welcome^^ to my blog. Jangan mempermalukan dirimu sendiri untuk menjadi seorang flagiat. Tidak semua yang saya tulis adalah kamu dan semua yang kamu baca adalah saya.

Selasa, 29 April 2014

Nona bodoh

Jika menyakitkan, jangan mendengarkan. Jika membuatmu pilu, maka jangan berushaa tau. Jika membuatmu lebih merasa sepi dari sebelumnya maka jangan peduli. Namun.. hati kecil bodoh yang tak pernah sejalan dengan fikiran akan selalu berkata tidak apa, lakukan saja, coba lihat!. 

Tidak aku tidak iri, tidak aku tidak menyukaimu lebih daripada semangatmu ketika berkisah. Namun aku terluka, merasa iri bagi mereka yang bisa membuat hidupmu lebih berwarna, merasa pilu karena mereka di inginkan sebegitu dalamnya, merasa bahwa sepanjang nafasku berhembus tak pernah ada yang menginginkanku sedalam itu, dan tak kusadari hatikku berasa perih. 

Aku hanya menyalahkan, hanya mencari obat atas luka goresan namun membuat bayanganku semu. Hingga aku membenci kehidupan indah nan sempurna milik orang lain. Mungkin dia tak salah, mungkin dia orang yang baik, mungkin dia tak melakukan hal-hal buruk yang kufikirakan dengan jahat. Dan kusadari dengan sedikit desahan dan luka memar, mungkin aku hanya iri.. 

Bermimpi dan mencoba seperti mereka, dia. Namun, tak bisa meraih membuatku merasa iri dan tersaingi. hingga aku terluka seorang diri. Aku merenung dalam kesunyian, mencoba mengerti dan menghilangkan perasaan jahat itu, tidak! aku berbeda, aku tidak sama seperti mereka yang lain. Hidupku adalah hidupku, dan aku harus bahagia. 

Kenapa orang-orang menjadi egois? ketika yang mereka ketahui hanya perasaan mereka saja? kenapa orang-orang berusaha tidak peduli? ketika kebahagiaan mereka tetap yang menjadi utama walau mengorbankan orang-orang lain. Kenapa kau jadi begitu menyebalkan? apakah ketika kau menyadari bahwa, punya materi membuat nilaimu lebih?. 

Jika kamu tidak bisa membuat orang lain bahagia, maka setidaknya jangan meyakiti mereka. Jika kamu tidak bisa meringankan beban orang lain, maka setidaknya jangan membuatnya terbebani dan menangis. 

Kenapa aku mendengarkan? kenapa aku peduli? kenapa aku harus menunggu? harus kecewa..? dengan sekuat tenaga aku mendorong hal-hal itu jauh dan pergi, jangan kembali lagi, jangan terulang lagi, jangan menjadi seperti itu lagi, jangan menjadi bodoh dan menyakiti dirimu sendiri lagi. 

Aku terlalu kesepian untuk lebih seorang diri. Aku terlalu sepi untuk tidak mendengarkan suara-suara lain walaupun menyakiti. Aku terlalu sendiri untuk bertahan sendirian hingga akhir, dan memillih bukanlah bagian untukku. Dan membiarkan semuanya berjalan, adalah jalan satu-satunya. Dari sekian banyak penghuni bumi, tidak bisakah satu yang menemaniku dan menjagaku dengan baik? lalu mungkin hidupku tak hanya abu-abu.