Senin, 17 Juni 2013

Mungkin aku lelah

Apakah memahami lebih sulit dari apapun? Apakah menentang dengan pura-pura telihat diam dan berkata terserah berarti memperbolehkan? Apakah mengajari harus memaki sekitar berulang-ulang dan menyamakan itu bagian dari cara memberi contoh? Apakah sulit mengerti ataupun sedikit saja mendengarkan dan mencoba mengerti posisi orang lain adalah hal mustahil? Apakah berkata hal-hal menyakitkan dan menyadari bahwa itu akan menyakiti tidak menyebabkan luka yang tidak pernah kering?

Kenapa sulit memahamimu bahkan ketika aku selalu mencoba mengalah? Mengapa sakit hanya mendengar kata-kata ‘pembelajaran’ darimu ketika tujuanmu adalah menujuk aku? Mengapa dilakukan lagi dan lagi ketika luka itu suda mulai sembuh dan aku berusaha keras untuk bangun lagi? Mengapa jika kamu mengerti sifat dan apapun itu tentangku lalu selalu dan selalu tidak pernah memahami untuk dan mengerti? Kenapa kau begitu? Kenapa mengerti dan memahamimu menjadi sangat dan sangat letih ketika bahkan kau tidak pernah mau mangerti itu sakit dan melukai?

Bisakah kau ada di pihakku sekali saja? Bisakah satu kali saja kau mengerti aku? Bisakah satu kali saja aku bukan menjadi sebuah penyesalan? Bisakah kau berhenti menujuk ke arahku atas segala hal? Bisakah kau berhenti membuatku terlihat jahat? Bisakah kau perlakukan aku setidaknya sama? Bisakah aku tidak selalu jadi pelampiasan? Bisakah sekali saja aku dianggap benar? Bisakah berhenti membayangiku dengan bayangan hitam yang selalu kau tujuk untukku?

Harusnya kau mendengarkan. Harusnya kau membelaku. Harusnya kau berfikir bahwa itu akan melukai. Harusnya kau berkata iya atau tidak. Harusnya kau mengajari dengan cara yang lain. Harusnya kau bisa mengerti walau sesekali. Harusnya semua tidak melulu tentang teorimu. Harusnya kau berhenti membuatku terlihat jahat, kesepian, dan buruk. Harusnya kau melindungiku. Harusnya kau mengalah untukku. Harusnya kau mengerti kenapa aku diam dan marah, kenapa aku merajuk, kenapa aku hanya membisu, kenapa aku tak mau lagi berkomentar, kenapa aku hanya lelah dan bosan.

Aku bercerita mengenai abu-abu, lalu kau katakan bahwa itu hitam. Aku berkata mengenai sisi buruk, lalu kau berkata untuk pergi menjauh. Aku berlajar untuk sesuatu, dan kau memaki dan marah karena kesalahanku. Selalu terserah katamu untuk setiap pertanyaanku, dan kau lagi-lagi marah dan menyalahkan ketika aku memilih. Beberapa dari mereka bilang aku orang yang baik, dan kau berkata aku jahat dalam segala hal. Aku bersemangat dan berkata bisa lalu sebelum memulai apapun itu kau katakan bahwa aku tidak mampu. Kau melihat seseorang dan membencinya, lalu berkata aku akan jadi orang itu. Kau membanggakan yang lain setinggi mungkin, lalu kau mengagapku rendah dan remeh didepan yang lain.

Aku selalu salah. aku selalu jahat. Aku selalu menjadi tertuduh. Aku selalu hina. Aku selalu tidak ada apa-apanya. Aku selalu buruk rupa. Aku selalu yang kesekian. Aku selalu kau tinggalkan sendiri dan seakan tidak ada yang tejadi. Aku selalu bukan apa-apa.. aku, selalu aku.

Taukah kau itu melelahkan, itu menyakitkan, itu membuatku bosan, jenuh, teluka, sengsara, kesepian, marah dan aku tetap bertahan mencoba mengerti dan bangun lagi seakan tidak terjadi apa-apa. Kenapa? Apa yang salah dari seorang aku? Hingga kau membenci selayaknya lebih tertuduh dari apapun? Aku lelah.

Jumat, 14 Juni 2013

hingga mati rasa


Aku hapir lupa bagaimana senyum itu. Terletak disudut terindah dari bibirmu, wajamu akan sangat manis ketika tersenyum dan aku hampir lupa betapa indahnya itu. Perlahan sosokmu mulai pudar dalam benakku, dirimu yang hangat dan sapamu yang dapat membuat hariku indah. Aku lupa rasanya mencintai, hingga seperti orang bodoh berdiri ditepi jalan dan binggung ingin melakukan apa. Aku kira aku sudah memilih jalanku, dan ketika kusadari aku melupakan bagian penting dari itu.. jiwaku tak lagi setegar dulu, ragaku tak lagi kokoh bertahan dengan pendirian. Aku mulai kehilangan tujuanku, dan kau ataupun siapapun tidak datang untuk menuntunku.

Hidup itu seperti menonton sebuah drama yang panjang. Lalu kau hanya punya dua pilihan. Pertama melihat dan memahami satu persatu episode dengan sabar dan mendapatkan maksud dan tujuan daripada si pembuat drama, atau yang kedua membuat drama yang berlangsung panjang dan membosankan menjadi lebih singkat, mempercepat bagian-bagian yang hanya ingin kau saksikan saja. Menikmati setiap bagian yang ada hingga akhir atau menutup mata dan hanya melihat bagian yang menarik bagimu saja.

Aku rasa aku seperti itu, aku menutup mataku dan mencoba menciptakan hal-hal yang ingin aku lihat tetapi tidak semudah itu ketika remote control bukan padaku. Jadi dengan merintih dan terseok-seok merasakan bagian yang sakit. Aku tidak lagi peduli cermin ketika melihat keluar jendela lebih menyenangkan, atau menyembunyikan luka lebih baik daripada terlihat rendah. Tiba-tiba semua terasa semu, tidak ada lagi tempat bersandar, tidak ada lagi senyum ramah dan pengertian, tiada lagi cerita menarik yang penuh dengan tawa atau tanggis haru. Semu, hidup tapi diam. Diam tapi tak seharusnya terasa semu.

Aku mencoba mencari sosok dalam televisi, mencoba mencari dia yang sempurna tapi aku tak cukup yakin ketika memandang dirku dalam cermin dan hari berlalu seperti setiap harinya adalah mimpi indah yang suatu saat jadi nyata. Siapa dia? Apa yang dia lakukan hingga aku tak lagi merasa cerah seperti ketika dia ada dalam hariku? Kenapa dia, yang bahkan satu-satunya cerita aneh yang membuatku merasa begitu manis bahkan ketika hari itu mendung dan hujan? aku tau kau sudah terbang jauh dan tak kembali, tapi aku tidak juga berharap kau kembali. Hanya saja, aku rindu sosok sepertimu. Aku lupa mencintai sesorang itu manis seperti saat aku menunggu setiap hari hanya untuk melihatmu walau hanya satu detik. Dan entah kenapa, tak kutemukan dilembar hari yang lain bahkan saat aku beranjak dan dewasa.

Aku kosong, aku galau, aku kacau, aku semu, aku lelah, aku, aku dan aku. Saat itu ketika aku yang seperti itu bercerita kepadamu dan walau tak disambut dengan peluk hangat atau senyuman damai, aku bertahan karena hatiku sembuh, karena hatiku tidak terasa kosong, karena hatiku tidak kesepian dan se-sunyi ini. Aku hidup tapi sekan mati, hingga seakan ribuan tahun aku menjadi pengguni dunia yang ramai ini, dengan seorang diri. Hanya lelah ketika seharusnya hari penting manjadi hari yang indah, lalu berlalu seakan tak harus jadi hari apapun. Hanya sedih ketika tersenyum meminta sepasang mata hangat akan memperhatikan lalu memenuhi jiwa yang sepi. Itu yang ingin kukatakan, itu yang ingin ku katakan kau dengar.

Seseorang seperti mu? Perasaan indah itu? Kembalilah, menetap dan tinggalah disana. Karena kurasa, aku mulai mati rasa. 

Kamis, 30 Mei 2013

LIFE

Terkadang aku marah, terkadang dunia nampak tak adil pada kelihatannya.. 
Terkadang hal-hal sederhana membuatku bersyukur atas segalanya, sepercik kebahagiaan kecil yang tiba-tiba entah datang dari mana.. 
Aku hanya seorang kecil yang mencari cinta, berharap menjadi putri dan menemukan pangerannya, membuat  sang ratu dan raja bahagia..
Aku hanya seorang kecil yang mencintaimu dengan caraku, dengan rasa sakitku.. 
Aku hanya seorang kecil, yang selalu takut ditinggalkan, yang merasa yakin bahwa dirinya hebat, yang selalu yakin akan tiba waktu untukknya memandang dunia dengan tegap dan menantang..
Aku hanya seorang kecil, merasa kosong, tak berguna, yang menjerit minta diselamatkan oleh takdir..

Andai bisa kulakukan, sungguh akan ku bawa seribu bahagia untukkmu, 
Andai bisa aku ciptakan, maka aku tak ingin lagi meminta hingga kau harus bertaruh untuk mendapatkanya, 
Andai aku tak hanya 'seorang biasa' hingga kau tek perlu lagi menahan airmata disudut lelah matamu, 
ndai aku tak bersifat tamak dan jahat, hingga nafsu dan rasa inginku menyusahkanmu, 
Andai mungkin jika aku bukan bagian dari tubuhmu, mungkin aku tak perlu melihat lukamu dan membuatku pilu.. 

Andai jika dia pintar berbohong terlahir dari keluarga yang menyayangimu, hingga kau tak membenci sepanjang hidupmu, 
Andai jika kau diajari untuk bersikap lebih lembut, mungkin kekerasanmu tak akan melukai siapapun, 
Andai jika kau diperhatikan lebih dari sekarang yang kau terima, mungkin dia tidak akan menjerit pada setiap doanya, 
Andai jika kau sedikit saja melihat lebih dalam pada rasa sakit bagian lainya milikmu, mungkin kau akan mengerti dan berhenti mengores luka pada hatinya dan kami, 
Andai jika kau dapat berubah menjadi orang lain yang pada dasarnya mencintai dan menyayangi jalan hidupmu beserta setiap bagian di dalamnya,
Mungkin aku yang kosong, dia yang pilu, dia yang diam, dan dia yang kaku tidak akan membuat lubang besar yang sakit dan sunyi di dalam hati ini membuat kami membenci seakan tidka peduli dan mengangap tak ada hingga kau lari pada kehidupan lain.. 

Andai jika dia yang diam tubuhmu sedikit lebih gemuk dan tidak bermuka manis, hingga aku tak iri dan terkadang bersikap buruk padamu, 
Andai jika kau tidak lebih di sayangi daripada aku, hingga aku tak membenci dan marah karena hal itu, 
Andai jika sebagian saja dari rasa ikhlas dan syukurmu diberikan padaku, hingga aku bisa sepertimu, 
Andai jika kau mau terus bersikap lebih baik karna aku bukan musuhmu tapi bagian dari tubuhmu, hingga terkadang aku tak harus memulai lagi membencimu,
Andai jika aku bukan bagian dari kisahmu, hingga mungkin kau tak perlu melihatku yang jahat, iri dan selalu marah padamu, 
Mungkin kau memiliki semua bagian yang sempurna, hingga kau akan lebih bahagia tidak mengenalku lalu aku juga akan bahagia meihatmu memiliki impianmu yang sempurna..

Andai jika dia yang kaku belajar cara menyayangi dan cara untuk bersikap lembut darinya, hingga mungkin kau akan jadi dia yang sempurna tak membuatku iri dengan dia milik orang lainnya,
Andai jika dia yang pintar berbohong sedikit saja bisa menunjukkan wibawanya mengajarimu akan sesuatu dan menyayangimu seperti seharusnya, mungkin kau tidak perlu iri dengan temanmu yang lainnya,
Andai jika sedikit saja kau membuka mulutmu dan bereskpresi menyatakan sayangmu padaku dan yang lain, mungkin aku tak kesepian dan kau juga begitu, 
Andai jika kau tak terus menerus seakan tak peduli lalu pergi, hingga aku yang sedirian terkadang berharap untuk ikut merasa sepi hingga lelah padamu, 
Mungkin kita akan jadi kisah yang indah, hari yang penuh tawa, lalu pagi yang penuh sapa dan tawa berbagi setiap rasa dan masalah karena bagian tubuh kita mengalir darah yang sama..

Andai jika aku yang kosong tidak harus melihat dan mendengar dia yang pilu mengeluh dan terluka, 
Andai jika aku yang kosong tidak harus merasa sakit dan marah atas dia yang pintar berbohong, 
Andai jika aku yang kosong bisa selalu mengerti dan besikap baik dengan dia yang diam, 
Andai jika aku yang kosong dan dia yang kaku bisa sedikit lebih dekat dan menyayangi membuka diri satu sama lain berbicara dan memeluk yang lainnya, 
Andai jika aku yang kosong lebih cantik dan punya tubuh yang indah, sehingga mungkin sesorang akan mencintaiku lalu aku akan mengerti rasanya cinta,
Mungkin aku tidak akan merasa sepi dan sangat kosong seperti sekarang, berharap dan mejerit akan diselamatkan dan keluar dari sini.. 

Tetapi Dia membuat jalan yang seperti ini, tetapi Dia mengajari dengan cara seperi ini, tetapi Dia membuat cerita dengan urusan yang begini, tetapi Dia membuat mengerti dan menyerah dengan keadaan yang begini, tetapi Dia tidak memberikan hal yang kita inginkan dan membuat kita mengerti dari rasa sakit dan perih ini, tetapi Dia mengajari dan menujukkan dengan caranya..

Aku tetap mencintainya dan ingin dia bahagia meski dia terus mengeluh dan memberitahu lukanya padaku setiap waktu, tidak mecoba mengerti bahkan ketika aku baru mencoba bernafas atas ruangku yang sesak.
Aku tetap beryukur atas dia, walau dia tak pernah seperti orang lain yang wibawa dan membawa kebahagiaan dengan kebaikan kepada kami yang terluka ini.
Aku tetap sangat bahagia memiliki dia yang selalu membagi kisah-kisah sederhana nya yang membuatku belajar dari itu.
Aku tetap menyayanginya meski dia tak pernah memelukku, bicara dengan hangat, dan seperti yang lain yang menyayangiku lebih, aku tetap bahagia untukknya ketika dia bahagia dengan dunianya sendiri.
Aku berterimkasih untuk mereka Tuhan, aku senang Engkau mengirimku ditempat ini, aku bersyukur atas apapun itu PemberianMu, Terimakasih untuk segalanya Tuhan..



Selasa, 07 Mei 2013

Untuk Tuhan, aku ingin Engkau mengerti..

Aku menjalani Tuhan. Karena aku fikir ini takdirmu dan aku menyerah, aku melakukannya. Sekarang aku di sini, aku ada di sini. Di tempat yang mungkin Engkau rangkai untukku. Tapi.. aku marah dalam hatiku, berteriak dalam henigku, dan aku berontak dalam fikiranku. Maaf, tapi bisakah Engkau membantuku..?

Aku tidak tau rencanamu. Akan jadi apa aku nanti, bagaimana aku nanti, dengan siapa aku akan hidup, apa yang akan menjadi profesiku, apa yang akan aku kerjakan, bagaimana aku hidup, dengan siapa akan kujalani hari tuaku, apakah aku akan bahagia? Aku tidak tau. Aku menunggu untukmu menunjukkanku jalan. Akankah aku jadi seperti dongeng dalam imajinasiku? Atau , menjadi bagian rumit dari deret angka-angka yang membuatku jijik dan menangis? Tapi, Tuhan.. bisakah Engkau membantukku?

Aku marah pada diriku sendiri, aku marah pada keadaanku, aku marah pada orang yang membuatku terhenti di sini, aku bahkan ingin merobek bagian-bagian kertas itu dan tak peduli. Tapi aku tidak bisa, tapi tidak kulakukan, tapi itu bukan sifatku. Lalu aku menangis lagi dalam hati.

Apa yang salah dengan hari ini, TUhan? Bagaimana hari esok? Kenapa bahkan melelahkan ketika aku tertawa? Bahkan sepi ketika aku bersama. Aku sangat membenci, kenapa.. kenapa.. kenapa...? Aku selalu bertanya kenapa. Aku menghujat, aku berfikir negatif, dan aku merasa lelah.

Sesuatu apa yang akan menjadi akhirku? Benarkah hingga nanti aku akan ada disini? Hingga akhir? Aku mulai takut kehilangan. Aku mulai bosan menunggu dan percaya. Aku mulai lagi dengan helaan nafas dan tangis. Aku mulai lagi merasa sendiri dan tersesat. Aku..

Aku akan ada di jalan ini? Atau putri dalam dongengku. Bisakah aku meminta Tuhan, aku tau aku tidak cukup pantas bahkan aku tidak taat padaMu, tapi aku selalu percaya padaMu, selalu. Jadi bisakah ENgkau berikan padaku posisi lain yang tak bersentuhan dengan deret angka-angka itu? Aku ingin menjadi pendengar, pembicara, aku juga ingin jadi pencipta, bukan pencipta seperti Engkau, ENgkau mengeri maksudku. Bisakah? Aku memohon.

Engkau akan mengerti melebihi apapun, bahkan Engkau penciptaku. Engkau akan mengerti.. aku tau itu. Atau rencana yang lain, lebih baik seperti kata cerita-cerita sang orang hebat, atau lebih indah melebihi rencanaku seoerti yang di katakan orang orang yang berpengalaman. Aku hanya risau, aky hanya menjadi takut, dan terkadang aku lupa Engkau penciptaku. Lakukan sesuatu untuk itu Tuhan. Tuhan... aku hanya ingin Engkau mengerti.

Kamis, 02 Mei 2013

Hari jack forrest..

Pagi tadi dimulai dengan menyambut sang mentari,
Menunggu detik jam berdeting menentukan jadwal
Mejalani kewajiban atau memenuhi janji
Menunggu cerita apa yang akan terjadi.

Siang datang lalu cerita mulai membentang,
Lalu kewajiban dipenuhi,
Datang dengan senyum dan harapn singkat
Lalu berakhir dengan kekecewaan atas jawaban dengan pertanyaan yg tak adil menurut amarah

Saya manusia biasa..
Lah menghujat, menyalahkan, merasa terbaik dan paling benar
Lalu berteriak pada sang penantang, kamu menang!
Dan dengan goresn kecil teriringi rasa tidak lagi percaya,

Pergi memenuhi janji,
Kebaikn kecil yang membuat ragu dari seorang teman
Membuat janji tak selama itu harus menunggu lajunya kendaraan umum
Dan seketika saya adadisana

Duduk sendiri dan menunggu, sejenak berfikir dan mengira diabaikan
Lalu 'malaikat tanpa sayap' datang dengan senyuman
Lelah dan susah.. bukan hal yang ringan untuk menunggu dan sendiri membawa beban
Tapi seperti biasa tersenyum dan membawa cerita-cerita sederhana dan hilanglah penat lalu sembuhlah lukaku

Jangan membenci lalu hadapi.
Memahami lalu jadilah dewasa.
Memberi nasehat yang bahkan tak pernah ia rasakan manisnya
Dengan kejujuran dan rendah hati membagunkn rasa ego menjadi sebuah keyakinan baru

Menciptakan bahagia dan membawa damai
Sederhana dan mengjari hidup indah
Memperlihatkan dunia kecil,
Hey kawan! Kamu salah satu jack forrest dalam cerita saya..