Ini dan itu tak melulu aku, ini dan itu tak melulu tentangmu. Terkadang bunga-bunga hanya saja terlalu indah jika hanya jadi pemandangan. Terkadang juga pakai hati yang meluap jadi kiasan. Entahlah, aku hanya suka kata-kataku yang menjadi sebuah kalimat.
Jumat, 25 Juni 2021
Sabtu, 15 Mei 2021
Pahlawan bertopeng
Hingga jadi debu
Kebal
Terasa mati rasa
Berjuang dengan munafik lebih melelahkan ternyata
Hitam dan putih tidak terlihat jelas
Baik dan bejuang menjadi baik nyatanya dianggap juga jahat, salah ya..
Pun ketika egois dan peran antagonis memenuhi, di tunjuk puluhan ibu jari dengan tatapan menyalahkan,
Sungguh melelahkan si perasa
Sungguh berat hati si pengalah
Ia melukis
mencoba indah
mencoba dengan senyum senyum
dengan warna warna
Lalu lupa bahwa pencampuran warna butuh darah dan airmata
Butuh di korbankan
Harus di jadikan hitam dahulu
Harus di salahkan
Harus di remehkan
Harus di tatap dengan kebencian
Harus di jadikan korban dan si jahat
Harus di temukan peran si baik dan selalu di bela
Adil itu yang bagaimana?
Karena perasaan bisa merubah arah adil
Karena keadaan bisa membuat adil tidak 50 dan 50
Karena adil terkadang lebih melelahkan pada kenyataanya
Aku tersenyum
Menyambut campur aduk rasa yang dipaksa baik
Menyambut timbun-timbun keadaan yang di haruskan mengerti
Dengan ketegaran hati yg jauh lebih kokoh
Tersenyum,
Dengan lebih manis dari kemarin
Dengan lebih sabar dari “tadi”
Dengan mencoba lebih ikhlas dari terakhir kali
Namun perasaan mudah menipu kata tuan asing
Karena pada jeda tertentu manusia tidak punya pilihan selain menjadi jujur dengan lelahnya kata si nona perasa
Tuan asing dan nona perasa benar
Semua orang benar pada porosnya
Tentu saja,
Kita cuma tidak sempurna
Kita cuma berbatas
Dan berbatas terkadang sakit dan lelahnya tidak bisa di maklumi dengan waras memaksa tiba-tiba airmata jatuh menjadi jawaban paling jujur
Paling mewakili si penyabar untuk mengeluh dalam hati kecil-kecil
Berharap di dengar Tuhan Nya,
berharap di kasihani Tuhan Nya
berharap di ubah mungkin hatinya, mungkin batasnya, mungkin jedanya, mungkin keadaanya, apapun itu..
Namun yang di ubah Tuhan kokohnya, temboknya, ketebalan di terjang, di hempas, di pukul hancurkan,
Tersenyum lagi,
Sekali lagi menergarkan hati
Sekali lagi menguatkan langkah
Ah.. perjalanan masih jauh
Sabtu, 24 April 2021
Jedamu dan jawaban Tidak
Perjalananku jadi sunyi lagi. Tidak buruk, hanya lebih hening dari kemarin. Berbeda dari kelam, tapi bisa di katakan seperti memudar dan semu.
Harus kuakui, bahwa adanya kamu di hidupku membuat sesuatu menjadi lebih berwarna. Memahami dengan indah. Cinta dengan makna dan gaya, jedamu yang keras dan toleransiku yang mengalir deras lalu jawaban tidak atas doaku.
Aku sudah mencoba dua kali, dan memaksa memang bukan sebuah jawaban. Presepsi dan sarkasme berbeda ya tuan?
Aku seperti di buang, seperti dengan paksa di jauhkan, seperti sepeleh ketika kukita cukup punya arti, dan tidak bisa marah atau berontak kepada yang memperlakukan. Tidak punya hak terluka. Setiap orang punya hak untuk bersikap seperti isi kepala dan hati mereka bekehendak. Harus kutoleransi, tapi aku tidak lagi berjuang di sana.
Hanya mendekatkan diri denganmu, membuatku berpelangi, membuatku jauh lebih sabar, membuatku lebih dekat dengan penciptaku, membuat ribuan doa-doa kecilku melayang tak bernama, dengan penuh harapan dan sedikit paksaan kata ikhlas yang mungkin Tuhan tau bahwa aku memaksa.
Aku suda berjuang duakali, kukira sudah cukup. Tidak boleh memaksa dan mengharuskan. Tidak ingin lagi berlari-lari seorang diri. Kali ini, aku akan diam di temptku memperhatikan.
Hariku tidak buruk, tapi harus kuakui hal-hal membosankan membuatku muak. Langkah yang sama, orang-orang yang sama, tempat yang sama, bahasan-bahasan yang sama dan dengan perasaan yang sama. Dan kamu yang sudah menjauh dengan konyol membuat semua itu jauh lebih memuakan.
Aku kehilangan. Tapi silahkan jadi maumu. Cinta dan kepemilikan berbeda. Cinta dan menikah juga berbeda. Cinta dengan sepenuh hati dan cinta karena lelah sendiri juga beda, iya kan?
Pernah aku membayangkan sekali. Mungkin indah jika kita bisa serumah, bertengkar namun di bicarakan dan menemui titik imbang, jika nanti adik kecil perempuan sudah punya kakak laki-laki pelindung, jika nanti ocehan-ocehan sayangku dimaklumi ayah dan kakak, jika nanti adik di gandeng ayah dan kakak memeluk bunda meminta izin bekehendak. Tapi Allahku jauh lebih baik dalam bersekenario. JawabanNya tidak.
Jadi aku mengubah hatiku. Tapi aku tetap ingin kamu di sekitarku. Tapi aku masih berusaha terus dan terus merayu Tuhanku. Sampai sekali lagi jawabannya tidak.
Sungguh juram terdalam adalah hati manusia ya,? Setidaknya kukira begitu. Menerka tidak berlaku disana.
Untuk sebuah penutup, terimakasih. Karena sudah tumbuh dan hidup dengan baik, semoga perjalananmu cepat menemukan rumah untuk tinggal segera terlaksana, semoga kamu bisa tidur nyenyak tanpa berfikir tentang hari esok lagi, semoga hati jadi membaik, semoga cinta yang kamu tidak mengerti akhirnya bisa membuatmu sangat bahagia. Amin doaku untukmu.
Dan aku juga akan baik saja, badai apa yang tidak bisa kulewati? Aku sudah bertemu dengan banyak hal, melwati banyak lorong, bermain di bawah hujan lebat, tidak sengaja menemukan pelangi indah di balik bukit, ahh.. kuyakin Allahku Baik. Dan akan tetap begitu.
Ini untukmu, aku tidak yakin kamu akan membacanya atau tidak. Tapi, jika kamu tidak sengaja membacanya karena mencari tahu tentangku atau merindukanku, iya. Ini untukmu, ini kamu.
Yang pertama untukku, dan tetap takbisa jadi kepunyaanku 🙂 bahagia terus kamu...
Senin, 15 Februari 2021
Kisah Sebentar
Kedua, aku merindukan receh dari setiap obrolan yang bahkan tidak kita saling mengerti.
Ketiga aku terus dan terus tersenyum teringat kata-kata sarkasme-mu, yang pada detik lain kusadari artinya lalu membuatku sebal dan detik berikutnya aku tersenyum karenanya.
Keempat, aku rindu.
Kelima, aku jadi teringat lagi sendumu, redupmu dan pelarianmu dengan ton-an beban yang mengikutinya.
Keenam, kuingin kau terus baik dan baik saja.
Ketujuh, kuharap sesekali kau merindukan aku.
Kedelapan, ku ingin sesekali kau tersenyum karena kebodohan-kebodohanku yang mungkin bisa sedikit membuatmu menjadi manusia yang wajar.
Kesembilan, dimanapun dan apapun yang kau lakukan sekarang. Kuyakin kamu sangat baik dalam menjalani-nya. Aku yakin. Tapi sesekali, berentilah sejenak, katakan untuk dirimu sendiri “tidak apa untuk menjadi lelah”.
Terakhir, terimkasih. Untuk kesempatanku sekali lagi yang melambung tinggi mengenai menggengam dan memiliki seutuhnya, walaupun sekali lagi juga pada akhinya telepas dan aku kembali pada titik kecewaku. Kehadiranmu yang tiba-tiba, yang mengisi hampir seluruh peluh hatiku dengan tawa-tawa kecil, yang memuhi seluruh letihku dengan energi. Aku belum seberuntung itu ternyata. Cinta dan kehidupan memang berbeda. Aku ingin kau terus berjuang dan baik saja.
Sabtu, 13 Februari 2021
Goodbye
well, i think this is it.
I never regret that you be my first. I think i spend most of my life to think about truthly love and how happy i’m if that is you. But we, only human who make draft just like we want. Not the reality or noor what will happend next.
Kamu, akan tetap pada rotasimu
Aku, akan tetap pada rotasiku
Kita berputar pada realitas dan keaadaan yang berbeda, hidup pada hidupmu dan aku menjalani hidup pada hidupku
All i wanna say is, thankyou.
You still there, absolutely. Because you my really first. And until from i don’t know when, you will always had a special space.
I’m not dissapointed. Because i’m sure God has own story. For me nor you.
I’m done.