welcome^^ to my blog. Jangan mempermalukan dirimu sendiri untuk menjadi seorang flagiat. Tidak semua yang saya tulis adalah kamu dan semua yang kamu baca adalah saya.

Senin, 24 Februari 2014

Delusi


Jika kamu menghilang, maka akupun akan begitu. Jika kamu berhenti untuk mencari, maka aku akan berhenti untuk menunggu. Jika kamu tidak lagi mengenal lebih dalam untuk menggapaiku, maka saatnya aku membuang rasa yang kumiliki yang hanya akan menjadi sebuah cerita saja.

Aku yang dengan yakin dan sangat percaya bahwa perhatian dan cinta itu adalah untukku, yang bukan sebuah permainan atau bualan yang ujung-ujungnya menjadi sebuah lelucon dan senyum sakit di ujung bibirku. Bahwa kekaguman, dan bahkan bukan untukku. Tidak lebih.

Kamu yang dengan diam dan diam mengisi dan membuatku menunggu akan kata-kata yang sudah lama ingin kudengar. Kamu yang dengan sangat meyakinkanku bahwa dengan setulus hati memilih dan berpihak padaku, dan ketika aku menjadi salah dan salah sangka. Aku hanya diam seorang diri, tertawa merela dalam hati kecilku.

Berhenti merangkai kata atau menyayikan lagu seakan kamu mengingikan seorang sederhana dan tak ada apa-apanya sepertiku. Aku tidak cantik, dan aku lupa akan hal itu. Bahwa dunia ini tak lagi berpihak pada hati ataupun kesederhanaan. Aku akan melupakan tentang menjadi kita.

Jika kamu menyerah dengan tidak berjuang, maka aku tidak akan bertahan dengan tidak lagi menunggu. Membiarkan semua menjadi kisah yang seakan tak pernah terjadi, dongeng yang tak pernah menjadi kejadian nyata.

Aku yang diam-diam menunggu dengan berdoa dalam hati. Kesederhanaan dan kebersamaan yang akan dimulai untuk belajar dan pertama kalinya. Dan aku akan diam seolah tak pernah terjadi bahkan dimulai ketika kudengar kaukatakan akan berhenti dan tak peduli. Membiarkan semua berlalu seperti sedia kala tidak ada yang terjadi.

Jika kamu tidak berniat untuk sampai, maka tidak ada alasan untukku menunggu. Ini hanya cinta tak terbalas seorang diriku. Dan untuk kesekian kalinya, aku kehilangan banyak hal dan belum menemukan apapun. Selamat tinggal, kamu yang diam-diam membuatku menunggu.



Untuk kamu!
Yang diam-diam, membuatku
Seakan menunggu untuk pernyataan.
Kurasa kusalah mengira cinta itu untukku.