Jumat, 31 Januari 2014

Pagi yang lebih cerah, hari yang lebih indah

Saat aku marah ketika ia seakan iri,
Saat aku merasa risih ketika ia mengeluh,
Saat aku bosan mendengar bandingan-bandingan itu,
Akhirnya ku-mengerti bahwa rasanya memang begitu, bahwa hal yang wajar ketika ia membandingkan dan menjadi iri,
Ketika ku datang dan melihat betapa sempurnanya hidup seseorang, lelah itu datang..

Tuhan memberikan tempat yang selalu sesuai untukmu, dan akan selalu kupercayai begitu. Ketika Dia mengatakan hal yang pantas dan tidak, maka begitulah seharusnya.

Manusia menginginkan. Bercita-cita. Ingin menjadi. Akan menemukan. Berkaca dari kehidupan yang tampaknya sempurna dari kehidupan seorang yang lain.

Ketika perbandingan datang melalui fikiran, membuka satu per satu dan meneliti setiap detil dan helai nya. Kamu akan menemukan perbedaan dan rasa iri. Alangkah indahnya jika aku juga begitu.

Jika begitu, mari kita mencoba meraihnya bersama. Berdoa hingga Tuhan lelah mendengar semua permintaan itu. Mencoba hingga semua rasa dan perih tak lagi terasa sebagai sesuatu yang menyakitkan. Mari kita meraih dengan kemenangan.

Esok, aku juga akan begitu. Tuhan akan memberikan kesempatan untukku juga menjadi begitu, mendapatkan semua itu.

Kita akan menjadi sama. Aku meraihnya dengan usaha dan perjuangan, lalu kau medapatkannya karena hal sederhana bernamakan jalan kehidupan.

Jangan bertanya kenapa padaNya. Dia selalu punya rencana. Kurasa aku cukup percaya bagian itu.

Kapan perjalanan panjang ini berakhir? Aku hanya akan bertanya untuk itu. Aku tak akan menyerah dengan permohonanku. Jadi jangan bosan mendengarku.

Aku akan diam dan menutup mataku. Dunia ini selalu jadi yang terindah. Aku akan bersabar dan menunggu waktu untukku.  Jadi cepatlah datang padaku.

Aku akan menunggu untuk bunga yang bermekaran. Menunggu untuk cinta yang manis akan segera datang. Menunggu untuk segalanya menjadi mudah. Menunggu untuk meraih bukanlah lagi hal tersulit. Menunggu seakan kebahagiaan bukan hanya sesekali dan keberuntungan. Menunggu untuk saat-saat te-manis.

Aku tak akan menjadi iri. Aku tak akan menjadi benci. Aku tak akan berhenti meminta dan berdoa hingga Engkau lelah. Aku akan tersenyum dan bersyukur. Hanya itu yang menguatkanku. 

Jumat, 24 Januari 2014

Cost dan sin

Betapa kusadari apa yang mama ucapkan selalu benar. Betapa duniawi dan kasih sayang atau cinta adalah hal yang berbeda. Bahwa dunia ini tak benar-benar mencari sesuatu yang sejati. Dan mungkin aku juga begitu.
Seorang bijak di dekatku menghibur "begitulah manusia sayang, tidak sempurna. Karena satu kali menyenangkan, mencoba lagi adalah hal lumrah dan mungkin kamu juga begitu".
Hanya saja, kusadari bahwa duniawi adalah segalanya di dunia ini..
Aku hanya marah, lebih tepatnya kecewa. Kamu yang manis. Kamu yang baik hati. Tak se-utuhnya begitu, sama seperti kebanyakan. Aku memang egois, dan kita impas karena saling membenci kekurangan. Hanya saja kata-kata sederhanamu, melukai segalanya.
Perhitungan antara cost dan sin benar ada. Guruku tak pernah berdusta saat mengajar, kukira semua itu akan jadi perlu sekarang.
Sebenarnya, itu manusiawi. Hanya aku tidak terima karena duniawi-mu itu, kau bahkan menjadi orang lain. Mengerikan!
Aku akan tertawa ketika mengingat ekspresiku dan caraku menghindar untuk hari ini suatu saat nanti. Ketika aku tak segaja mengingat atau membacanya lagi.
Lagi-lagi Terimakasih padaMu Tuhan, mengajariku satu hal lagi dengan satu hari singkat. Aku mengerti.

Senin, 20 Januari 2014

Selamat hari senin dunia!


Aku akan bahagia! Dan kamu akan iri ketika melihatnya. Aku akan menunjukan padamu betapa bahagianya aku dan kamu akan menyesal untuk itu.

Hari ini, kumulai sesuatu yang baru. Hidup ini penuh dengan tipuan, pada akhirnya kamu akan menemukan apa yang benar-benar kamu inginkan tidak jadi sesuatu yang berarti lagi. Berkali-kali dan aku tidak bosan untuk mengulangnya. Kurasa aku begitu.
Hari pertamaku untuk berjalan seorang diri dan seluruh tubuhku kaku, otakku membeku, hatiku seakan diikat erat dengan tali kokoh, dan hatiku ragu. Apakah aku bisa? Akankah kulakukan dengan baik? Apakah akan baik-baik saja? Seakan otakku hanya ada kata-kata itu.

Dan untuk pertama kalinya kusadari, ini tidak mudah..

Tidak seperti pertama kali aku merasa iri atas kebebasan orang lain, tidak saat kulihat bahagia dan lepasnya mereka terbang kesana kemari. Aku malu pada diriku sendiri. Aku malu pada kenyataan bahwa aku merasa takut memulai sesuatu yang kuinginkan. Malu ketika menyadari hal yang kuinginkan tidak begitu penting lagi. Dibanding rasa takut dan gelisahnya.

Selamat hari senin dunia! Engkau cerah di pagi hari tadi, dan sedikit mendung pada jammu yang sekarang. Hallo Tuhan! Terimakasih untuk keinginan sederhana yang kau jadikan nyata lalu membuatku terpuruk dan ingin menyerah. Haha. Tidak, aku akan tetap berusaha hingga Engkau lelah melihatmu meminta dan berdoa.

Aku akan menunduk mengerti bagi yang selalu berkata itu tidak mudah dan melelahkan. Akhirnya kurasakan. Terimakasih Tuhan.

Untuk segala impianku yang akan menjadi nyata dan tak berhenti aku memintanya padaMu, untuk sepasang sayapku yang akan mengembang dengan indah dan lebih indah pada waktunya, untuk orang-orang yang kucintai lebih dari seluruh hidupku dan selalu kudoakan bisa membuat mereka bahagia. Aku akan berusaha, melakukan segalanya dengan baik.

Selamat hari senin dunia! Jangan biarkan aku menyerah. Alam semesta, dukunglah aku selalu! Tuhan, lindungilah hambamu ini. semua orang yang kuncintai dan mencintaiku, semoga kalian selalu bahagia.. 

Rabu, 15 Januari 2014

Bagian lain hilang


Akan lebih baik jika itu rusak atau bagian lainnya patah, setidaknya bisa diperbaiki. Jika itu hilang, maka semua selesai. Maka semua berakhir, maka tidak ada lagi harapan untuk menjadi benar
Ini lebih mengerikan dibanding mendapat nilai c, setidaknya itu bisa diperbaiki.
Ketika bagian lain hilang, dan bagian satu bagian lagi seorang diri. Bukankah itu menyedihkan
Sesuatu seperti “separuh jiwaku pergi” atau semacamnya
Ketika yang lain datang lalu mengisi
Lalu yang lain menghilang dan tak kembali
Betapa itu mengerikan
Bisakah tidak ada yang harus pegi?
Dimana kamu bagian lain?
Bogosiposo
kembalilah

Duniamu? indah ya..?

Apa kabarmu? Apakah baik-baik saja? Kudengar kau sudah mengelilingi dunia. Apakah menyenangkan? Harus kulakukan juga nanti, ketika aku memiliki segala hal yang menyokong untuk itu. Mari kita bertemu lagi dikemudian hari, dan aku akan terseyum sangat manis ketika hari itu datang. Hari ini, tiba-tiba aku ingin menulis tetangmu, entah kenapa..

Aku sudah telalu sibuk dengan hidupku. Maka akan terlalu lelah jika aku masih mempertahankanmu. Satu hal yang selalu kumengerti, bahwa kau tidak akan datang untukku hingga akan lebih baik untukku membiarkanmu pergi.

Taukah kau? Aku punya hidup lebih melelahkan daripadamu dan tak seharusnya kau katakan kata meyerah seperti itu terus-menerus. Maaf. Waktuku tersita untuk berlari dari semua hal yang ada, dan jika aku tinggal untuk menemanimu, maka kau tidak akan tinggal bahkan hanya untuk mendengarkanku.

Begitulah cinta, atau hanya cinta yang kumiliki seperti itu? Mungkin hanya aku yang menemukannya seperti itu. Maaf untuk pergi tanpa sebuah kejelasan pasti, meninggalkan hingga kau goyah dan kehilangan arah. Harusnya aku tak begitu kan? Tapi jika saja kau ingin mengerti sedikit dan mendengarkan, mungkin aku akan bertahan.

Kau akan baik-baik saja. Aku tau itu. Kau tidak selemah ketika kau menangis untuk hal sederhana, karena aku disana hingga engkau terlihat rapuh.

Dengarkan aku, setidaknya tidak akan ada yang melukaimu terus menerus atau melalui hal-hal melelahkan terus menerus. Sampai kau tidak memiliki pilihan lain selain melalui dan pura-pura tidak tau. Kau hanya kesepian, harusnya pergilah keluar dan lihat duniamu.

Betapa bodohnya aku saat itu, bahkan aku tidak percaya ketika aku melakukan semua hal itu demi cinta. Cinta bodoh yang tak pernah terbalas. Apakah aku akan selalu menerima itu? Sepertinya bagitu. Jika memang harus begitu. Akan kuterima.

Apakah kau bahagia? Kurasa ia. Senyummu tak berhenti terukit ketika gambar-gambar itu muncul di media sosial. Aku hanya merindukanmu, hanya itu. Aku tidak berencana kembali menjadi seorang bodoh yang menunggu. Hanya saja aku terlalu lelah jalan kedepan melalui pagi hari ini.

Sesekali tanyakan keadaanku, dan jangan marah ketika aku menjawab dengan singkat. Jangan mengatakan hal-hal menyebalkan atau bersikap egois. Tidak akan kujawab apapun itu. Mengerti!

Sesekali ceritakan padaku hal-hal yang menarik. Ceritakan saat-saat manis atau cerita bahagia. Aku lelah mendengar keluhanmu. Hidupku sudah penuh dengan keluhan, haha.

Ceritakan padaku, apakah menatari disana nampak sama? Atau bagaimana udara disana? Penuh dengan polusi seperti disini? Tidak ya.

Kapan aku dewasa? Kapan aku keluar dari lingkaran hitam ini? Penjara tak terlihat mata. Jangan memotong kata-kataku! Biarkan aku bercerita sejenak. Aku benar-benar lelah.

Apakah didunia lain lebih menyenangkan? Oh iya, aku berjanji akan bertemu kau lagi dikemudian hari. Tak bisa kulakukan.

Ini melelahkan..
Apa yang harus kulakukan?

Jaga dirimu baik-baik ya.. suatu hari nanti, ketika aku berdiri dihadapanmu, tersenyumlah yang manis. Akan kupastikan kau menyesal sudah mengabaikanku ketika aku menunggu, haha. Aku bercanda.