Ini dan itu tak melulu aku, ini dan itu tak melulu tentangmu. Terkadang bunga-bunga hanya saja terlalu indah jika hanya jadi pemandangan. Terkadang juga pakai hati yang meluap jadi kiasan. Entahlah, aku hanya suka kata-kataku yang menjadi sebuah kalimat.
Senin, 20 April 2015
Manusia bodoh
Jumat, 17 April 2015
Bermulut Besar
katanya mari kita berjuang bersama
katanya..
katamu jika keberuntungan tidak mungkin direbut,
mari kita menjadi sakit dan tawa bersama
katamu..
dan tiba-tiba menghilang mejadi dahulu, bagai kata kemarin tidak lebih dari hanya ucapan yang melayang diudara.
kemana wibawamu? kemana prinsipmu? bagaimana dengan orang-orang yang selalu kau caci karena sikap konyonya? apakah hanya berlalu menjadi bualan diudara, layaknya waktu dan metari terbit dan menghilang?
kau menjadikan dunia seakan layak untukmu, dengan sikapmu yang seolah tak berdaya, tak berdosa, tak mengerti,
petuah benar, kamu palsu! mana yang katanya tak harus didampingi seseorang dan kamu akan memeluk dunia? shit!
kemana kesucianmu yang berkali-kali kau ucapkan seolah kau tak pernah berbuat dosa,
bersembunyi di balik topeng baik-baik seakan seluruh alam semesta memihakmu, lucu..
mereka tau, lebih dahulu tau..
menang dengan kemampuanmu? benarkah? buktikan kepada dunia? benarkah?
hanya menghilang tiba-tiba, menjadi menang seorang diri dan masih berani berlagak baik-baik?
taukah kau? yang tidak ada apa-apanya itu kamu.
yang jahat karena mulutnya yang menyakiti sesuka hati tetapi menampangkan muka tak berdosa, kamu!
yang seolah mendengarkan luka dan mengerti luka orang lain lalu menjadi iri lalu menebarkan racun yang menyakiti, bukan orang lain. kamu!
satu demi satu seseorang yang menjadi dekat denganmu akan menjauh dengan sendirinya..
tau kenapa?
karena kamu menjadi iri atas segalanya yang mereka punya, karena kamu tidak akan menjadi bahagia jika mereka juga sama, karena kamu dengan tampang tak berdosa seakan berdiri dibelakang mereka dan menyebarkan hal-hal buruk tentang mereka. kamu!
banggakah? hingga mebusungkan dada setinggi mungkin merasa menang? lucu
jika kamu memang sehebat itu,
jika kamu memang terhebat dalam hal itu,
tidak perlu apapun untuk membuktikan kamu benar atau salah,
jangan minta dilindungi, tak usah minta dibela, tak perlu bawa-bawa apapun dan siapapun,
cukup pandang saja dirimu di cermin, benarkah kamu? pantaskah kamu? sudah cukup baikkah kamu?
dan hati kecilmu dengan sendirinya akan menjawab,
menjadi negeri, menjadi jijik, menjadi takut
atas sosokmu sendiri..
Selasa, 24 Maret 2015
What is freedom? (Part 2)
"..." kami saling diam, nick memandangku dan seolah saling mengerti
"Zea pak disini, sakit perut!"
"Iya neng, ati-ati entar d pukulin anak-anak badung!"
"Jangan bilang lo ketemu salah satu dari mereka?" Kata fey tiba-tiba
"Maksud lo apaan fey?"
"Itu!" Menujuk ke arah baju seragamku yang ternoda bercak darah dibagian kerah.
Lalu lamunanku kembali ke saat tadi, ketika nick memegangi tanganku dan satu tanganya lagi menutupi mulutku dan mata kami saling bertemu. Iya tanganya menyentuh kerah bajuku, dia mencoba bertopang padaku saat hampir jatuh, sepertinya sedikit sepoyongan.
"Ze!! Malah melamun, itu kenapa?" Kata fey lagi
"Enggak ah, entah kenapa aku lupa" dan aku berbohong yang bahkan tidak kumengerti kenapa
"Indah.." kata yang keluar dari mulutku tiba-tiba.
Seseorang duduk di atas motor besar berwarna hitam pekat itu sedang tertawa geli karena mengagetkanku, aku mendekat dan melihat wajahnya lebih jelas. "Siapa orang ini?" Fikirku dalam hati dan ketika kulihat lebih jelas, dia nick.
"Ngapain lo bengong disana? Nunggu om-om?" Katanya
"Eh! Mulutnya ga di kandangin, nunggu taxi gue"jawabku kesal
"Nih taxi dateng!" Sembari menyerahkan helm padaku
"Naik ginian?" Kataku yang dengan sekuat tenaga mencoba menyembunyikan rasa senangku
"Ga mau? Taxi lama, ojek aja mayan kali. Tapi ga maksa..."
"Mau kok mau!" Aku menyela sebelum nick berubah fikiran
"Mayan kan hemat ongkos, hehhe" kataku lagi
"Rumah gue di belokan depan, rumah kedua setelah belokan. Gue sering liat lo bawa-bawa kucing yang di paksa jadi anjing tiap minggu pagi, kesian sama tu kucing"
"Di belokan sana? Kok gue gak tau?"
"Anak rumahan yang taunya dirumah mau kenal siapa lagi kali? Lo keluar rumah seminggu sekali aja udah keajaiban banget" ledek nick
"Gue limited edition kali, jadi ga boleh di umbar-umbar!" Zea membela diri
"Iya kali limited d rumah aje" nick membalas, zea hanya diam
"Nick!" Sembari mengambil helm dri tangan zea
"Gue tau! Lu udah di kenal satu sekolah"
"Bagus deh, gak ketinggalan banget lu jadi"
Zea terseyum "zeaaa.." ketika zea memperkenalkan diri sepeda motor nick sudah berlalu melaju kencang.
Nick menarik zea bersembunyi
Zea membersikan noda darah di baju nick, saputangan zea
Nick marah,
Zea takut dan lari
Nick bolos sekolah
Saputangan di nick
Zea bertemu nick di acara kantor papa zea
Nick tampak tampan deng pakaian rapi,
Zea menyadari nick tampan, di toilet, di rumah nick
Zea mulai menyukai nick, memperhatikan nick
Nick tidak pernah memandang zea,
Nick dan zea berpapasan di kantin, zea sibuk dengan temna2nya
Nick mengembalikan saputangan zea,
Semua orang menatap zea penasaran
Nick melempar saputangan itu ke lantai
Zea merasa sedih
Nick kembali, meraih saputangan zea dan pergi
Semua masih menatap zea
Mobil zea mogok,
Nick memberikan tumapangan sepeda motornya kpd zea
Zea gadis prtm yg naik motor nick selain ibu nick
Nick tau rumah zea, tanpa zea jelaskan
Zea semakin menyukai nick
Nick mengantar zea sampai depan rumah zea
Nick langsun pergi tanpa kata-kata
Zea menangis malam hari
Rabu, 18 Maret 2015
Hati
Aku hanya kembali ke sana, ke tempat pertama kali semua dimulai
Harus ada yang mengingatkanku,
Bahwa awal dari segala yang aku lakukan hari ini adalah esok adalah kebahagiaan..
Masih sama, tidak ada yang berubah
Pohon-pohon itu masih riuh bercerita, angin sepoi itu masih dengan hangat menyambut, dan gedung tua yang sekarang sudah cantik terenovasi masih tetap menyimpan sejuta kenangan..
Aku masih ingat kala itu
Ketika senyum dan tawa kecil dimulai dari debaran jantung,
Ketika sakit dan tanggis di awali dengan rasa suka yang mendalam,
Aku perlu semangat..
Esok akan jadi penentu atas segalanya,
Berenti atau aku akan terus berjalan dengan lantang,
Berhiaskan cantik dan membuat gambar kekal..
Aku hanya ingin dunia tau,
Aku siap!
Tidak masalah jika itu dia, dia atau dia
Tidak masalah jika aku akan menangis dalam diamku lagi,
Aku akan berbagi rasa itu,
Aku akan berbagi bahagia itu,
Bukankah hidup begitu?
Jika hari ini adalah dia dan dia,
Maka aku akan sekuat tenaga mencoba segalaku
Kita tidak akan pernah tau hasilnya bagaimana, hanya saja Allah selalu menyimpan rencananya yang luat biasa..
Dan aku harus dan akan selalu siap untuk itu..
Karena rencananya selalu indah
Lebih daripada rencana manusia