welcome^^ to my blog. Jangan mempermalukan dirimu sendiri untuk menjadi seorang flagiat. Tidak semua yang saya tulis adalah kamu dan semua yang kamu baca adalah saya.

Senin, 17 Juni 2013

Mungkin aku lelah

Apakah memahami lebih sulit dari apapun? Apakah menentang dengan pura-pura telihat diam dan berkata terserah berarti memperbolehkan? Apakah mengajari harus memaki sekitar berulang-ulang dan menyamakan itu bagian dari cara memberi contoh? Apakah sulit mengerti ataupun sedikit saja mendengarkan dan mencoba mengerti posisi orang lain adalah hal mustahil? Apakah berkata hal-hal menyakitkan dan menyadari bahwa itu akan menyakiti tidak menyebabkan luka yang tidak pernah kering?

Kenapa sulit memahamimu bahkan ketika aku selalu mencoba mengalah? Mengapa sakit hanya mendengar kata-kata ‘pembelajaran’ darimu ketika tujuanmu adalah menujuk aku? Mengapa dilakukan lagi dan lagi ketika luka itu suda mulai sembuh dan aku berusaha keras untuk bangun lagi? Mengapa jika kamu mengerti sifat dan apapun itu tentangku lalu selalu dan selalu tidak pernah memahami untuk dan mengerti? Kenapa kau begitu? Kenapa mengerti dan memahamimu menjadi sangat dan sangat letih ketika bahkan kau tidak pernah mau mangerti itu sakit dan melukai?

Bisakah kau ada di pihakku sekali saja? Bisakah satu kali saja kau mengerti aku? Bisakah satu kali saja aku bukan menjadi sebuah penyesalan? Bisakah kau berhenti menujuk ke arahku atas segala hal? Bisakah kau berhenti membuatku terlihat jahat? Bisakah kau perlakukan aku setidaknya sama? Bisakah aku tidak selalu jadi pelampiasan? Bisakah sekali saja aku dianggap benar? Bisakah berhenti membayangiku dengan bayangan hitam yang selalu kau tujuk untukku?

Harusnya kau mendengarkan. Harusnya kau membelaku. Harusnya kau berfikir bahwa itu akan melukai. Harusnya kau berkata iya atau tidak. Harusnya kau mengajari dengan cara yang lain. Harusnya kau bisa mengerti walau sesekali. Harusnya semua tidak melulu tentang teorimu. Harusnya kau berhenti membuatku terlihat jahat, kesepian, dan buruk. Harusnya kau melindungiku. Harusnya kau mengalah untukku. Harusnya kau mengerti kenapa aku diam dan marah, kenapa aku merajuk, kenapa aku hanya membisu, kenapa aku tak mau lagi berkomentar, kenapa aku hanya lelah dan bosan.

Aku bercerita mengenai abu-abu, lalu kau katakan bahwa itu hitam. Aku berkata mengenai sisi buruk, lalu kau berkata untuk pergi menjauh. Aku berlajar untuk sesuatu, dan kau memaki dan marah karena kesalahanku. Selalu terserah katamu untuk setiap pertanyaanku, dan kau lagi-lagi marah dan menyalahkan ketika aku memilih. Beberapa dari mereka bilang aku orang yang baik, dan kau berkata aku jahat dalam segala hal. Aku bersemangat dan berkata bisa lalu sebelum memulai apapun itu kau katakan bahwa aku tidak mampu. Kau melihat seseorang dan membencinya, lalu berkata aku akan jadi orang itu. Kau membanggakan yang lain setinggi mungkin, lalu kau mengagapku rendah dan remeh didepan yang lain.

Aku selalu salah. aku selalu jahat. Aku selalu menjadi tertuduh. Aku selalu hina. Aku selalu tidak ada apa-apanya. Aku selalu buruk rupa. Aku selalu yang kesekian. Aku selalu kau tinggalkan sendiri dan seakan tidak ada yang tejadi. Aku selalu bukan apa-apa.. aku, selalu aku.

Taukah kau itu melelahkan, itu menyakitkan, itu membuatku bosan, jenuh, teluka, sengsara, kesepian, marah dan aku tetap bertahan mencoba mengerti dan bangun lagi seakan tidak terjadi apa-apa. Kenapa? Apa yang salah dari seorang aku? Hingga kau membenci selayaknya lebih tertuduh dari apapun? Aku lelah.