Tampilkan postingan dengan label Pendapat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendapat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Januari 2021

Rasionalitas dan hati yang seiring jalan

 Terkadang menemukan bahagia bukan berarti kamu harus pindah, terus mencari, menemukan sesuatu, ataupun berubah. Menyadari sesuatu yang ternyata punya arti yang lebih lalu bersyukur bahwa kamu sebenarnya punya banyak sekali kesempatan yang di kasi Tuhan buat kamu.

Diam di tempat yang sudah di penuhi kelimpahan. Hanya jika kamu bener-bener sudah paham, arti kelimpahan sebenarnya. Orang-orang yang tidak akan pernah berhenti dan capek buat memami kamu, yang akan selalu menerima kamu lagi dan lagi bahkan ketika kamu berbuat kesalahan yang sama lagi dan lagi juga. Mentoleransi setiap sakit hati dan kesalapahaman setiap tingkah laku. Juga bentuk cinta.

Ada yang patah dan jatuh berkali-kali tapi tetap bangkit. Bukan bangkit sebenarnya hanya lebih mentoleransi bahwa gagal juga bagian dari hidup.lalu balas dendam dengan coba lebih tegar lagi. Ada yang kecewa dari ekspentasinya yang tinggi lalu lari dengan label kekosongan. Itu juga bagian dari toleransi hidup, biarin aja toh besok dia akan bangun dari tidur dan ga punya pilihan lain selain tetap pada porosnya. Setelah pemikiran dan andai yang panjang dia akan sadar, bahwa ga seburuk itu apa yang sudah jadi garis Tuhan kan.

Menentang dan marah itu satu jalur, emosimu sama orang lain beda. Rasional pake hati dan sepenuhnya rasional juga punya akhir yang pasti jauhh beda. Ga ada yang salah, beberapa orang hanya memilih. Tetap pada pilihanya atau nanti berubah memilih lagi.

Ketika di injak, dipukul dan tertinggal kita marah. Tapi dengan caranya masing-masing dan dengan kadar toleransinya masing masing juga. Kalo menurutku, sertakan hati biar jadi lebih lega kalo pilihanmu salah. “aku sudah pake hatiku, dan ga menyesal”. Tapi gamudah juga, kan lagi marah.

 

Cara orang mencintai beda-beda. Ada yang dengan membentak dan kasi benteng kuat. Ada yang ngurung dengan penjagaan ketat. Ada yang ikut senang ketika yang di cintai bisa jadi maunya. Ada yang menentukan yang terbaik demi yang di cintainya. Ada yang di pelihatkan. Ada yang di simpan baik-baik. Ada yang terlihat bahkan hanya sekilas, ada juga yang harus di gali sampai ke kedalaman tertentu. Gapapa, semua bentuk cinta. Masalahnya terkadang orang bingung atau salah menerima cinta itu gimana. Manusia cenderung egois, dengan berfikir apapun yang kufikirkan benar sebelum mau mengerti duluan bahwa yang di kasi harus di terima dulu. Aku juga begitu, dan mungkin beberapa orang sama.

Yang terakhir. Cinta dan kasih sayang itu dua hal berbeda. Cinta itu egois. Ingin memiliki, menguasai, rakus, mengebu-gebu dan kuat. Yang kuat bisa jadi lemah, yang jarang mentoleransi jadi sering bilang gapapa, yang terbiasa membentak harus mendem amarah. Tapi Cuma yang benar-benar cinta yang tau caranya ikhas.

Sayang adalah serpihan dari cinta. Sayang tidak memaksa atau harus memiliki. Sayang adalah kebebasan, tapi tidak punya ikatan kuat. Sayang ngebiarin apapun atau siapapun itu jadi yang mereka mau. Tapi sayang tidak punya arah, tidak punya akhir, tidak bisa meng-ikhlaskan.

Minggu, 29 November 2020

asumsi sendiri dan asumsi raga lain

Di antara semua orang yang bisa menyakitimu dengan sangat, di antaranya ada keluarga yang bisa memberikan perih dan bekas paling lama. ketika kita menerima diri kita sendiri dengan segala yang kita punya bahkan ketika kita tak punya apapapun, maka keluarga terdekat yang akan berteriak paling lantang mengenai membenci hal-hal yang tidak kita miliki. 

Kita semua manusia yang masih belajar. 

Tidak pernah sebelumnya ada yang berbicara bagaimana dan harus apa kita ketika hidup. bagaimana menjadi seorang yang baik atau bagaimana ciri-ciri orang yang buruk. tidak pernah ada kiat-kiat atau sekolah bagaaimana seseorang menjalani hidup. bagaiaman seorang anak harus bersikap, seorang teman harus menjadi, seorang ayah dan ibu seharusnya lakukan atau orang orang lainnya. kita hanya mencoba mencari tau dan berusaha menyimpulkan. 

bahkan aku mau, bahkan aku menerima. tidak masalah. tidak apa-apa, jika memang seharusnya begitu dan begitulah milikku. lalu kenapa orang lain menolak dan memaksa kita berubah menjadi standart yang menurut mereka paling baik? bahagia yang ada dalam benak kita, apakah persis sama dengan bahagia yang mereka pikirkan dalam benak mereka? tentu saja tidak. dan semua orang memaksa keinginan mereka kepada orang lain, untuk menjadi sama. 

ketika semua orang memberi lebel dan standart kepada orang lain. bagaimana harus terlihat dan bersikap, dan yang lainnya berfikir itulah patokannya. apakah itu adalah benar? sementara kita tidak benar-benar tau apakah itu salah dan benar. 

manusia hanya punya pengalaman dan kebiasaan. bukan kemampuan untuk membaca fikiran orang lain. 

menekankan apa yang mereka fikir baik untuk orang lain, yang terkadang tidak di rasa demikian yang dirasakan orang lain. contoh, seperti ketika orang ibu memaksakan jurusan yang di pilih untuk anaknya dengan embel-embel masa depan yang lebih baik. apakah masa depan akan benar-benar menjadi lebih baik? bahwa Allah yang menentukan setelahnya nanti, dan si anak sudah membuang jauh impianya dengan di janjikan masa depan yang baik. lalu pada kenyataannya masa depan yang baik itu ternyata tidak juga sangat baik, apakah si anak akan menyalahkan orang tuanya? tentu saja tidak, si anak akan dengan sabar dan penerimaaanya setulus hari berfikir dengan sudut pandang lain bahwa ia yang tak berbuat sebaik mungkin, bahwa ia sepenuhnya percaya bahwa orangtuanya adalah panutanya. dan siapa yang akan tau, jika si anak di biarkan memilih apa yang ia ingin lakukan masa depan lain yang akan datang?

kenapa bahkan ketika kita mencoba menerima diri kita sendiri dengan segala kekuarangan kita dan masih mau menerima orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihnya semantara orang lain itu menuntut kita untuk menjadi sempurna seperti yang mereka fikirkan?

bahkan ketika tidak layak bagi kita dan mencoba menjadi layak dengan mencintai ketidaklayakan tadi dengan sekuat tenaga. apakah sulit menerima bahwa setiap orang layak menjadi diri mereka sendiri?

bahkan orang yang paling benar dan baik di bumi ini adalah seorang manusia. 

seorang manusia yang terkadang salah, seorang manusia yang terkadang tidak bersikap adil, seorang manusia yang berfikir menggunakan otak di kepala kecil mereka masing-masing. seorang manusia dengan ego nya masing-masing, di sertai juga dengan kepentingan mereka masing-masing. 

dan tidak ada manusia yang benar-benar bersalah di muka bumi ini. 

pada kenyataanya adalah presepsi. situasi, kondisi, hati, keadaan yang cara mereka tumbuh membentuk mereka menjadi sesuatu yang berbeda dengan yang lainnya. kita di biasakan berpatokan kepada norma dan batas yang seharusnya adalah jalan terbaik untuk membentukmu menjadi baik. namun bagaimana dengan orang-orang yang tidak punya keadaan yang sedemikian rupa? orang-orang yang sudah ditempat menjadi kejam dan kuat sedari kecil? orang-orang yang tidak dipupuk kasihsayang yang penuh, yang memiliki materi secara cukup atau orang-orang yang sedari dini tidak di ajarkan caranya menjadi baik? apakah mereka layak diadili dan dicap buruk atau jahat?.

sementara seorang anak di tempat lain, tumbuh dengan sangat baik. tutur dan bahasa yang sopan dan santun, dengan kasih-sayang yang penuh dan utuh, dengan kasur yang empuk, pakaian yang bagus dan nyaman setiap harinya, makanan yang hangat, serta pilihan untuk menjadi apapaun yang mereka inginkan. 

harus di tarik garis keras dan disamakan?

yang hingga saat ini masih disetujui banyak orang dan bahkan saya pribadi. bahwa setiap manusia dan makhluk di bumi ini hanya ingin menjadi bahagia. meskipun dicemooh, walau terkadang harus berkorban, bahkan ketika harus berubah menjadi pribadi yang lain, babak belur oleh keadaan dan kehidupan, walau akan di lihat berbeda atau jahat atau buruk atau apapun, janji yang mereka terima atau rasa yang akan mereka dapatkan bahwa "saya hidup dengan baik, dan bahagia". meski ratusan alasan serta rentetan jalan di belakangnya membentang jauh dan sulit, di dunia yang penuh dengan topeng dan tawa-tawa orang lain atas sakit dan perihnya orang lain juga. bahwa setidaknya aku, kami, kita, saya harus bahagia. dengan jalan apapun itu, dengan resiko apapun itu, dengan beban atau dosa yang nantinya harus di pertangungjawabkan atau di tanggung. maka pikirkan dan pilihlan baik-baik pilihanmu.


world is soo cruel. it laugh's at your pain. 

Sabtu, 23 Juni 2018

Dalam damai

Tak pintar mengutarakan seringkali membuatmu menjadi salah
Dirimu mengerti
Mau memahami
Tak membuat sekelilingmu melakukan hal sama

Kau mengalah
Kau jadi sakit seorang diri
Tak membuat sekelilingmu berfikir untuk melakukan yang sama

Satu dan dua diantaranya datang ketika bosan
Tiga dan yang lainnya sesekali mampir karena tak sengaja berpapasan

Meski seluruh lelah dan tulang belulangmu rapuh dan dikerahkaan
Pada akhirnya kau tetap akan mati dalam kesunyian,
Sepi,
Damai..

Orang-orang akan berfikir sifatmu jahat.
"Aku sibuk mengengam tangan kesana dan kesini agar membuat semua orang bahagia
Dan berakhir dengan dibenci".

Orang-orang lelah akanmu yang tak kunjung berubah dan memberikan manfaat.
"Akankah kuubah darah yang mengalir dan menjadi tabiatku sehingga aku bisa jadi seperti malaikat-malaikat bersayap diluar dari fikiran dan kemauanku?".

Satu menyerah
Dua pergi
Tiga menjadi bosan
Iya, kurasa akulah penyebabnya

Tak berdaya merubah apapun,
Kurkira cara berfikirku tidak ada yang salah,
Atau tidak ada yang mencoba memahami?
Atau aku hanya sekeras batu sesuai inginku?

Walau aku tak menjadi inginku
Walau aku menjadi inginnya orang-orang lain
Mereka tak juga memeluk atau mengapai tanganku lebih dulu,bukan?

Lalu biarlak aku hancur dan remuk menjadi sunyi
Biarlah aku jadi salah dan sepi seorang diri
Lalu nanti aku akan berakhir menutup mata dan menjadi damai,
Biarlah..
Toh jikalau aku meronta dan menangis kau tidak mengerti dan hanya menjadi jijik memandangku kan?

Pernah.
Dan cukup sekali,
Ternyata tidak semua orang mengerti artinya menangis.

23.06.18

Selasa, 08 Mei 2018

Pejuang wajar

Saat yang lain sibuk memanjat
Yang ini baru ingin keluar
Ketika yang lain sibuk terlihat
Yang ini belajar menjadi wajar

"Ingin terlihat akrab" katanya
"Ingin jadi ramah" niatnya
"Ingin menikmati hidup" maunya
"Ingin berubah menjadi wajar" yang masih jadi mimpinya

Seorang dingin yang kadang lupa pakai hati
Seorang kaku yang tidak tau cara basa-basi
Seorang flat yang hanya berjalan sejalur
Perempuan kesepian yang katanya tidak merasa sepi bahkan ketika sendiri

Buku harianku, baro meter kebodohanku, tempatku bertanya dan dibentak, pelepas pilu yang terkadang hanya ingin kubagi..
Seorang sederhana tanpa pamrih,

Bahagialah kawan,
Hanya itu inginku bagimu

Hiduplah dengan baik,
Pergilah kesegala tempat yang ingin kau lihat,
Jangan takut dengan manusia-manusia keji
Percayalah nanti kau akan terbiasa
Jangan takut ketika hatimu di gengam seorang lelaki,
Kelak hidupmu akan penuh warna,

Luka sudah sembuh kan?
Walau bekas tidak akan pernah hilang
Tidak apa kawan,
Semua orang punya bekas luka
Jangan hanya duduk disudut dan menepi
Kau tidak berbeda dari yang lain

Lihatlah..
Semua orang menunggumu untuk tersenyum lebih manis daripada biasanya

Tidak peduli mode,
Tidak merasa bagus dan tidak cantik dan jelek
Hidup dengan keinginanya
Hidup dengan caranya
Tidak pernah berpura-pura
Terkadang terlalu jujur malah dan menyakiti
Bijak dengan sudut pandang dan cara fikirnya
Pendengar yang baik
Penyimpan sejuta rahasia terbaik..

Jadi lega ketika resah sudah dibagi dengannya,
Jadi ringan ketika setidaknya ada satu orang didunia ini yang mengetahui cara fikir yang kubagi,

Sedihku, piluku, bahagiaku, risauku, legaku, hatiku, plinplanku, asalan senyumku, datangnya lagi galauku,
Pasrahku..

Hanya bahagia,
Ketika nanti jika aku pergi dengan pilu setidaknya ada satu orang yang tau, kenapa?

Tidak mudah ya menjadi wajar?
Bahkan aku jua tidak waras kawan
Tak apa,
Toh kita hidup dan baik saja
Terkadang menangis, terkadang bahagia
Terkadang bersyukur, terkadang merasa kurang

Apapun itu,
Jadilah seseorang yang kau tidak akan pernah malu ketika bercermin,
Dengan penuh harga diri,
Dengan penuh kejujuran,
Hidup menjadi diri sendiri dan bahagia menjadi "aku"
Tidak ada yang salah dengan hal itu, kawan..

08.5.18
*pinta dari seorang lagi yang ingin dirinya digambarkan dalam sebuah kalimat. Pejuang yang ingin menjadi wajar! jika ingin jadi berbeda, maka kau harus menjadi seorang keren dengan caramu sendiri kawan!

Minggu, 29 April 2018

Tik tok

Hari ini merekah merah jadi pelangi
Besok menjadi abu
Berfikir ulang ribuan kali mencari alasan dan jawaban
Kenapa?
Mencoba menemukan yang harusnya tak penting buat dicari
Artinya apa?
Berfikir ulang mengingat-ingat yang telah berlalu dan merangkai menjadi jawaban
Mencoba menemukan jawaban dengan cara tersendiri
Benci dengan kata aku
Lelah dengan kata aku
Ingin menjadi kita
Namun merasa berat dan beban oleh kata tersebut
Langit yang abu-abu, langit yang biru pesona
Berbeda?
Tentu saja,
Itulah kenapa semua orang ingin
Itulah kenapa semua orang mau
Tapi semu aku
Tapi jemu barisan kata itu
Tapi pilu ngilu rasa geramku
Tik tok!
Lalu aku mengadu, lalu aku meminta, lalu aku beharap
Ingin di temani, ingin dipuji, ingin dipuja, ingin kerubuni, ingin di peluk dengan hangat
Hal-hal berupa manis singgah lalu menjadi putri kecil yang manis pula
serpihan-serpihan luka datang lalu berubah menjadi jahat dan kejih pun
Apakah wajar beralih hitungan detik?
Jika iya maka semua itu masihlah normal
Tik tok~
hari berharap bahwa berhenti,
Angan ini akhir yang luar biasa manis,
Pilu mengujam ratusan kali dan ingin menyerah..
Tik.. dan tok..
lalu katakan kepada lembar peristiwa
"Aku ingin sesuatu yang lebih baik, yang manis, yang cukup, yang saling dan saling, yang bahagia bukanlah hal asing".

29.4.18

Kamis, 26 April 2018

Manusia beku

Orang seperti kamu tidak tau yang namanya rindu
Tidak tau yang namanya berjuang
Tidak paham rasa sayang
Egomu mengalahkan segala pemikiran
Bahwa kamu lebih hebat
Bahwa kamu bisa lebih
Bahwa kamu dipuja-puja
Tidak peduli jika dibenci, tidak juga tergerak ketika ada yang punya hati
Hanya sibuk dengan pemikiranmu dan duniamu
Kamu tidak butuh kasih
Tidak butuh di mengerti
Tidak butuh di dampingi
Yang seperti kamu harusnya di tekan "copy dan paste" pada dirimu sediri
Lalu jadilah ia teman hidupmu yang tidak akan bosan berjuang untukmu
Atau mungkin copyan pastemu juga nanti akan lelah dan pergi
Kamu bukan ingin di mengerti
Kamu tak memberi ruang orang lain untuk mengerti
Seakan kamu tak bercela
Seakan kamu segalanya
Seakan kamu saja dan semua akan selesai
Seakan bisa menujuk dan jadilah
Sombongnya kamu..
tidak ada yang mau menunggu beku
Tidak ada yang tak lelah menunggu kabar
Tidak ada jiwa perasa yang tak menyadari kadar peduli dan tidak
Dan kamu yang tidak
Tidak ada seorang tertarik yang tidak membiarkan seorang menerka-nerka,
Menunggu tunggu,
Berteman sepi,
Bersahabat dengan tanya,
seorang sepertimu tidak butuh sayang
tidak tau yang namanya letih berjuang
Tidak kenal sikap ramah agar tak di sakiti
Terlalu cemooh
Selalu pakai otak
Tidak pernah pakai hati

Kamu..

26.4.18

Selasa, 17 April 2018

Fatamorgana

Hitungan jam
Dan tiba-tiba aku takut kau tidak kembali
Aku bukan seorang pecinta sejati
Jadi kutaktau yang harus kulakukan dan dimana harus mulai dan berhenti
Aku bukan pujangga cinta yang bisa merayu dengan kata kata indah
Juga bukan penyabar luarbiasa dengan teguhnya menunggu untuk mendapat perhatian
Aku hanya apa kulakukan dan kubuat
Aku hanya seorang bodoh yang kadang terjebak oleh langkahku yang tidak kupikrkan dengan sungguh
Hanya aku dan kulakukan
Aku takut
Jika kamu menarik diri dan pergi
Bagian lain dari diriku lebih takut
Jika berlanjut akankah aku bisa?
Semalaman ku ingat manisnya sosokmu
Semalaman ku kais-kais ingatan sederhana tetangmu
Ah~
Mungkin kau tidak menyukaiku
Mungkin kau hanya bercanda seperti katamu
Mungkin aku hanya tak seberapa di banding barisan yang menunggumu
Jika,
Jika saja mungkin aku diberi kesempatan oleh Tuhan..
bisakah kau dan aku, jadi kita?

17.4.18

Senin, 16 April 2018

Ilustrasi

Entah aku ini kenapa
Entah aku ini apa
Entah aku ini harus bagaimana
Lebih semu daripada cat abu-abu
Lebih pilu daripada warna kelabu
Kurasa kupunya yang kucari
Namun terkdang aku tak benar tau apa yang kuinginkan
Terkadang aku bahagia hingga senyumku tak lelah mengembang
Lalu seketika aku berfikir benarkah aku bahagia?
Terkadang aku suka kejutan setiap detik dalam lelahku berjuang
Tak jarang aku terpuruk seketika mengetahui dimana aku yang tak kukenal
Lalu apa aku?
Apa yang kuingini?
Dimana aku harus berlabu dan berfikir semua sudah cukup?
Kapankah aku menjadi begitu nyaman hingga tak takut akan terluka disakiti dan kembali di tinggalkaan
Terkadang aku ingin bersikap santai menikmati duniaku
Terkadang aku ingin menjadi orang lain yang sosoknya akan disukai orang banyak
terkadang aku lelah mengalah dan terluka sendiri
Terkadang aku memberikan seluruhnya milikku yang kukira pengorbananku akan dilihat orang lain dan seorang akan mengerti.
Lalu kusadarii,
Aku bukan hero,
Aku tidak menyelamatkan dunia
Aku ingin bersikap egois
Aku tak ingin berfikir untuk membahagiakan semua orang lagi.
Iya begitulah aku, seketika dan lalu berubah
Bertopeng dan lalu menangis kelabu..
Kukira tak ada yang benar-benar peduliku, kukira semua orang hanya berlalu,
Dan juga kukira aku tak salah berfikir begitu
jalani saja dengan santaiku
Jalani saja yang harusku lalui
Entah aku akan menjadi lebih baik atau semakin jatuh
Tak apa
Tak mengapa
Kata orang ketika kau terlahir kedunia jalan dan ceritamu sudah di suratkan dengan jelas olehNya
Lalu mungkin janji ku yang menyanggupi adalah iya
Lakukan
Jalani
Lalu kembali~


16.4.18

Selasa, 14 Januari 2014

Hitam Putih

Dunia ini tidak selalu bisa dimengerti, 
Mencari tau atas alasan terjadinya ini dan itu, meyakinkamu bahwa semua tidak melulu memiliki jawaban, 
Hanya sebatas pertanyaan kosong tak bermakna dan tak memiliki jawaban, 
Kamu merasakan dengan sangat pekat dan terasa namun kamu tidak bisa mengambarkan atau 
mengungkapkan apakah yang terjadi atas itu, 
Kita berjalan dan menjalani, namun terkadang pertanyaan yang kita miliki dan tanyakan tetap sama, 
Kenapa??
kenapa derajat menjadi pembeda, 
Hak milik menjadi strata, 
Rupa dan penampilan menentukan posisimu berada, 
Dan seberapa jauh andil pemikiramu berada di dunia, 
Sejauh hidup ini berlanjut, yang kita miliki sebagai jawaban hanya satu, 
Seleksi alam.. 
Yang terkuat dan memiliki kemamnpuan akan bertahan hingga akhir 
Dan kamu yang biasa-biasa saja dan tidak memilki sesuatu untuk berada di posisi depan akan tersingkir
Ada namun hanya sebagai pelengkap dalam sebuah team, bukan pemain utama
Dunia berlomba-lomba berada di sana, posisi pertama, no satu
Bertahan atau berakhir 
Menyakiti atau disakiti
Mengalah atau dikalahkan
Tragis? 
Selamat datang di bumi..



Cari dan temukanlah tempatmu untuk berlindung atau berbagi
selalu ada belahan lain dari dunia ini yang bisa kau tinggali
yang penuh dengan kebahagiaan dan senyuman
temukan itu, sisi lain dari hitam.. 

Rabu, 23 Oktober 2013

Still there's dividing line between us

Kita hidup untuk sebuah tujuan, memiliki mimpi adalah keharusan. Target, tujuan dan cita-cita setidaknya kita hidup untuk satu keyakinan. Jika terjatuh, bangkitlah lagi. Jika gagal, maka teruslah coba hingga menjadi berhasil. Lalu ketika tak pernah jadi hal baik, apakah dunia patut di salahkan untuk itu? Atau diri sendiri yang harus kau tunjuk dan ubah?.

Kita mencoba, bersikap baik bukanlah hal mudah bahkan ketika situasi dan keadaan membuat senyum sulit terukir dengan manis. Saya terseyum, tak se-elok milikmu atau secantik parasmu, tapi percayalah saya mencoba. Hanya untuk sebuah pengakuan kecil, bahwa dunia akan segera menerima kehadiranmu. Bahwa kamu hidup tak untuk diabaikan dan sorang diri. Bahwa kamu hidup memiliki adil dan tak hanya lenyap tak diketahui.

Kita tersenyum, berbagi kisah, saling menebar canda, mencoba berbicara dan memahami. "Kita". Ketika hubungan sudah cukup kokoh dan memiliki arti untuk dikatakan sebagai teman. Bukankah itu terjalin dari sebuah kepercayaan, keyakinan dan kesetiakawanan?. Akan lebih mendalam jika akan dianggap demikian, namun walau semua hati tampak terlihat menyatu menjadi sebuah kata "teman" dan bukan lagi "kami" dan "kalian" kepercayan akan manjadi semakin kokoh dari sebelumnya. Harusnya, saya bahagia dengan senyum kecil yang sebenarnya.

Harusnya begitu. Namun pada kenyataanya, kamu dan saya belum cukup diterima sebagai satu kawanan yang menghuni dunia kejam ini. Kita belum cukup dikatakan sebagai sekelompok teman yang akan berbagi segala hal bersama. Tetap ada garia pemisah yang tak terlihat jelas menjadi batas antara 'kami' dan 'kalian' menjadi teman. Tidak peduli sebaik apapun kita berusaha, tidak peduli sebaik apapun kita menjadi, tidak peduli seramah apapun kamu sebagai seorang manusia. Bahwa perbedaan, bahwa kedudukan, bahwa asal muasal kamu dikahirkan, akan tetap berperan penting dalam posisimu di antara mereka.

Senyum ramah yang kita anggap sebagai sapaan selamat datang. Obrolan kecil yang kita kira sebagai rahasia luarbiasa yang harus dijaga dan disimpan. "Kita" yang dalam hati sangat gembira bahwa seperti telah diterima dalam lingkup dan pergaulan mereka dan dunianya. Ternyata tetap berbeda pada garis pemisah tipis yang tak boleh saya lewati.

Perbedaan, diskriminasi, dan kelompok tidak melulu dapat menyambutmu hanya karena kamu memiliki kemampuan biasa yang tidak istimewa. Kamu harus menjadi sesuatu untuk menjadi bagian yang luar biasa. Saat kamu menganggap bahwa kamu telah diterima, garis tipis itu akan muncul berbunyi dan menjadi lebih tebal menandakan batas yang bisa kamu lewati dan tak bisa kamu capai. Itu adalah dunia yang kita, kamu, saya, kami dan kalian tinggali sekarang ini.

Senin, 07 Oktober 2013

Sederhana

Memulai sebuah kisah indah tidak harus diawali dengan sesuatu yang manis, dan mungkin juga tak selalu berakhir manis. Kamu, aku dan semua tau akan hal itu.
Menjalin sebuah pertemanan tidak melulu mengutamakan kesempurnaan karena kita manusia biasa, aku mempelajarinya.
Mendapatkan seorang sahabat yang luarbiasa bukanlah kebetulan, tetapi sebuah anugrah dari Sang Pencipta. 

Aku tidak lelah mencari atau berhenti melangkah bahkan ketika kamu menyakitiku pada pertama kalinya aku jatuh cinta, menghabiskan banyak waktu hanya untuk tersenyum dan berfikir apa yang kamu lakukan. Sungguh itu hal yang melelahkan, hingga aku tak ingin berlama-lama terlelap hingga pagi tiba. Taukah kamu doaku pada malam hari itu? "kapan hari erok tiba? apakah masih sangat lama". Dan semua terbayar dengan pukulan sakit yang singkat, sebuah penolakan. Jika kamu bertanya apakah aku terluka dan menangis. iya, aku begitu. aku sungguh sakit hingga tak kumengerti kenapa bertahan di antara ribuan lukanya, lalu sampai hari ini aku baik-baik saja. Aku berdoa pada setiap kesempatan yang kupunya, hanya satu dan hanya itu pintaku untukmu, "bisakah satu orang seperti dia mencintaiku, hanya satu.. hanya kuinginkan satu", hingga kusadari bahwa semakin doa itu sampai padaMu, aku semakin perih dan sakit karenanya. Engkau tak kunjung menjawab walau hanya pertanyaan singkat. Ku pahami kesibukanmu, Tuhan. Aku tak pernah berhenti untuk itu, tidak berhenti untuk meraih dan mencari walau diantara ribuan jarum atau diantara jutaan pohon kaktus. Kenapa? karena aku percaya, luka yang kering dan menjadi luka lagi pada hari hari kemarin akan segera sembuh seiringinya waktu. Karena aku yakin seseorang akan datang untuk itu karena kesabaranku dan penantianku. Tidak ada yang sia-sia selama kita berusaha, hal-hal yang tidak pernah kusaksikan namun selalu kupercayai. Bukankah kita hidup untuk bermimpi dan menjadikannya nyata?.

Kita menjadi dewasa seiring dengan pengalaman datang. Menjalin sebuah pertemanan singkat, mendapatkan teman baru, manusia akan datang dan pergi dalam kehidupanmu, itu biasa. Tidak semua dari antara mereka akan bersikap baik, namun memiliki hati yang baik atau tidak semua dari mereka yang terlihat jahat namun membenci dan menjatuhkanmmu dengan caranya. Bukankah manusia begitu? tidak sempurna. Taukah kamu? aku merasa sakit dan luka ketika semua yang kupercayai pada sesautu hanya menjadi bualan dan candaan bagi orang lain. Aku percaya dan yang kamu tau hanya menyakiti dan berhkianat, aku tak akan menghakimi. Aku akan tersenyum merendah seperti biasa, melihat caramu dari jauh, melihat tingkahmu padaku, memperhatikan caramu menyakitiku. Tidak! aku tidak akan berontak, bukankah kamu berjanji untuk menjalin sebuah pertemanan dan bukan omong kosong? aku berpegang teguh pada itu. Aku berjanji pada saat itu. Tapi, maukah kamu mengerti? aku juga seorang manusia biasa. Terluka bukanlah hal sederhanda untukku, senyum sinismu, atau senyum tulusmu tak lagi dapat kubedakan. Aku menjadi selalu takut dan berprasangka, karena kamu. Aku tau ini yang dinamakan teman, yang ini teman.. sedikit berbeda dengan seseorang yang lebih dekat lagi. Tak semuanya begitu, akan selalu ada yang tulus dan baik hati. Satu diantaranya. Jangan berhenti mencari.

Terkadang seseorang yang tak terlihat akan menjadi berharga pada saat-saat yang sulit. Bukan, bukan memanfaatkan. Maksudku, kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar ada untukmu ketika saat-saat sulit tiba. Bertahan menemani dalam sakit dan susahmu, tak berhenti berdoa untukmu bahkan ketika kamu tak cukup berharga diperlakukan begitu. Dan yang lainnya, yang sudah terlalu lama berpura-pura menjadi begitu yang hanya akan berlalu meinggalkanmu, bukanlah ini sebuah pelajaran lain?. haruskah aku bersorak "selamat datang pada dunia yang nyata?". Lagi-lagi tidak.. Begitulah manusia, dan Tuhan akan menujukkan padamu segalanya. Anugrah atau hanya hadiah. Hadiah akan mengisi harimu dengan tawa, bertahan ketika kamu punya segalanya, membuat hari menjadi indah bersama, indahh.. itu hadiah. Anugrah, terkadang terlupa karena kesederhanaanya, hilang karena diamnya, dan ketika kamu sendirian dan butuh pertolongan, akan menjadi satu-satunya dan selamanya. Itu anugrah. 

Hiduplah dengan caramu, bahagialah untuk dirimu dan sekitarmu. Jalanilah dengna caramu. Jika itu adalah hitam, maka ubah dan belajarlah untuk mejadi putih. Jika itu adalah sebuah luka dan derita, maka menari dan tertawalah di dalamnya, nikmati setiap goresannya. Jika semua adalah kenyataan, maka Tuhan inginkan rencanya yang lain daripada benakmu untuk jadi sebuah kisahmu yang baru. Bersyukur.

Kamis, 16 Agustus 2012

Perbedaan


Dan ketika aku tak ingin datang untuk mengungkap apapun,
Kau datang dengan tak di undang, berfikir dengan rasio dan emosi belaka. Siapakah yang hina? Siapakah yang harus mengalah? Atau siapakah yang dengan egonya tak mau mengalah?

Kenapa kita tak pernah sejalan. Bukan tak pernah, tetapi seringkali kita tak berfikir dengan arah yang sama. Sulitkah mengakui bahwa aku inginkan jalanku sendiri. Atau sulitkah mengalah untuk melhat ke dalam hatiku. Atau aku yang dengan egois menutup mata dan memaksakan kehendakku. Bahkan mengalir darah yang sama, bahkan bernafas dengan nada yang sama. Sulitkah mengerti caraku terluka?

Aku terluka. Walau tak ku perlihatkan jeritan dan rasa sakitnya. Aku terkurung, walau tak ku perdengarkan pada dunia teriakan siksaannya. Aku inginkan sesuatu yang aku inginkan, walau pada akhirnya semua dengan persetujuan.

Atau jikalau aku bersalah. Tidak bisakah kau mengerti dan sesekali mengalah. Melihat apa yang salah dan tanpa mengulanginya. Aku bagai raga tak berguna. Dan aku cukup hidup dalam khayalku untuk memahami itu. Dan teriakaan demi teriakan, apakah itu semua adalah dosaku? Hingga aku yang harus menanggungnya. Dan keluhan demi keluhan, aku ingin kau juga perdengarkan pada semua hingga aku tak lagi membenci dunia seorang diri.

Aku belajar dari setiap luka dan goresan kecil, dan walau dalam keadaan yang tidak baik, aku tetap percaya bahwa semua akan berkahir dengan indah, bahwa semua akan ada saatnya. Dan itu bukan hal yang mudah, tersenyum saat raga bahkan tak ingin untuk bicara, bicara ketika jiwa seakan ingin menanggis meronta. Tidak, tidak pernah mudah. Aku akan menggangap segalanya adil, walau sebelum kata adil terkuak aku akan menanggis dan lagi lagi berfikir keras. Aku ingin kau mengerti. Hanya itu.

Aku hanya ingin kau tau betapa besar rasa sayangku dan segala yang ingin ku berikan untukmu, namun terkadang aku terlalu hina dan bersalah di setiap kataku. Atau  mungkin, aku memang begitu.. karna kesalahanku. Maaf. Hanya sulit menggapai dunia tanpa melakukanya, terkadang aku harus merampas karna kau tak memberiku kesempatan untuk memiliki, sesuatu yang bahkan tidak di inginkan yang lain, tapi sangat aku harapkan.

Hingga hidup terasa terlalu letih untuk di jalani. Aku menjelaskan teoriku setiap waktu, dan kau menekankan teorimu setiap saat. Kita berbeda. Walau aku tak pernah inginkan itu, tapi aku sadari bahwa terkadang kita memang berbeda. Lalu kenapa kau harus murka dengan itu? Kenapa aku harus menjadi tersudut karna perbedaanku? Tak dianggap karna pemikiran itu. Itu menyakiti, dan aku ingin kau tau. Hanya itu.

Apakah aku di benci? Apakah aku mulai di tinggalkan? Benarkah aku tak lagi di sayang? Aku akan khawatir setiap saat, ketakutan setiap waktu. Dan kau tidak tau. Kenapa aku harus merasakan itu? Begitu. Aku sudah cukup menderita karna terlalu perasa, dan lagi lagi aku di takut takuti dengan hal hal seperti itu. Aku bisa binasah. Aku akan lenyap. Jiwaku akan hilang.

Aku tak berawal, tapi juga tak berakhir. Aku bukan malaikat, dan aku tak seperti devil. Hanya saja seseorang harus mengerti lebih dalam diriku untuk benar benar mengenalku. Aku tak luar biasa, tapi aku tidak sederhana. Aku bukanlah yang terindah, tapi bagiku segalanya. Aku tak ingin jadi yang pertama, tapi bukan berarti terakhir berguna. Aku tak sebaik segalanya, tapi aku bisa lebih dari yang terlihat. aku tak melakukanya tak berarti aku tak bisa. Aku istimewa, dan aku percaya itu. 

Minggu, 22 Juli 2012

Salah satu alasanku memiliki impian..


Mungkin aku tidak akan pernah sejalan dengannya,
Bagiku.. setiap orang memiliki hak untuk hidupnya masing masing..
Tapi untukknya, jalani saja hal hal yang terbaik untuk hidupmu..
Ketika dia mulai mengajakku berfikir keras tentang hidup, maka saat itu kami akan mulai berdebat.. tentang segalanya..
Selalu ada alasan di balik celaanku, tapi yang ia tau aku selalu terlalu muda untuk mengerti hidup.
“tergantung dari pribadinya masing masing juga maa!!”, “yaa hidup memang begitu sayang, selalu begitu!! bukan pribadi!! ”, haha.. walau aku akan kalah dan pada akhirnya ikut pada jalan yang ia tentukan tapi aku selalu mecoba memperlihatkan padanya, bahwa aku ingin hidup yang berbeda, hidup dengan cara dan keinginanku.. 
dia salah satu pahlawan hidupku sepanjang masa, meski terkadang aku membencinya karna sikapku yang manja dan terkadang tak sejalan dengan apa yang ada di fikirannya, namun ia salah satu alasankku memiliki mimpi. 
jika dia berkata "tidak", maka akan ku paksa untuk bilang "iya", jika semakin dan semakin keras ia katakan "Tidak:, maka aku akan semakin keras dan semakin keras untuk berkata "iya" walau tidak selalu aku akan menang, tapi setidaknya sesekali aku hidup dengan cara dan kemauanku.. 
walau terkadang aku rasa cukup lelah untuk melawan dan akhirnya menyerah, 
tetapi.. dia tetaplah salah satu alasanku memiliki mimpi.. 
walau ber-ribu ribu kali aku membuatnya marah, dia akan tetap tersenyum dengan hangat dan membujukku untuk makan, walau berkali kali aku berhenti bicara, pada akhirnya dia yang akan diam dan menuruti mauku.. 
"tidak semua hal harus sesuai dengan bayangamu ma, hanya saja terkadang kau tidak mengerti apa yang benar benar terjadi atau apa yang benar benar aku inginkan. aku remaja sekarang, dan aku ingin kau mengerti itu, aku ingin hidup dengan cara yang aku inginkan, memilih jalan yang seumur hidupku nanti tidak akan aku sesali, walau pada akhirnya tidak seindah rencanamu..aku tau kau inginkan yang terbaik untukku, tapi terkadang yang terbaik di matamu bukanlah yang terindah untukku.. hanya itu.."
suatu saat aku hanya ingin kau melihatku dengan cara yang lain, hanya itu.. 
Ma, kau salah satu alasankku memiliki impian, seluruh bahkan seutuhnya impiankku selalu ada dirimu di dalamnya.  
jadi.. bisakah aku hidup dengan caraku ?? dengan jalan yang aku inginkan, seperti apa yang ada di dalam benakku ??