Senin, 06 Agustus 2012

Sayang, coba lihat aku disini..



Kau tau? Sejak awal pertama aku melihatmu. Hanya satu doaku padaNya. “Andai aku biasa menggapaimu lebih jauh”. Kau tau? Sejak pertama kali aku melihat senyumu. Hanya satu doaku padaNya “biarkan aku melihat senyum itu sepanjang hidupku.

Tidakkah kau tau? Sejak pertama aku mandengar nafasmu, hanya satu pintaku. “biarkan aku di sisimu selamaya”. Tidakkah kau tau? Sejak aku mengetahui sedikit saja tetang hidupmu, hanya satu pintaku “bisakah aku tau dan mengerti lebih”. Hanya itu.

Lalu kau mulai berlalu, datang tanpa alasan lalu pergi bagai tak pernah melakukan apapun pada hatiku. Lalu kau memintaku menunggu, seakan selama ini tak pernah kulakukan. Lalu kau ingin aku mengerti seakan selama ini aku tak pernah memahami.
Sayang, cobalah lihat aku disini..

Aku menanti dan kau terus pergi. Walau aku katakan tempatku berdiri maka kau hanya akan terus berlalu dan pergi. Lalu kau memintaku mencintaimu lebih. Sayang, kulakukan itu lebih dulu, jauh sebelum kau meminta dengan matamu yang tak pernah mengerti apapun.

Aku hanya bersembunyi di balik hatimu, di balik rasa egomu, di balik duniamu. Namun kau tak akan pernah menemukanku, tak peduli seberapa mudah aku bersembunyi, maka kau tidak akan pernah menemukanku. Sayang, aku di sini! Bagian kecil dari hatimu.

Jika kau ingin aku menjadi angin, maka aku akan begitu. Jika kau ingin aku jadi hujan, maka aku juga akan begitu. Jika kau inginkan aku menunggu, akan kulakukan. Tetapi jika suatu saat aku menyerah dan meminta izin untuk berlalu, maka biarkan aku.

Detik demi detik. Hari demi hari. Minggu demi minggu. Dan tak peduli berapa lama pun aku menunggu. Aku tau, kau tidak akan datang untukku. Sayang, aku menunggu.

Dan kau mecoba meraih hati ini lagi, dengan luka yang sudah terlalu dalam. Mengejarku dengan keyakinanku. Menginginkanku dengan amarahmu. Berlari berpacu waktu dengan ragu ragumu, dan aku tersenyum melihatmu dari balik kaca yang todak pernah jauh darimu. Bahkan, aku juga tidak melihatku. Yang aku butuhkan hanyalah cintamu, sayang..

Saat semua terlalu terlambat untuk di perbaiki dan aku seakan terlalu lelah untuk menunggu dan mengerti. Aku hanya melihatmu di balik kaca, tersenyum dan mencoba melepaskanmu “lagi” dan mungkin untuk yang terakhir kalinya. Dan kau, hanya terpaku melihat senyum perihku di balik kaca itu. Merasakan sakitmu sendiri namun tak mengerti perihku.

Setelah sekian lama waktu berlalu. Waktu mempertemukan kita lagi. Dan kau bersikap seakan tak mengenalku, mencoba menyakitiku dan membalas perlakukanku. Berteriak dan memarahiku. Ini sudah terlambat, bahkan mungkin aku tidak perlu memeberitahu apapun untukmu, tapi. Aku ingin kau tau..

“aku sudah menunggu terlalu lama sayang, sejak detik pertama aku melihatmu. Maka saat itulah aku mencintamu. Dan hanya satu pintaku bahwa kau akan lakukan hal yang sama, yaitu mencintaku juga. Sejak pertama aku menggenalmu maka aku terus menunggumu, hanya satu inginku berpaling dan lihatlah aku. Saat pertama kau coba buka hatimu untukku, hanya satu inginku. Berikan aku sedikit saja tempat di hatimu, di dalam duniamu. Sayang.. lihatlah aku disini..”

Aku mencintaimu dan itu selalu tulus dengan pintaku, tetapi hatimu tak pernah terbuka untukku.. karna itu, semua telah berlalu. Bahagialah dengan yang lain untukku, sayang.

Minggu, 05 Agustus 2012

LOVE


MenCintaimu itu seperti memeluk kaktus! Tapi semakin aku terluka, aku semakin tak bisa dan tak bisa melepaskanmu. Bukan karna kau berbeda, hanya saja aku rasa aku tidak bisa.

Aku.. tidak bisa menyentuhmu, karna kau terlalu jauh. Namun, tapi, dan karna itu, aku tetap tak bisa melupakanmu, yang setiap saat aku rindukan bahkan ketika kau tidak sama sekali mengenalku. Ini tetaplah rasa sakit, tapi aku tetap tidak bisa melupakanmu.

Jika untuk menCintaimu harus membuatku seperti ini selamanya, maka biarkanlah aku begitu denga caraku. Bisakah??

Lalu aku terluka lagi, oleh perlakuan yang bahkan tidak kau sadari. Dan aku menangis lagi, air mata yang bahkan tidak pernah kau ketahui. Bagiku “saat itu” di sisimu adalah cukup. Tapi ternyata tidak, aku selalu inginkan lebih.

Kau melukaiku dengan caramu, yang bahkan membuatku semakin terluka adalah ketika aku mengerti bahwa bahkan kita belum “bertemu”, hal yang sangat menarik adalah melihat senyum indah “mu” setiap hari, yang bahkan ratusan bahkan jutaan orang juga akan saksikan. Walau begitu, aku menCintaimu hanya itu.

Bolehkan aku meminta izin darimu? Untuk sesekali memimpikanmu di dalam tidurku. Bolehkah aku meminta sedikit cahaya dari matamu? Agar aku akan bernafas lebih indah dengan cahaya itu. Bisakah aku di takdirkan untukmu atau setidaknya jadi bagian dari hidupmu? Hingga aku tak pernah menyesal karna bernafas untukkmu.

Kau tidak bisa mengenal ‘Cinta’ hanya karna melihatnya dari jauh, kau harus ‘Mengenal’ nya lebih dekat lalu mengerti mata nya lebih jauh.

Hanya karna dirimu “menunggu” lebih lama, tidak berarti dia akan menCintaimu dengan sendirinya, karna ‘Cinta’ tidak pernah sederhana.

Aku tertawa, seperti orang idiot. Aku bahkan menangis, tanpa kau lihat ataupun sadari. Dan aku masih berada si sisimu, saat kau membutuhkan sesuatu untuk menghapus airmatamu, itu semua hal yang sederhana. “aku menCintaimu”.

Mungkin tidak pernah aku rasakan bahwa sebuah “kisah” itu adalah nyata dan sebenarnya. Tetapi yang ku mengerti bahwa “menCintai” adalah hal yang indah.

Aku tidak mengerti, tidak ingin mengerti. Aku tidak tau, tidak ingin tau. Aku menutup mataku, karna aku tidak ingin melihat. Dan aku mengabaikan segala sesuatu yang mecemoohku, karna aku yakin. “beginilah caraku menCintaimu”.

Bagaikan aku sudah terbiasa dengan rasa sakit. Hingga luka tak lagi terasa. Perasaan seakan mati rasa. Walau begitu, aku tetap “menCintaimu” dan bertahan karna senyummu.

Segala yang aku tuliskan, segala hal yang aku definisikan. Tidaklah sederhana untukku, tidak pernah mudah bagiku. Dan semua orang pernah merasakan itu. Hidup ini, dan segala sesuatu di dalamnya, seperti layaknya hatiku membutuhkan ‘CINTA..’

Sabtu, 04 Agustus 2012

Siapakah kau??


Kau datang dan pergi, tak punya tujuan dan seperti tak memiliki arti..
Terkadang datang, membawa kebahagiaan..
Lalu pergi, seakan tak pernah singah..
Sesekali, bisakah kau ceritakan padaku sesuatu yang nyata?
Yang dapat ku sentuh, ku jamah, lebih dari sekedar aku rasakan..
Mungkin kau bisa menujukkan padaku “arti dari yang sesunggunya”.
Sehingga aku benar dan akan menulisan kisah kisahmu, tidak hanya untul diriku,
Tapi untuk seluruh bagian dari “hidup”
Aku merasa iri, dan terkadang aku menggila,
Tawa dan tangis yang kau ceritakan, tak pernah lebih lama dari yang aku inginkan..
Jika nanti hari itu tiba,
Menetaplah di dalam hatiku.. jadi bagian dari serpihan kisahku..
Bagaimana? Bisakah?
Lalu bisakah aku menunggu? Setidaknya aku “percaya”
Karna mungkin hidup ini tidak lebih “menarik” atau mungkin terlalu “sepi”
Hingga tekadang, aku membiarkanmu singgah lalu berlalu lagi, seiring dengan selesainya keinginan baruku..
Lalu semua terasa semu lagi, seperti kataku tadi “seakan tak pernah singah”
Aku lelah, dan ini menjengkelkan.. tapi hanya itu yang membuatku bertahan..
Apa yang salah dengan dengan “peri peri kecil yang kesepian”?  kenapa meraka tak di berikan teman? Apa yang menarik dari seorang “ratu”? kenapa ia punya segalanya? bahkan ketika ia tidak menginginkanya..
Jadi? Kebahagiaan hanya milik orang orang yang punya keberuntungan? Benarkah?
Lalu bagaimana dengan “peri peri kecil” tadi? Haruskah aku menanggis untuk mereka?? Haruskah??
Dan hari esok akan datang, selayaknya tidak pernah ada kisah “ratu” atau “peri kecil yang kesepian”..
Mentari akan terbit lebih indah dari kemarin, dan tetap seperti hari hari biasa..
Layakkah? Benarkah? Inikah?
Dan aku akan mulai menangis lagi, mulai merasa lelah lagi..
Lalu mengarapkan “dia” untuk datang lagi,
Walau sesaat.. walau semu.. dan walau esok semua akan menghilang,
Tak apa.. tidak apa apa.. asalkan aku tidak merasa dunia ini sepi dan sunyi seperti tak berpenghuni.. tak masalah..
Tapi ini bukan tujuan hidup, tapi ini bukan sesuatu yang akan di pertahankan..
Dan karna aku tetap “percaya” hingga saat itu tiba..
Esok, lusa dan lusa.. aku akan tetap menunggumu untuk datang lagi..

Rabu, 01 Agustus 2012

Tuan Egois 2

hmm, biar aku bayangkan lagi sosokmu.. 
karna tiba tiba aku merindukanmu lagi, entah kenapa.
kau yang tidak akan pernah mau mengalah, 
kau yang tidak akan pernah "minta maaf" untuk kesalahan apapun,
kau yang tidak akan pernah mengerti rasanya "menunggu",
kau yang akan selalu menegakkan kepala dan tak kan pernah menoleh ataupun memadangku,
kau yang meski segala yang telah aku berikan tidak akan pernah "mempertahankanku",
kau yang walaupun ku berikan seluruh kepercayaanku tidak akan pernah "mempercayaiku",
kau yang akan terseyum ketika aku marah,  mengomel dan berteriak,
kau yang akan dengan polosnya menangis dan mengadu seakan akan anak kecil yang kehilangan segalanya,
kau yang akan selalu merengek minta di berikan sesuatu yang kau inginkan, 
kau yang tidak akan berhenti menceritakan "kisahmu"..
kau.. kau... dan kau..
mungkin terkadang kau tidak seburuk itu, terkadang kau juga manis.. 
saat sedikit saja mencoba "memperhatikanku", atau "membutuhkanku".. 
lihatlah deretan definisi dirimu itu, dan walau begitu aku tetap menunggumu, 
aku tetap memperthankamu di sisiku, 
berharap suatu hari perasaan ini akan di balaskan, tidak hanya sebagai "orang yang terbaik untukmu", 
tetapi "menjadi orang yang spesial di hatimu" dan aku salah.. 
ada hal hal yang walau seribu kali bahkan sepulu ribu kali aku pertahankan dan aku coba untuk menuggu, 
tidak akan datang ataupun berpaling.. 
ini terlalu sulit.. hingga aku memutuskan berhenti untuk terluka.. berhenti untuk menunggu.. 
karna meski waktu berlalu, aku tidak akan jadi bagian dari kisahmu.. 
aku hanyalah lembaran kecil bagian dari semangatmu.. 
tapi.. 
tanpamu aku tidak akan menuggu dan merasa se sakit ini, 
tanpamu aku tidak akan berajar mengalah, mengerti, dan menyadari.. 
bahwa hidup tidak pernah seindah cerita cerita novel yang aku baca, bahwa rasa sakit karna "kecewa" itu nyata dan benar ada.. 
terimakasih, karnamu aku belajar banyak hal.. karnamu aku mengerti banyak hal.. 
dan karnamu, aku memiliki setidaknya kisah kecil yang nanti akan ku bagi.. 
aku belajar dari semua ini, belajar dari rasa "sakitku" karnamu.. 
walau aku tidak bisa "mempertahankamu" dan "bertahan" karnamu, 
namun.. tapi.. aku tau kau akan bahagia dengan atau tanpaku.. 
dan karna sampai detik ini aku telah berlalu, maka kau harus berjuang sendirian lagi "kawan".. 
terimakasih tuan egoisku.. 
kau akan selalu jadi bagian dari kisahku, 
betapa aku pernah mencintai seorang "egois" sepertimu, merasakan sakit teramat dan tetap berharap karnamu.. 
terimakasih.. hiduplah dengan bahagia, dan aku juga akan begitu..

Selamat datang agustus,,

hari ini, 
aku mencoba lagi.. dengan sedikit kekuatan yang ada dan yang aku miliki, 
meyakinkan diri dan jiwa ini, bahwa semua adalah rencana Nya, 
dan mencoba untuk tetap melangkah.. 
aku sedang belajar dan diriMu lah yang mengajariku, itu yang aku yakini.. 
sampai saat ini dan sampai detik ini, 
apapun itu, aku hambamu dan akan selalu jadi hambamu.. 
selamat datang agustus!!
saat udara pagi pertama yang kuhirup tadi pagi, saat aku mencoba mengumpulkan sisa keberanianku, 
hanya satu yang aku harapkan "jadilah bulan yang lebih baik dari bulan kemarin" setidaknya begitu.
bawakan aku kabar indah yang ingin ku dengar, jangan biarkan "mereka" kecewa lagi.. 
aku lakukan tugasku dan sisanya ada padaMu,, 
selamat datang agustus!!
dan jadilah bulan yang akan mengawali langkahku..