welcome^^ to my blog. Jangan mempermalukan dirimu sendiri untuk menjadi seorang flagiat. Tidak semua yang saya tulis adalah kamu dan semua yang kamu baca adalah saya.

Selasa, 07 Mei 2013

Untuk Tuhan, aku ingin Engkau mengerti..

Aku menjalani Tuhan. Karena aku fikir ini takdirmu dan aku menyerah, aku melakukannya. Sekarang aku di sini, aku ada di sini. Di tempat yang mungkin Engkau rangkai untukku. Tapi.. aku marah dalam hatiku, berteriak dalam henigku, dan aku berontak dalam fikiranku. Maaf, tapi bisakah Engkau membantuku..?

Aku tidak tau rencanamu. Akan jadi apa aku nanti, bagaimana aku nanti, dengan siapa aku akan hidup, apa yang akan menjadi profesiku, apa yang akan aku kerjakan, bagaimana aku hidup, dengan siapa akan kujalani hari tuaku, apakah aku akan bahagia? Aku tidak tau. Aku menunggu untukmu menunjukkanku jalan. Akankah aku jadi seperti dongeng dalam imajinasiku? Atau , menjadi bagian rumit dari deret angka-angka yang membuatku jijik dan menangis? Tapi, Tuhan.. bisakah Engkau membantukku?

Aku marah pada diriku sendiri, aku marah pada keadaanku, aku marah pada orang yang membuatku terhenti di sini, aku bahkan ingin merobek bagian-bagian kertas itu dan tak peduli. Tapi aku tidak bisa, tapi tidak kulakukan, tapi itu bukan sifatku. Lalu aku menangis lagi dalam hati.

Apa yang salah dengan hari ini, TUhan? Bagaimana hari esok? Kenapa bahkan melelahkan ketika aku tertawa? Bahkan sepi ketika aku bersama. Aku sangat membenci, kenapa.. kenapa.. kenapa...? Aku selalu bertanya kenapa. Aku menghujat, aku berfikir negatif, dan aku merasa lelah.

Sesuatu apa yang akan menjadi akhirku? Benarkah hingga nanti aku akan ada disini? Hingga akhir? Aku mulai takut kehilangan. Aku mulai bosan menunggu dan percaya. Aku mulai lagi dengan helaan nafas dan tangis. Aku mulai lagi merasa sendiri dan tersesat. Aku..

Aku akan ada di jalan ini? Atau putri dalam dongengku. Bisakah aku meminta Tuhan, aku tau aku tidak cukup pantas bahkan aku tidak taat padaMu, tapi aku selalu percaya padaMu, selalu. Jadi bisakah ENgkau berikan padaku posisi lain yang tak bersentuhan dengan deret angka-angka itu? Aku ingin menjadi pendengar, pembicara, aku juga ingin jadi pencipta, bukan pencipta seperti Engkau, ENgkau mengeri maksudku. Bisakah? Aku memohon.

Engkau akan mengerti melebihi apapun, bahkan Engkau penciptaku. Engkau akan mengerti.. aku tau itu. Atau rencana yang lain, lebih baik seperti kata cerita-cerita sang orang hebat, atau lebih indah melebihi rencanaku seoerti yang di katakan orang orang yang berpengalaman. Aku hanya risau, aky hanya menjadi takut, dan terkadang aku lupa Engkau penciptaku. Lakukan sesuatu untuk itu Tuhan. Tuhan... aku hanya ingin Engkau mengerti.