yang sampai sekarang namamu masih rahasia.
apa kabar? masihkah kamu pulang malam melintasi warung kecilku? lelahkah kamu pulang malam?
besok, bisakah kamu tetap pulang malam bahkan ketika kamu lelah? aku akan menunggu senyummu yang remang-remang dibawah sinar bulan. itu menyenagkan.

27 juli 2013
hay! kakak tetangga yang wangi, kenapa malam ini tidak pulang? aku menunggu sepanjang malam.
lalu bisakah aku jadi sepadan denganmu? aku yang biasa.
aku yang tidak cantik, yang tidak modis, aku yang tidak kaya, tidak pandai bergaul, tidak manis, tidak bertubuh langsing dan kecil, aku yang hanyalah aku.
aku yang seorang pembaca setia dari buku-buku tebal, pemecah kasus dari ribuan hitungan matematika sulit, penyimpan perasaan paling handal dari yang pernah ada. bisakah aku jadi sepadan denganmu dan berharap kamu hanya menoleh sesaat untuk melihatku.

30 juli 2013
aku frustasi! bisakah kamu pulang sekarang? ini melelahkan.
menunggu itu menyebalkan, dan hanya untuk beberapa menit luar biasa yaitu melihat wajah lelahmu walau dari sisi samping yang sangat minim.
aaaahhhh!!! aku gila!.

01 agustus 2013
apa kabarmu? sekarang jadwalmu sudah semakin padat ya?
kamu tidak lagi pulang jam sebelas lewat limabelas menit malam. harus berapa lama aku menunggu.
seseorang yang kurindukan, yang bahkan tidak kukenal sampai sekarang sosoknya secara nyata dan jelas. bisakah aku tetap jadi pengagum rahasia yang menunggumu walau hanya untuk melihat senyum ramahmu. aku lelah melakukan ini, tapi sulit sekali mangakhirinya. bisakah kamu pulang sekarang?

02 agustus 2013
kamu baru saja lewat. dan senyum itu masih sama, hangat dan manis.
apakah surga sedang kehilangan malaikat? hingga salahsatunya bertempat tinggal disamping rumahku, menjadi tatangga rahasia yang baru, yang hanya hampir sebulan datang dan terseyum ramah seakan mengibarkan bendera putih perdamaian, atau persahabatan? bisakah aku minta lebih, mungkin sesekali kamu bisa membeli sesuatu di warung kecilku. lilin misalnya?.

03 agustus 2013
aku rasa aku sudah mulai gila.
kamu memenuhi semua fikiranku, hingga otakku hanya berisi kamu dan kamu.
mungkin yang satu ini berbeda, aku malu menjadi aku yang sekarang, bahkan aku malu berdongeng pada sahabat baikku tentang putri pemalu baik hati sepertiku.

04 agustus 2013
hai!!!!! taukah kamu, kau, kalian, dia, semuaaa..?
dia bicara padaku, dia berkata "bisa minta korek api?", "berapa?"
dan suaranya luar biasa indah, aku kira aku akan tumbang dan pingsan ketika dia meminta, anehnya aku baik baik saja. hari ini hari yang indah, Tuhan.. bolehkah aku berdoa? bantu aku untuk membuatnya membeli korek api setiap hari padaku.. aku mohon...

05 agustus 2013
sepertinya dia sudah memiliki seseorang.
tadi ketika honda jazz hitam nya berhenti, aku melihat seorang perempuan cantik yang ikut turun bersama.
bukankah ini hal biasa? maksudku, aku terbiasa dengan hati yang patah atau rusak, atau cinta yang sebelaha tangan. Tuhan.. bisakah untuk kali ini saja, aku memintanya untuk jadi milikku?.

12 agustus 2013
aku.. akan jadi penggemarnya saja.
pacarnya yang cantik dan sempurna tidak sebanding untukku.
kau tau? aku mengacuhkannya saat dia terseyum tadi, dan sekarang hatiku sesak.

16 agustus 2013
aku tidak bisa, ini terlalu sulit.
aku tidak peduli siapa perempuan cantik itu, jadi penggemarnya bukan berarti dia selingkuh kan?
baik! aku akan mulai dengan menunggu lagi!.

20 agustus 2013
hello! kakak tetangga yang sampai detik ini dan hari ini masih terus ku kagumi senyumnya.
aku menyukaimu dan bahkan tidak mengerti kenapa atau bagaimana.
aku menyukaimu dan walau hanya sesekali memandangmu ketika malam datang dibawah remang-remang lampu di pinggir jalan.
aku menyukaimu yang tidak pernah kukenal dengan baik walau hanya sebutan apalagi namamu.
aku menyukaimu yang hanya beberapa kali kudengar merdu dan indahnya suaramu, yang kurasakan sesaat teduh dan tenangnya berada disisismu.
aku menyukaimu yang memiliki semuanya dan luarbiasa sempurna.
aku menyukaimu yang hari ini memberanikan diri berkata suarmau cantik dan parasmu luar bisa indah lalu kamu membalas dengan lagi-lagi senyuman hangat dan suara lembut "kamu juga".
aku menyukaimu.. oleh karena itu bisakah aku meminta Tuhan membuat dirimu nyata dalam cerita sederhanaku?
kau berbeda, dan aku rasa aku akan segera menjadi penghuni dirumah sakit jiwa karenanya.

28 agustus 2013
mungkin Tuhan memilki rencana lain, hingga kamu tak lagi muncul dan kurasa hilang ditelan malam atau semacamnya. delapan hari, dan kamu tidak pernah kulihat pulang walau kutunggu hingga pukul duabelas malam. mungkin aku yang sederhana juga tak boleh memimpikan kamu yang luar biasa..


**************


01 juli 2013
suasana yang indah, tetangga yang ramah dan gadis kecil manis penjaga warung. 
aku rasa aku betah disni. gadis kecil itu terkantuk-kantuk di warungnya, hahha itu lucu.

11 juli 2013 
tetangga ini semakin manis. tadi kudengar dia teriak-teriak ramai, dan tak lama menyanyi riang. 
hahahaaha, gadis menarik, siapa namamu?

14 juli 2013
aku masih memperhatikanmu gadis kecil.
namamu vita kan? sudah kutanyakan pada mamamu tadi siang saat kamu kuliah. 
maukah kamu selangkah lebih dekat padaku? mari kita mulai dengan berteman dan berakhir dengan.. sesautu yang lebih dekat mungkin.. ?

25 juli 2013
hari ini melelahkan, apakah semua hal harus kuselesaikan? tolonglah.. bukankah aku boss?!
ngomong-ngomong apa yang dilakukanya selarut ini? masih menjaga warung? 
tidak apa-apa setidkanya senyummu mengobati rasa lelahku. :)

27 juli 2013
kamu yang sederhana.
kamu yang selalu membaca buku-buku tebal yang tak kumengerti berserta angka-angkanya.
kamu yang hanya diam tak bisa kutebak sedih dan senangnya. 
kamu yang manis berdiri disana setiap malam, yang seakan menungguku. 
kamu yang diam-diam mengisi ruang dalam hatiku, bolehkah aku mulai mengagumimu?..

30 juli 2013
apa yang kaulakukan sekarang gadis kecil?
masih membaca buku atau sibuk menonton entah film di layar televisi. 
pekerjaanku masih sangat banyak.
entah bagimana, rasanya aku ingin berlari kerumahmu hanya untuk meihatmu berdiri disana. 
mungkin dengan sedikit senyum manismu??


02 agustus 2013
Haruskah aku membeli sesuatu tadi? Ahhh.. gadis kecil ini ramah sekali.
Mungkin aku tak perlu lagi belanja ke supermarket.
Setidaknya aku akan lebih lama memandang kamu dari dekat, manis.
Selamat malam..

03 agustus 2013
Dia manis sekali, walau terlihat jauh di sebelah sana..
Bolehkah aku menyapanya lagi dan lagi?
Kurasa aku akan gila. Damn!

04 agustus 2013
Setelah semua keberanianku terengut, dan hanya “korek api”
Damn! Harusnya aku membeli pembalut,
Bukankah ini memalukan niko! Kau gila!
Dia akan berfikir kamu ngerokok kan, mungkin gadis itu akan berubah fikiran padaku. L

05 agustus 2013
Mbak dessi pulang hari ini, wahh.. mbak akan jadi orang pertama saksiku yang diam-diam menyukai vita.
Apa yang salah denganmu harini? Apakah senyummu belum di isi ulang??

12 agustus 2013
Apa yang salah denganya? Vita kenapa? Dia seperti mengabaikanku..
Dia membenciku? Benar kan dugaanku, dia pasti berfikir aku merokok sehingga tak lagi suka pada laki-laki begajulan perokok. Ohhh, God.. wht should i do??.

16 agustus 2013
Apa yang salah denganmu manis?
Aku seperti digantungkan bahkan sebelum kita resmi “jadian”.
Mungkin kamu sudah ada yang punya ya? Haruskah aku menyerah?
Bisakah aku melihat senyum manis itu lagi? Aku benar-benar lelah dan merindukannya.

20 agustus 2013
Apa kabar gadis manis tetangga yang selalu terlihat polos tetapi luar biasa.
Aku mulai memperhatikanmu dan tidak pernah kusadari semenjak kapan itu, kamu mulai terasa menarik bagiku.
Hidupmu, kisahmu, ceritamu, bahagiamu, tanggismu, entah kenapa aku ingin jadi bagian dari semua itu.
Aku mulai jadi seorang pemuja setia yang lain ketika harus memperhatikanmu dari balik tirai kamarku, tauhakah kamu? Aku menjadi seperti hidung belang yang menuggu mangsa.
Walaupun begitu, bisakah kukatakan aku menyukaimu.. ?
Aku mungkin tak punya cukup waktu untuk itu mulai hari esok tiba,
Aku punya masalah kecil yang akan berlangsung lama, mungkin.
Aku tak bisa lagi pulang kesana dan melihatmu dari jauh, aku harus keluar negri sementara untuk lari dari kisah pahit yang baru kukenal sekarang.
Setelah aku baik-baik saja dan sembuh, bisakah kita bertemu? Dan aku akan berlutut memintamu dengan sangat jantan. Aku berjanji akan hal itu.
Jadi, bisakah kamu menunggu untuk hari itu?..

***

Untuk seorang teman yang mengangap mencintai adalah hal yang salah dan memalukan. 
Tidak ada yang salah ketika manusia mulai memilki rasa cinta teman, manusia hidup
dengan itu,
Semua menjadi salah ketika kita menutup diri dari lingkungan dan menjauhkan rasa
cinta yang akan datang mengetuk.
Untuk kamu yang lagi-lagi takut akan rasa sakit dan disakiti.
 Teruslah  berjuang menemukan bagian-bagian lain dari sesuatu yang ingin kamu capai dan miliki.
Sssssstt.. mungkin dia lebih menyukaimu, cantik.. :)

Yang selalu kamu ungkapan tentang "teman"..


Untuk kamu yang selalu bersembunyi dalam gengsi dan dalam gemerlap lampu terang benderang tak bersuara dan menyapa bahkan ketika kamu bisa.

Untuk aku yang selalu diam menyimpan semua kata yang tidak pernah terungkap karena takut akan kenyataan dan perbedaan.

Kita sepasang manusia bodoh yang takut akan cacian dan cibiran.

Kita sepasang ‘teman’ yang tak pernah mengaku lebih bahkan ketika hati sama-sama merasakannya.

Kita seseorang yang sampai hari ini bersembunyi dalam diam dan sepi yang tak pernah saling mengungkap.

Kita yang sampai pada detik ini hanya menyakiti karena ego dan pandangan masing-masing.

Kita yang mengangap ‘pertemanan’ antara sepasang perempuan dan laki-laki tidak akan berkembang menjadi rasa kangen atau ingin memiliki.

Kita yang selalu saling menolehkan wajah ketika salah satunya berlalu dengan angin dan hembusan badai yang lain.

Kita yang sama-sama tak berani mengungkap karena terperangkap dalam gengsi diri masing-masing.
Kita yang pada akhirnya menyerah pada jarak yang membuat rasa yang tumbuh bahkan ‘pertemanan’ menjadi hilang tak berbekas.

Kita yang berhenti pada dermaga terakhir dan pada akhirnya saling mengucapkan salam perpisahan.
Kita yang seperti tak penah mengenal cinta dan pura-pura tak mengenal kasih mengabaikan rasa khawatir dan lagi-lagi menjadi egois.

Kita yang terus berbohong dan sampai pada saat ini mengangap beberapa tahun yang telah terlewti menjadi sebuah bualan kosong dan cerita yang hanya disimpan tak pernah terungkap dalam kata dari bibir rapuh secara langsung..

Kita yang terlalu berbeda, namun tetap diam-diam saling suka..

***

Lagi lagi untuk kamu, yang tampaknya masih larut dalam sebuah lingkar hitam yang tak membuatmu dewasa dan tumbuh selayaknya. Berhentilah mengeluh atas semua yang terjadi padamu, karena aku tak lagi jadi tempatmu bersandar. Katakanlah i love you, dan aku akan tinggal. Hanya jika kamu mau.. 

Selasa, 10 September 2013

Bahagia untukmu...

Sesekali aku mengingat hari itu, Bahagia yang karena hal sederhana, tertawa karena hal yang tak begitu lucu, dan berjalan dijalan yang tak seharusnya dilalui.
Terkadang aku merindukanmu, bersandar padamu membuat semuanya menjadi hari yang baik.

Aku masih ingat saat itu, ketika dunia cukup membuat langitku terasa hitam dan gelap, Dan kau hanya perlu berdiri disana, mengajakku keluar dan kita bersenang-senang. itu menyenangkan dan seketika aku lupa hari ini bukan hari yang baik atau ketika aku ingin lari dan menjauh dari dunia ini, kau seperti punya tempat persembunyian untukku lari. itu juga menenangkan. 

Ketika masa-masa yang kata semua orang masa terindah akan berakhir, "kita akan jadi begini selamanya" kurasa itu yang kudengar, "kita tidak akan saling melupakan" itu juga, "kita akan liburan bersama" itu sebuah janji, yang walau tak dilengkapi materai atau tanda tangan dan surat sah. bukankah harusnya ditepati. 

Pada awalnya kau masih disana. menyapa, bercerita, berbagi dan tertawa. 
lalu ketika kau mulai membuat jarak kecil dan membuatku sedikit marah, kau kembali dengan paksaan, ini tak menyenangkan lagi. jalan cerah yang kemarin juga tak terlihat sama. kau berubah. ternyata janji hanyalah sebuah ucapan sementara dan ketika semua mulai berlalu seiring waktu maka janji juga akan begitu, menghilang dan berlalu. 

Kau seperti lelucon dalam buku novel, atau film komedi dalam televisi. aku tak akan bosan tertawa, tidak sulit untukku. terlebih jika bersamamu, itu mudah. kau bukan yang dulu lagi ketika kembali dan menyapaku lagi. itu bukan dirimu, yang dulu tak kutemukan lagi padanya yang baru. mungkin hidup disana berbeda, mungkin disana mobil, cara berpakaian, tempat nongkrong adalah segalanya dan aku kuno, bahkan aku tak sesering itu minum kopi mahal di cafe, aku juga tak suka nongkrong membicarakan hal tak jelas di satu tempat. mungkin karena itu kita tidak berteman lagi. aku juga tak tau mode, mungkin kau malu.

Apakah itu adalah hal-hal yang penting? aku tak peduli bahkan ketika seseorang itu sangat biasa. karena kita sahabat. aku fikir, bahwa ketika kita bersahabat maka hal-hal seperti itu tidak berlaku, tapi dunia berubah. atau duniaku saja yang terdapat undang-undang seperti itu? kita sahabat, dan itu bukanlah hal yang penting dimataku.

Aku berharap banyak padamu ketika hari-hari sulit itu datang. setidaknya katakan maaf atau menyesal, atau bersedih. walaupun dan jika hanya palsu, itu akan lebih baik. kau hanya berfikir tetang nongkrong dan jalan lagi, hari-hari sulitku bukan bagian yang menarik. mungkin itu bukan dirimu, kau tertukar dengan yang lain. aku hanya mulai merasa kehilangan janji itu. 

Apakah menyenangkan? maksudku disana. hingga kebiasaan dan cara hidup yang baru membuatmmu bergerak jauh dan semakin menjauh. apakah group itu adalah group idola? aku hanya mahasiswa biasa disini, tak sehebat itu. apakah teman-temanmu sangat menyenangkan? hingga bahkan pesan singkat tak lagi ada bahkan hanya untuk menyapa. apakah semua social mediamu sudah kehilangan sinyal, dan tak melihat status dan tulisanku yang galau dan kesepian? tetapi kau selalu ada di twitter dengan aktivitasmu yang sepertinya super padat, dengan teman-temanmu yang super gaul. melupakanku.

Mungkin aku iri, mungkin aku marah dan kau memang tak lagi sama. sahabat hanya seperti ini, hanya saja aku baru menyadari itu. itu hanya sebuah ucapan biasa, bukan janji hingga hanya aku yang berfikir akan menepatinya. dunia yang kau tinggali tak mengizinkamu untuk itu. untuk kolot dan biasa sepertiku. iya kan?.

Apa kau bahagia? aku kesepian. apakah duniamu menyenangkan? banyak hal-hal buruk terjadi padaku. apakah kau punya banyak orang disampingmu? aku punya.dia hanya seorang, dia biasa, dia menemaniku dengan sangat baik, dia sederhana dan aku sayang padanya. Dia sahabatku. duniamu indah? hingga kau lupa bahkan hanya menyapa atau menanyakan kabar. teman-temanmu pasti sangat luar biasa. mereka menyenangkan, mereka baik, mereka tau mode, mereka suka nongkrong. aku tidak seperti itu ya?

Aku akan membiarkanmu pergi. seseorang boleh berubah. kenangan ya kenangan. semoga hidup barumu bahagia ya.. aku akan bahagia untukkmu, aku tak cukup berkualifikasi untuk pergaulan hidupmu yang baru. tidak! bukan kau yang salah, hanya saja aku yang menyerah. aku tak akan menunggu lagi untukmu datang dengan senyum seperti yang lalu, sahabatku yang itu telah berlalu dan jauh. 


kamu yang sedang menikmati hidup yang baru disana, 
dengan tulus aku lagi-lagi berkata, "aku bahagia untukmu.."

Minggu, 08 September 2013

Bisakah aku...?

Aku berasumsi,
Bermimpi tentang mencapai sebuah kisah indah yang akan menjadi nyata.
Semua dapat kulakukan, bahkan aku bisa mengepakkan sayap dan terbang tinggi.
Kuberikan semua harapan dan kekuatanku untuk tetap berdiri dan berpegang erat pada keyakinan,
Lalu kenapa kau, dia dan yang lainnya selalu membuatku mundur dan menyerah?
Ucapku dalam hati, aku akan! Aku bisa! Akan kutunjukkan!
Lalu seketika kalian hanya berbisik, menyerahlah..
Aku tak cukup rapuh untuk berhenti, tetapi batin dan hatiku tak juga terlalu kokoh untuk bertahan dan berpura itu tak terjadi,
Kulakukan. Dan seluruh tenangaku kuhabiskan untuk sisa harapanku yang terakhir itu,
Dan kenapa semua menjadi hal yang sangat sulit untukku?
Bisakah aku membenci hal itu?
Ketika semua tenaga dan keyakinan runtuh sedikit demi sedikit menjadi sebuah harapan sayu,
Sepertinya mereka benar..
Lalu kalian tersadar dan berhenti menghentikan lalu berbalik memberi harapan,
Dan, tapi itu semua sudah terlalu melelahkan
Hingga tenaga yang seluruhnya telah menjadi harapan tak lagi jadi kekuatan,
Aku telah lemah tegulai dan lesu,
harapanku untuk bisa dan bertahan sudah terkikis! 
Seiring dengan tak ada kepercayaanmu, tak pernah dukunganmu, dan rasa takutmu.
Aku lelah mencoba membuatmu percaya, aku bosan menjadi berani, aku bahkan mulai berhenti untuk bermimpi.
Aku mulai tak lagi percaya pada mimpi itu,
Mungkin itu hanya caraNya untuk menyenangkan hatiku saja,
Mungkin katanya benar untuk menyerah,
Mungkin itulah aku yang tak bisa,
Kenapa aku runtuh dan sangat lelah seperti ini? Bahkan mereka tak menyentuh bahkan setitik kulit luar raga kokoh ini.
Kenapa aku ingin berhenti dan merasa tak ingin lagi mencoba? Mereka tak membentak, mereka hanya berbisik.
Dan seketika pertahanan dengan ribuan kepercayaan diri, rasa berani dan keyakinan itu runtuh.
Bisakah aku?
Aku tak yakin lagi, tak seperti kemarin ketika ribuan rasa berani itu menyelimuti.
Mampukah aku?
Aku tak mengerti lagi, tak seperti kemarin dengan ribuan pemahaman yang membuat semuanya seakan akan benar nyata dan seperti terjadi.
Akankah aku?
Aku tak bisa meyakini lagi, seperti lalu ketika senyum dan tawa semangat bagai ribuan tenaga yang selalu di isi ulang lagi dan lagi.
Kenapa mereka begitu padaku? Kenapa perlakuan untukku begitu? Berbeda padaku?
Bisakah aku?
Ketika mentari tak menyapa dengan hangat dan pasti.
Bisakah aku?
Ketika sedikit masa depan memperlihatkanku pada perubahan dan mimpi-mimpi itu tak kumiliki.
Bisakah aku?
Bahkan kau dan sekarang diriku pun tak lagi yakin aku bisa.
Bisakah aku?
Saat semua bukti menujukkan padaku semua itu mungkin tak berarti.
Aku akan disini menunggu datangnya hari, menemukan apa yang hatiku cari, melihat nyatanya sebuah mimpi, mengapai apa yang menjadi imajinasi, terseyum manis pada dunia atas pemilik hati, menjadi awal dari sebuah lembaran baru yang menjadi dongeng yang mengisi hati, membahagiakan, mengapai, menjadi, memiliki apa yang duniaku cari.
Bisakah aku....?

Rabu, 04 September 2013

Goresan kisah dariNya

Manusia berencana, tapi Tuhan yang menentukan..
Manusia meminta, tapi Tuhan yang akan merencanakan..
Manusia berdoa, dan Tuhan membuat sebuah jalan cerita..

akan sulit untukku menemukanmu, 
bahkan mungkin tidak kutemukan lebih jauh, 
bayangmu, dan walau hanya bayangmu akan semakin jauh
mungkin hangat gengaman tanganmu, pelukan erat kasih sayangmu, pengorbananmu, rasa citamu,
yang kutunggu, 
akan selalu menjadi kata "yang kutunggu", 
bolehkah aku menangis? ini hanya terasa tidak adil,
ketika sebuah tanda kecil yang membuatku merasa akan menemukan, 
taukah kau betapa aku bahagia karena itu? dan ketika kutau tak lebih dari sekedar harapan dan lagi kosong,
tidak apa-apa, semua baik-baik saja. 
manusia berencana, namun Tuhan akan menjadi juri atas rencananya. 
manusia meminta, namun Tuhan yang akan memberikan sesuatu menurut jalanNya.
manusia berdoa, dan tuhan akan menuliskan sebuah kisah yang takdir kataNya. 
aku meminta padamu, berdoa untuk sebuah kisah yang kuciptakan bahkan sampai aku lelah dan tertidur, 
aku berdoa dan dalam setiap doaku kembali kuselipkan dunia dan kisah yang kuinginkan terjadi di dalam hidupku, 
aku berasumsi menginginkan dunia itu dan menahan semua sakit dan perih berharap Engkau akan datang dengan hari itu,
aku berimajinasi seakan hari itu akan datang dengan sangat jelas terbentang indah di depan jalan sana, 
dan kurasa Engkau belum mengizinkan untuk semua itu terjadi, 
dan mungkin Engkau memilki rencana yang lain untuk sebuah kisah yang lain, 
dan mungkin Engkau ingin menujukkan hal yang lebih baik dan lebih banyak untukku nanti, 
apapun itu.. bagaimanapun itu.. 
aku hamba milikMu dan kusadari itu sepenuhnya, 
apapun kataMu, apapun kehendakMu, apapun cerita yang Engkau lukiskan untukku, 
indah ataupun cantik, hitam ataupun putih.. sakit ataupun senang.. 
terimakasih untuk hari itu Tuhan, 
yang akan terjadi biarlah terjadi, dan semua yang kan menjadi biarkan menjadi..
aku akan hidup dengan ridhoMu, mati dengan jalanMu dan memiliki kisah dari goresan kisahMu.. 

Rabu, 28 Agustus 2013

Satu lagi hari luar biasa..

"Saya sebelumnya tidak tau bahwa teman adalah seperti itu. bahwa supir dan barang-barang serta kedudukan orangtua mu akan berperan dalam pertemanan, bahwa ketika kita mulai memiliki teman kita harus memilki banyak hal"
"Saya yang angkuh menyerahkan segalanya, menjadi egois dan kaku, memerintah dan berteriak seakan dengan ribuan sayap yang terbang jauh dan tinggi".
"Bagi saya, ayah saya lah mario teguh.."

***** 
      Dijalan-jalan setiap orang sedang mencoba menjalani aktifitas, masih terlalu pagi dan semua orang sibuk untuk mengejar hidupnya hari ini. aku memandang ke luar jendela, berdiri karena kehabisan tempat duduk di bis, angkutan kota yang tak terasa panas ini. jam 06.30 dan hari masi pagi, mentari bersinar dengan sangat ramah, lembut dan sejuk. aku berdiri dengan kokoh, berpegang pada pegangan kecil pada bis, berdesak-desakan dan merasa ikhlas dalam hati. 
     Pagi ini kampus masih sepi, kegiatan perkuliahan belum aktif sepenuhnya, maba yang masih sibuk ospek atau dosen yang masih pulang kampung, entahlah.. tapi beberapa temanku sudah disana, menunggu mungkin ada dosen rajin yang masuk dan mengajar harini dan aku bergabung, menunggu.
     Banyak hal yang ada di dalam hatiku sekarang, seperti aku akan menjalani kehidupan yang sulit mulai saat ini, atau kapan masalah ini selesai, kenapa harus aku, bosan, atau ingin lari mungkin tapi aku hanya diam tak bersuara, seakan semua baik dan memang semua akan baik saja fikirku. ini hanya akan menjadi aktifitas baru, dan lambat laun aku akan menerimanya. 
     Tak lama kemudian dia datang, teman dekatku yang kemana-mana selalu bersamaku. panggil saja dia tata, seorang gadis berjilbab yang sederhana yang terkadang membuatku berfikir keras dengan sifatnya yang tak pernah sama setiap harinya. kadang ia lembut, kadang ia keras, kadang ia terlihat jahat, terkadang dia sedkit aneh, ambisius, dan terkadang dia akan jadi orang yang sangat baik. mungkin dia seseorang dengan kepribadian ganda? tapi dia teman dekatku, akan aku terima bagimanapun dia. 
     Lebih dari dua jam dan tak ternyata tak ada dosen yang cukup rajin berniat mengajar pada hari ini, atau memang hanya karena kami yang telalu rajin? entahlah. dua jam waktu yang lumayan kan untuk menunggu dan jika memang tidak ada yang akan datang berarti memang tidak ada mata kuliah lagi untuk hari ini.
     Aku dan teman temanku yang lainnya akan pulang, tidak ada lagi yang harus dilakukan setelah dua jam menunggu tanpa kabar pasti seperti ini kan? setelah berbincang hal-hal yang ngelantur sedikit kami akhirnya pergi. 
     Aku dan tata tidak berniat pulang, sebenarnya berencana mencari beberapa kepeluan kuliah jadi kami tidak buru-buru pulang kerumah. kami dijalanan, membelah jalan yang masih pagi dan tak terlalu panas mencari sedikit kenangan atau menemukan bahan-bahan yang diperlukan untuk hari esok. tempat pertama yang kami datangi adalah warung sederhana di dekat sekolah lamaku. mereka menjual mie pangsit yang selalu menjadi makanan favorit tata kalau pergi ke sana. 
     "mie ayam pangsit satu!" pesan tata dengan tegas. 
     "pangsit campur bakso aja, ga pakek mie!" kataku menambahi
     "minumnya apa mbak?!" pelayan toko tak kalah tegas
     "es teh manis dua" kataku lagi. 
     Tak berapa lama pelayan kembali dengan pesanan kami, tak cukup waktu lama mie ayam pangsit tadi dilahap dengan cekatan oleh tata, dan aku tak kalah hebat tentunya.
     Kami masih sibuk dengan menikmati mie dan pangsit. hati kecilku berbisik pelan, "apa yang kaulakukan disini? harusnya kau pulang saja menemani mama atau lakukan hal lain." yang lain lagi berkata "tidak apa, hanya menghirup udara segar saja sebentar." dan aku menurut. 
    Setengah habis, tata mulai bicara lamban dan aku masih sibuk dengan pangsitku tak begitu mendengarkan.  tata bicara lagi, dengan nada yang lebih lamban dari sebelumnya aku mulai mencoba memahami, mendengarkan.
     "aku dulu dibully na.. sampe sekarang aku masih inget muka dia yang teriak-teriak larian disekolah ngata-ngatain aku."
     sebenarnya terlalu sering aku mendegar ungkapan dibully ini tapi tata tak pernah bercerita dengan lebih jelas, sepotong-sepotong lalu mengambang tak berarti. Tata masih diam berfikir sejenak untuk mencoba memulai sebuah cerita singkat, dia tidak pernah menyerah atas apapun, emosi, semangat, optimis, dia seakan bisa menginjak dunia dibawah kakinya dan berteriak dengan lantang. Hari ini, tata tertunduk lesu dan perih mengingat rasa sakit dan luka.
     "Aku sebelumnya tidak tau bahwa teman adalah seperti itu. bahwa supir dan barang-barang serta kedudukan orangtua mu akan berperan dalam pertemanan, bahwa ketika kita mulai memiliki teman kita harus memilki banyak hal"
     "Aku yang angkuh menyerahkan segalanya, menjadi egois dan kaku, memerintah dan berteriak seakan dengan ribuan sayap yang terbang jauh dan tinggi".
     "Aku punya segalanya na, bisa di bilang begitu. Tapi waktu tiba-tiba semua hilang begitu papa kena masalah, aku jatuh ga berbekas, rasanya luar biasa. Aku percaya papa na, aku tau dia bukan orang yang akan gambil hak orang lain. Oke dia dipenjara hampir setahun tapi satu kalipun dan satu detikpun aku ga pernah denger papa ngeluh dan putus asa, papa ga pernah tandatangan kalo papa bersalah na! Aku percaya dia, aku yakin dia ga pernah salah".
     Perlahan waktu seakn berhenti sejenak, hany sejenak semua perasaanku campur aduk, dia? Maksudku seorang tak pernah menyerah pernah mengalami masa-masa yang paling sulit. Tata bicara lagi, melanjutkan cerita.
     "Waktu pertama kali aku tes universitas dan ga lulus, aku nangis ga berhenti na, sehari seminggu sampe papa bilang bahwa papa tes ribuan kali buat jadi pns dan selalu gagal, tapi papa ga pernah nyerah sampe akhirnya posisi papa udah setara sama pejabat-pejabat gedongan."
      Lagi, aku memutar semua kenangan pahit yang ku alami semua pahit dan aku fikir hidupku yang terpahit, bukan ternyata semua orang punya luka walaupun itu sudah berlalu, luka adalah luka.
      "Aku masih cukup kecil buat nerima ini na, aku masih inget dia anak laki-laki itu lari ke semua sudut sekolah SD ku buat teriak terikin nama papaku, Hermawan korupsi, hermawan korupsi, hermawan korupsi!! Aku mau lari ke dia buat nuup mulutnya dengan tanganku na, cukup! Tapi aku ga bisa. Aku cuma pulang dan ngabisin waktu berjam-jam buat nangis di kamar mandi, aku cuma anak SD na..".
     "Semua cuma masalalu ta, sekrang semua udah berubah". Well, buat saat ini cuma ini yang bisa keluar dari mulutku.
     "Waktu itu keadaan parah banget, rumah kacau segalanya jadi susah banget tapi papa ga pernah pesimis, dia selalu kasi angan-angan yang tinggi, kata-kata yang luar biasa buat aku bangkit, kata semua kakakku itu bohong na tapi aku percaya papa."
     "Semua orang suka mario teguh, tapi buatku na.. papaku lah mario teguh.." 
   Kami terdiam sejenak, aku masih mencerna kata-kata itu, mata tata yang berkaca-kaca sejak awal sekarang sudah menjadi butiran airmata semua tumpah jadi satu. Rasa bangga, sedih, sakit, bahagia, semuanya. Aku bangga dengan gadis sederhana yang berdiri kokoh didepanku ini, gadis yang selalu penuh dengan optimisme, semangat dan kerja keras. Dia terjatuh dan berhasil bangun dengan sangat angun, sesoranf yang pernah kuragukan dengan caranya yang tegas. Aku mengerti bagaimana dunia berjalan sekarang.
     "Itu dulu ta, sekarang semuanya masalalu. Kamu luarbiasa sekarang ta, ga ada lagi yang nge bully kamu. Aku disini akan dateng belain kamu ta. Nanti.. entah beberapa tahun lagi, atau berapa lama waktu berlalu ketika kita sudah dewasa, kita bakal punya kerjaan yang luar biasa ta, segalanya akan cukup dimasa depan, terus kita harus jalan-jalan keluar negri bareng, kita tunjuk tangan kita kearah orang yang selaku ngebully kita dan ngangep kita rendah. Hey! Liat saya sekarang!."
    Senyum kecil diwajahnya terbentuk, semangat baru barusaja kembali tumbuh. Dia kembali menjadi tata yang kemarin dan selama ini aku kenal. Tata, gadis sederhana yang pintar yang penuh dengan semangat, yang selalu berfikir optimis, dan tersenyum dengan ikhlas dan manis. Ini baru temanku.
     Aku fikir mungkin ini hadiah kecil lainnya dari Tuhan untukku. Selain mama yang luarbiasa, papa yang tepat, kakak yang baik, adik yang selalu membawa sejuta cerita dan teman teman seperti tata yang luarbiasa.
    Ini lebih dari cukup. Terimakasih Tuhan, atas segala sesuatunya. Aku tak akan lagi marah ketika mereka mencela dari belakang, membicarakanku, membicarakan keburukanku kepada musuhku atau orang lain dan berpura-pura baik padaku. Tuhan akan tau hal itu, biarkan Tuhan yang akan menghukum mereka.
     Aku tak akan lagi meminta papaku menemukan tambang meas lalu kami sekluarga akan hidup menjadi nyonya dan tuan, haha. Aku akan meraihnya sendiri dengan tanganku untuk masadepanku.
     Aku tak akan lagi bermimpi untuk pangeran tampan dengan lamborjininya, aku hanyaningin seorang pemuda yang mencintai aku dengan ferarinya, haha. Tidak, aku ingin seseorang yang mencintaiku dengan ridhomu dengam takdirmu.
     Dan beginilah hari ini berakhir. Dengan senyuman, semangat baru, dan airmata rasa beryukurku untuk hidupnyang luarbiasa ini.

Untuk seseorang tegar dan luarbiasa seperti sesorang yang saya ceritakan. 
kalian luar biasa, hidupalah dengan penuh cinta dan semangat, raih apapun kamu inginkan.
jadilah indah.
untuk seorang teman saya yang membangunkan saya dari rasa takut dan menyerah, terimakasih tetaplah seperti itu kawan bersinar dan terang.

Minggu, 25 Agustus 2013

something hides

Pasrahlah dan menyerahlah jika ia menyakitimu, dan walaupun pedang-pedangnya yang bersembunyi pada sayap sayap itu menusukmu melukai seluruh jiwa-jiwa lelahmu membangunkan sisi gelapmu. 

Minggu, 11 Agustus 2013

Deception

"menyenagkan?" "iya."
"benarkah?" "aku tidak yakin."
"kenapa?" "tidak tau."

berjalan membusungkan dada, sombong, percaya diri, seakan ratu dan raja lalu semua memandangmu, egomu nomor satu, gayamu juara tingkat internasional, caramu bicara sombong, langkahmu pasti! uangmu berlimpah! pakaianmu bermerek! pergaulanmu luas! kamu indah! benarkah? hidupmu penuh dengan tipuan kawan.
menyenangkan tapi palsu! menyenangkan tapi sesungguhnya tidak juga begitu dan kau bangga seakan itu adalah segalanya. berdoa dan bermimpi untuk hidup yang sesungguhnya seperti itu. benarkah hidup seperti itu indah? iyakah itu mimpi yang sesungguhnya? caramu tidak pantas untuk itu, atau mungkin kau tidak terlahir untuk itu. sepertinya aku butuh dokter jiwa, psikologi, atau semacamnya? ada yang salah dengan hatiku. tidak! mungkin dengan fikiranku.

Kamis, 08 Agustus 2013

ambigu

Dia menyerah
Dia diam membisu
Dia tak lagi berharap akan adanya mentari indah
Dia duduk dan diam dalam hening dunianya
Dia berdiri dan bangkit mecoba mengucapkan salam manis pada sang mentari
Dia kembali tertunduk lesu dan menyerah atas apa yang terlalu sulit baginya di dunia
Dia bertanya pada hati dan semua yang bernyawa dalam fikirnya, benar dan salah
Dia membandingkan dan menarik kesimpulan
Dia bangkit kembali seakan semua baik-baik saja
Dia kembali jatuh dan lebih tersungkur terluka dari sebelumnya
Dia merintih dan kesakitan menangis dalam diamnya
Dia kembali berdiri karena hanya itu pilihan yang ia punya
Dia merasa lebih sakit dan tidak membaik dari sebelumnya
Dia menemukan cahaya kecil dan berdiri lagi
Dia mencoba terseyum pada dunianya lagi
Dia bangkit dan percaya lagi bahwa Tuhan nya selalu ada di sana
Dia berharap dan berdoa lagi untuk hari itu
Dia membangun lagi benteng yang jauh lebih kuat dari sebelumnya
Dia menata lagi mimpi yang lebih kokoh dari puing-puing yang hancur dan berkeping
Dia akan bangkit lagi dan berdiri tegap, lebih hebat, lebih kuat, lebih tangguh dari sebelumnya
Dia akan meraih mimpi-mimpinya itu dan segalanya akan indah
Dia akan menemukan sesuatu yang tepat dan terus bahagia atasnya
Dia akan membahagiakan orang lain untuk apapun yang ia lakukan
Dia akan baik-baik saja sekarang..

Rabu, 31 Juli 2013

Sebelas hari, dan kau masih seperti hari pertama

Sudah lebih dari sepuluh hari, dan kau masih di sana tak berdaya dan lemah. Taukah kau? Harusnya aku marah, harusnya aku membenci dan beberapa hari ini itulah yang kulakukan.. kenapa kau selalu membuatku menangis? Kenapa kau tidak pernah berfikir bahwa kau akan melukai orang lain? Aku sangat benci ketika aku melihat semua terluka karenamu dan aku juga.

Aku duduk di lorong-lorong tempat ini sekarang. Dan dia yang kau sakiti dengan sangat perih masih tetap berada disana, berdoa, merintih, sedih dan meski kau sudah merengut segala rasa bahagianya karena perlakuanmu, dia masih diam disana tulus berdoa untukmu. Dia luarbiasa kan? Dia akam jadi idolaku mulai saat ini.

Sudah sebelas hari.. dan kau masih sama seperti hari kemarin. Diam, tak banyak bicara, dan terkulai lemah. Harusnya ak berdoa agar dirimu tak lagi ada, aku sangat sakit ketika bahkan kau tidak pernah benar-benar menjadi pahlawanku tapi aku berdoa sekarang, tadi, kemarin bahkan kemarinnya lagi. Cepatlah kembali, cepatlah berdiri dan kembali seperti dahulu, aku bosan melihatmu begitu. Aku sakit melihatmu begitu.

Taukah kau? Bahkan aku tak pernah membayangkan akan lama memandangmu disini, aku tak lagi rapih dengan pakaian bak seorang putri yang berbeda dengan rakyat jelata, aku hanya seorang biasa yang lusuh sekarang. Menunggumu, berdoa untukmu, berharap pada Tuhan agar semua cepat belalu. Jadi, walau sudah kulepaskan gelarku yang itu bisakah kau bangun dan membaik untukku? Kita harus segera pulang, liburanku akan segera usai.

"Hidup ini penuh dengan tipuan, dan pada suatu titik kamu akan menemukan apa yang penting bagimu tidak akan menjadi hal yang penting lagi". Itu benar. Aku 4ak lagi berharap hal yang lain selain kau kembali kerumah dan semua baik-baik saja.

Aku mulai akrab dengan tempat ini, dan walaupun begitu aku tak mau berharap ada disini lebih lama. Jadi, bisakah kau cepat kembali? Semua orang yang mengenalmu ada disini, mereka datang untukkmu, tidakkah kau tau, kau tidak sendiri? Sayap-sayapmu sungguh banyak dan mereka hanya datang untukmu. Mungkin aku salah, mungkin kau orang yang sangat baik.

Kita.. tidak pernah benar-benar berbicara dengan baik. Aku hanya terus membencimu karena semua perlakuan dan tingkahmu. Harusnya aku tak begitu ya. Aku mulai merindukanmu. Cepatlah kembali dan baik-baik saja, kumohon. Aku bosan ada disini dan aku ingin semuanya kembali seperti dulu. Ketika semua akan jadi baik-baik saja, berjanjilah padaku dan mereka! Jangan sakiti kami lagi ya..

Pa.. semua sudah termaafkan sekarang, aku tak akan lagi marah dan benci. Bisakah kau cepat sembuh pa? Dan kita akan mulai lagi dari awal, seperti dulu...

Minggu, 28 Juli 2013

Dear God..

Hari ke-8
Kami tertawa hari ini, kemarin, kemarin lagi, dan kemarinnya lagi. semua nampak baik-baik saja, dan menjalani hidup dengan cara yang biasa. entahlah, mungkin ketika hari sudah berlalu beberapa saat disana semua mungkin merasa lelah. satu per satu menujukkan amarahnya. dia, aku, dan yang lainnya. berkali-kali aku bertanya, apakah ini? benarkah ini? ini tampak bukan seperti dunia nyata, mungkin aku bermimpi atau mungkin aku sedang menjalani sebuah peran dalam film lalu.. saat hari ini berkhir dan hari esok tiba saat aku bangun pada pagi hariku. ini bukanlah mimpi, aku ada di sini dan menjalani hari sulit ini. haruskah ini terjadi? kenapa kaktusmu tak juga menjadi bunga yang indah Tuhan, hingga durinya terus tumbuh semakin dan semakin meruncing menusuk lebih dalam? kenapa aku semakin membenci, aku takut meminta lagi padamu untuk sesuatu yang Engkau mengerti. Dear God... turunkanlah hujanMu, biarkanlah anginMu berhembus pada kami, dan waktu berlalulah dengan segera hingga luka daripada duri itu tidak lagi begitu menusuk dan sakit. masa-masa yang yang luar biasa, datanglah dengan segera..

Jumat, 12 Juli 2013

Cintamu tak pernah seindah cintaku


“Cinta it lucu. Bolehkah aku bilang begitu?” Mungkin kamu akan berteriak, “bodoh!” Hingga seisi ruangan akan menoleh jika aku bilang begitu.

“Cinta itu bohong”. Dan kamu akan marah dan merajuk membuang muka dan mulai merasa sedih atas cintamu.

“Cinta itu palsu”. Lagi lagi kamu akan mengamuk dan membentak tak terima lalu diam sejenak berfikir apa kesalahanmu hari itu.

“Aku bicara lagi ya? Boleh kan? Cinta itu bukan sesuatu yang penting, sederhana, membosankan, aku jenuh dan kadang-kadang kamu ga peduli bahwa itu ga lagi jadi hal yang asik seperti pertama kali kamu lakukan”. Dan aku tebak kamu sedang merintih, berteriak dalam hati kesakitan karna ucapanku. Sesekali akan berfikir untuk melepaskan dan memberiku hukuman dengan menjauh.

“cinta harus menunggu? Tidakkah itu bodoh? Berhari-hari? Bertahun-tahun? Selamanya? Siapa yang melakukan hal dalam drama bodoh begitu?” kamu akan mulai mengingat-ingat dan berfikir satu tahun hanya sebentar untuk kata menunggu dan kamu bukan orang bodoh karena satu tahunmu itu, iya kan? Pasti begitu.

“kesetiaan? Iyakah? Walaupun dia jatuh sakit hampir mati, atau dia tak sempurna dan cantik ataupun tampan lagi seperti dulu ketika umurnya masih belia?”. Saat ini kamu akan diam menguji batin kecilmu dan bertanya-tanya dalam hati, apakah aku orang yang setia?.

“boleh aku menjelaskan?” kamu akan berdiri dan berjalan menjauh meninggalkanku duduk sendiri menunggu disini, setidaknya kamu mengantarku hingga gates kepergianku dibuka kan? Tapi egomu dan rasa tidak percaya dan meyerahmu membuat kamu melangkah dan pergi dari sini. Aku tidak salah kan? Maksudku semua itu mungkin benar. Aku sudah mengirim paket kecil kerumahmu, dan beberapa hari setelah hari ini mungkin paketnya sudah sampai. Kuberikan bagian hidupku untukmu, jaga baik-baik ya. Aku selesai dengan ceritaku, dengan cintaku, dan dengan cintamu yang tak seberapa dibanding milikku. Selamat tinggal cinta manis yang kamu beri untukku.
 *****
Maaf, aku hanya punya sepasang boneka beruang kecilmu yang dulu kauberikan. Kurasa aku tak lagi bisa menjaganya tetap utuh bersama, aku terlalu jahat pada diriku yang bertahan padamu. Kurasa aku butuh seorang yang lebih baik daripada kamu. Terimaksih untuk hubungan ini sayang, hidup yang baik ya..
Cinta itu lucu, hingga terkadang aku tidak bisa tertawa pada diriku sendiri yang tak pernah berhenti mencintaimu bahkan ketika hari sudah senja dan terlalu lelah untuk melanjutkan fikiranku tentangmu itu. Lucu kan?
Cinta itu bohong. Bahkan ketika kamu berkali-kali berpura tersenyum manis padaku ketika aku bicara dengan sepenuh hati dan perasaanku mengenai semua yang tak kau ketahui atas masalahmu dan mencoba membantu atas semua rasa sakitmu, aku tau. Tapi aku terlalu bodoh dan tolol untuk marah ataupun menjauh atas perlakuanmu.
Cintamu palsu. Untuk seseorang sederhana yang tak punya wajah rupawan luar biasa seperti mantan-mantanmu yang juga luar biasa dan untuk semua perlakuanmu yang menutupi akan hadirku dari semua teman dan keluargamu, iya. Aku mengerti kamu cukup malu untuk menujukkanku yang sederhana ini pada mereka yang luar biasa. Dan lagi lagi dengan bodohnya aku mengerti dan menerima semua perlakukanmu, tersenyum manis seakan kamu mahluk paling sempurna didunia ini yang pernah ada dalam pelukanku.
Kamu terkadang bosan pergi dan mengajakku bicara hal-hal sederhana yang buatku sesuatu yang berarti seperti kita benar-benar menjalin sebuah hubungan, tetapi aku tidak pernah bosan mendengar keluh kesahmu atas masalahmu ataupun duniamu yang katamu tidak adil, bahkan aku akan terus ada disisimu hingga kau kembali pada dirimu yang ceria dan kuat.
Kita pergi, kita mengirim sms, kita bicara melalui telepon, atau kita lakukan hal-hal lain layaknya seorang yang benar benar menjalin hubungan. Dan berkali-kali aku harus terus dan terus sabar menunggumu yang moody untuk membuat semua itu jadi menarik, bukan hanya pertengkaran dan lagi-lagi pertengkaran yang membuat aku pergi dan beberapa hari kemudian kamu akan datang membawa seikat bunga, boneka, kue manis, ataupun hal yang lain berulang kali dan meminta maaf. Aku tak pernah mengangap semua itu hal yang membosankan.
Kamu berulang kali menjelaskan betapa kamu menunggu lama karena satu tahun yang kau habiskan menjadi temanku untuk merebut hatiku, ketika marah, ketika kita bertengkar, ketika kamu merasa hal-hal kecil yang tidak adil untukmu atau hanya untuk egomu.
Aku menunggu untuk sepanjang waktuku berasamamu, sepanjang aku mengenalmu dan sejak pertama kali kamu memperkenalkan namamu dihadapanku. Menunggu hatimu yang benar-benar terbuka atas diriku, bukan perubahanku. Menunggu untuk kamu yang akan menerima atas kekuranganku dan bukan melulu kelebihanku. Menunggu untuk setiap sifat kekanakamu yang akan berkurang atau setidaknya perubahanmu yang akan berbalik mencintai dan menghormatiku, setidaknya begitu. Kurang lebih semua ini hanya lima tahun.
Kesetiaan? Kamu akan marah ketika aku mulai bicara dengan laki-laki lain yang mau dengan sabar mendegarkan. Aku akan menurut seakan dosa untukku bicara bahwa aku hanya butuh teman. Kamu akan pergi, menghabiskan waktu dengan duniamu dan dengan orang-orang luar biasa dalam duniamu itu sepanjang hari dan melupakan untuk datang menjemputku ketika aku sudah menunggu lebih dari dua jam tanpa kabar ataupun berita. Dan aku tetap mencintaimu atas semua itu, selalu.
Aku menunggu dibukakan pintu untuk hatimu. Aku setia atas setiap perlakuanmu padaku. Aku tidak pernah bosan, tidak pernah berbohong dan berpura-pura dihadapanmu, aku mencintaimu dan karena itu semua aku bertahan. Hingga waktu tak lagi cukup adil untukku. Hingga perih dan sakit, tidak lagi tertahan dihatiku. Maaf sayang, aku akan mencampakkanmu.



Maaf, aku hanya punya sepasang boneka beruang kecilmu yang dulu
kauberikan. Kurasa aku tak lagi bisa menjaganya tetap utuh bersama, aku terlalu jahat pada diriku yang bertahan padamu. Kurasa aku butuh seorang yang lebih baik daripada kamu.
Terimaksih untuk hubungan ini sayang, hidup yang baik ya..


Kamis, 11 Juli 2013

Dia yang akan jadi nyata, bukan imajinasi..

Dia terlihat tegas dan keras di luar, tapi berkepribadian lembut dan penyayang dari dalam. dia terlihat kuat dan berani dari luar namun pada kenyataannya dia penakut dan lebih banyak diam atas rasa sakitnya. terkadang dia sangat menyebalkan dengan sikapnya yang selalu tidak pernah serius, tapi ketika pada waktu yang seharusnya dan tepat dia melindungi dan mengerti pada situasi yang paling sulit. dia tidak pernah mengalah tetapi dihadapan seorang wanita dia selalu kalah. dia selalu marah tetapi dihadapan seorang wanita dia tidak pernah marah. dia mengerti bahkan ketika airmata ataupun sebuah kata tidak mewakili hati untuk meceritakan rasa perih. dia memeluk hangat walau ketika reluk asa dan letih sudah tak lagi bicara meminta dikasihani. dia menenangkan walau keadaan dan hujan yang tak henti merisaukan membuat hati semakin takut dan perih. itu adalah dia.

Kulitnya putih, namun tak terlihat lemah akan matahari. tubuhnya tinggi tapi tidak hanya melulu tulang dan kulit. dia berisi tapi tak disemua bagian penuh dengan lemak menganggu dan menutupi. tangannya besar dan halus, tetapi tubuhnya sedikit kasar karena dia seorang lelaki. rambutnya hitam dan tak pekat, kasar mewakili hatinya yang keras atas pendirian dan sikap jika ia sudah memilih. sepasang pundaknya berdiri tegap, seakan siap bertanding memperebutkan sesuatu yang siap untuk dipertahankan. hidungnya mancung. wajahnya.. aku tidak tau pasti, tapi dia manis dengan senyum yang hangat menujukkan hati yang penyayang dan baik. itu adalah dia. 

Dia tidak pandai memilih dan selerany aneh, tetapi ketika sesuatu itu adalah untuk seseorang yang penting baginya maka dia akan memberikan yang terbaik. dia tidak pandai berbohong dan berpura-pura tetapi pada saat yang tepat dia menutup rapat rasa sebuah rahasia yang seseorang titipkan padanya. dia tidak pernah berfoya atas semua yang dia miliki, tetapi untuk setiap orang yang dia sayangi bahkan awanpun akan dia beri.dia tidak pernah menjaga diri, tetapi menjadi bodyguard bagi perempuan-perempuan yang dia cintai. dia tidak pernah membagi hati, hanya satu untuk seseorang sebagai pendamping hingga ia mati. dia tidak pernah menangis, tetapi ketika ibunya dan wanitanya terluka saat itulah hatinya meronta dan ia menanggis. itu adalah dia.

Dia tidak pernah menunggu, tetapi untuk seorang wanita yang ia sayangi dia akan diam dengan sabar menanti. dia suka berlari namun tak pernah pergi atas masalah jika memang adalah kesalahan yang ia lakukan. dia tidak pernah membenci, namun jika kamu menyakiti miliknya maka ia akan pergi. dia suka berbagi, mengambil bagian peristiwa dan mengabadikan semua itu dalam sebuah album miliknya. dia suka senyum, dia suka tawa, dia suka anak kecil, dan terkadang dia seperti anak kecil. anak kecil yang tersesat. itu adalah dia. 

Dia akan duduk menunggu di restoran, menanti dengan sabar dan senyum. di balik tangannya seikat bungga mawar putih sudah ia persiapkan, dia bahagia, bahkan sebelum seseorang datang untuk melengkapi senyumnya. dia suka menanggung perih orang lain, namun tak suka perihnya diketahui. dia senang memeluk hangat hati yang terluka, namun dia tak peduli bahkan jika hatinya patah dan mati. dia berteriak dan memaki ketika kamu mulai berhenti dan kehilangan diri, namun dia akan diam tak bersuara dan sepi ketika dirinya lebih daripada perih dan mati rasa. itu adalah dia. 

Dia datang membawa senyum yang cerita, kenangan yang indah, cerita yang luar biasa, semangat yang tak terkira, pelukan terhangat sepanjang masa, perlakuan terhebat di seluruh dunia, kata-kata termanis yang pernah ada, hadiah-hadiah sederhana penuh makna, keramahan tiada tara, kenyamanan yang pernah ada dan rasa aman yang tidak pernah ada habisnya. itu adalah dia. 

Lalu ketika hari dan hari sudah dipenuhi dengan dirinya, dia menghilang pergi seakan sesuatu telah musnah. aku yang terbiasa dengan segala tentangnya, seperti mati tak bersisa. dia pergi tanpa sebuah senyum indah atau luka airmata, dia berlalu seakan mimpi sudah kembali pada dunia nyata. dia pergi ketika setiap bagian dan hebusan nafas dan airmata sudah terbiasa dengan kehadirannya. tanpa kata, tanpa maaf, tanpa senyum, dan tanpa sebuah alasan.. 

Aku memulai hari dengan berani, meski kubusungkan dada ini dengan kuat dan kuat lagi. dia terlalu kuat mengisi setiap memori. menapaki waktu dan waktu mencari sisa-sisa bayangnya yang akan memungkinkan dia kembali. kenapa dia pergi? ketika setiap detik dan hari milikku sudah terbiasa dengan kehadirannya yang selalu menganggu, menganggu dan menganggu. ketika dia tak jadi penganggu, haruskah aku marah dan memintanya kembali.. dunia ini terlalu sunyi ketika dia tak ada dan tak lagi menjadi penganggu. 

Dan waktu berlalu seakan mati. aku jalani, dengar dengan baik! aku menjalani semua. dan aku baik-baik saja. mungkin dunia yang kumilki memang kosong, dan ketika dia pergi dan lalu kembali menjadi kosong, aku menjalani seperti biasa, hidup tapi mati. aku bahagia dengan dunia buatanku yang hebat, penuh dengan benteng pertahananku yang kuat. berlindung dari semua kemungkinan hati yang merasuk dan kembali mengisi. aku tersenyum ramah dan memberi, kulakukan dengan sepenuh hati. aku sepi, tapi setidaknya hidupku dan sekitarku tidak pernah merasa sedih. aku akan menjadi alasan mereka semua tersenyum dan berbagi mimpi. 

Dan ketika waktu berlalu cukup untuk kembali berdiri. ketika aku sudah berdiri kokoh dengan dunia yang kumiliki. dia kembali seperti tak pernah pergi, terseyum dan datang pada hari hujan dan rintik. apa maumu setelah semua ini? aku hanya mempertahankan sisa dari keberanianku, sisa dari hargadiri yang sudah lama aku fikir tak lagi kumiliki. aku akan diam dan berlalu dihadapanmu, seakan semua masalalu itu tak pernah terjadi dan hanya mimpi. 

Tetapi dia tidak menyerah. datang lagi dan lagi, hari ini esok dan esok. dan hatiku goyah. haruskah aku kembali? tapi bahkan ketika dia pergi, dia tak mengucapkan selamat tinggal pada hatiku yang sepi. dia datang pada hari itu, aku ingat saat itu masih pagi. dia membawa seikat bunga mawar putih lagi, seperti saat itu ketika menunggu dengan sabar ketika aku lupa untuk menepati janji. 

Aku tetap pada pertahananku. memalingkan wajah dan bersembunyi, berharap ia tidak menemukan celah pada benteng kokoh yang kucoba bangun sendiri. tapi dia tidak pernah menyerah dan kalah pada kerasnya hati. dengan sabar dan ramah menunggu setiap hari. aku tak bisa lagi, dia tak bisa kutandingi. 

Dia berdiri saat aku memalingkan seluruh hati dan ragaku, tapi dia menunggu untukku kembali.. 
"sejak pertama kali melihat sinar dimatanya......" dia mulai bercerita membuat pertahananku runtuh dan menjadi buih. "dia hanya seorang gadis tersesat yang jahat. dia membenci, dia memaki, dia ketakutan dan sendiri. namun aku tau bahwa dia akan menjadi indah ketika seseorang lain datang untuk mengisi dan melindungi, karena itu aku ada dan menjadi bagian dari miliknya. memeluk dan melindungi, menjadi tempat untukknya singgah, menjadi tawa dan tanggisnya pecah, menjadi pelindung dan penghacur bagi rasa takut dan gelisahnya, membuatnya percaya bahwa rasa cinta yang utuh dan tulus tanpa pengkhianatan dan kepura-puraan itu ada. maaf untuk pergi dan tak cepat kembali. aku tak punya cukup kekuatan untuk menyakiti saat aku tak bahkan tak bisa berdiri atas penyakit yang mengrogoti tubuh ini. aku hanya bisa memohon sebuah kesempatan kedua membuatku kembali dan meminta maaf lagi. Tuhan mendengarku, mungkin kasihan padaku yang tak pernah berhenti dan kalah atas sakitku. hanya satu motivasi dalam ingatanku saat itu. dia seorang gadis kecil yang sudah aku tinggalkan tanpa sebuah kata. aku harus kembali dan menebus semuanya. meminta maaf berlutut bahkan memohon sebuah pengampunan. aku yang bodoh ini yang pergi tanpa aba-aba dan kata untuk mengakhiri. tetapi sekarang aku datang dan berjanji tidak akan pernah pergi lagi". aku kalah. itu adalah dia..