welcome^^ to my blog. Jangan mempermalukan dirimu sendiri untuk menjadi seorang flagiat. Tidak semua yang saya tulis adalah kamu dan semua yang kamu baca adalah saya.

Kamis, 28 Agustus 2014

Hitam putih

Manusia itu konyol, Berbuat kesalahan yang berulang kali namun tetap berharap dimaafkan. Manusia itu egois, ingin didengarkan, ingin diperhatikan, ingin segala keinginannya dipenuhi namun tak mau berusaha keras.

Kami takut kehilangan namun meletakkan harta berharga disembarang tempat. Membiarkan perhatian mengambang terbang dan jauh hilang tapi merintih untuk ditemani. Kami takut menjadi sendiri, namun mendorong pergi orang-orang yang dianggap tak terlihat dan remeh.

Kami membagi pandangan  kepada seseorang dengan fikiran jahat, kotor dan kejih namun tak ingin diperlakukan tak adil dan menjerit untuk kesetaraan. Kami mendekat untuk meminta belas kasih, namun meninggalkan ketika merasa hidup cukup bahagia.

Kami berbohong dengan alasan bahwa itu hanya akan terjadi sekali, namun era mendorongmu melakukannya terus-menerus dengan alasan "ohh.. semua orang melakukan ini" . Kami mencari obat atas rasa sakit, dan lupa akan rasa sakit ketika sembuh lalu kembali terluka.

Duniawi adalah hal-hal membangakan bagi kami, penampilan, harta, kedudukan seakan kau akan menginjakkan kaki di surga jika memiliki segala itu. Kebanggaan, ketika posisi dan segalanya diraih dengan mudah, lalu malu, tersingkir dan lesu ketika jatuh.

Kami saling menyakiti dan bertanya kepada yang lain kenapa seseorang lain menyakiti seakan itu adalah hal biasa. Kami munafik, kebaikan adalah topeng tercantik yang bertahta emas berlian didepannya namun semua orang tau dan mereka tetap percaya.

Kami berlaga sok pintar, paling benar, segala tau, dan berpura-pura bahagia. Demi menunjukan pada pesandiwara lain bahwa "heiii!! Hidupku sempurna, bahagia.. irikah kamu?" Dan yang lain akan menjadi sipeniru.

Manusia terus melakukan kesalahan, terus menyakiti, terus mengabaikan dan terus meronta seakan dia paling tersakiti dan terluka. Namun mereka tetap tersenyum, namun mentari selalu bersinar setiap pagi, terik dan panas tak jadi alasan untuk pergi berjuang melewati hari dan batas kemampuan. Namun mereka selalu mencoba, selalu mencari kata "bahagia" selalu ingin menemukan sesuatu tentang "cinta".

Mereka sakit, mereka luka, mereka hancur, mereka menjadi debu namun hari esok tetap akan ada hingga mereka tak berhenti untuk berjuang, tak berhenti untuk bernafas, tak berhenti untuk berdoa untuk percaya.. bahwa Tuhan itu ada, bahwa hidup itu adil, bahwa selama kita terus berjuang dan tak lelah berdiri kokoh, bahagia akan datang tanpa di jemput paksa atau dirampas dari orang lain. Kebahagiaan akan menyapa dan tinggal dengan segala kenikmatannya, bahwa bahagia akan menjadikanmu layak untuk itu.