Selasa, 14 Januari 2014

Hitam Putih

Dunia ini tidak selalu bisa dimengerti, 
Mencari tau atas alasan terjadinya ini dan itu, meyakinkamu bahwa semua tidak melulu memiliki jawaban, 
Hanya sebatas pertanyaan kosong tak bermakna dan tak memiliki jawaban, 
Kamu merasakan dengan sangat pekat dan terasa namun kamu tidak bisa mengambarkan atau 
mengungkapkan apakah yang terjadi atas itu, 
Kita berjalan dan menjalani, namun terkadang pertanyaan yang kita miliki dan tanyakan tetap sama, 
Kenapa??
kenapa derajat menjadi pembeda, 
Hak milik menjadi strata, 
Rupa dan penampilan menentukan posisimu berada, 
Dan seberapa jauh andil pemikiramu berada di dunia, 
Sejauh hidup ini berlanjut, yang kita miliki sebagai jawaban hanya satu, 
Seleksi alam.. 
Yang terkuat dan memiliki kemamnpuan akan bertahan hingga akhir 
Dan kamu yang biasa-biasa saja dan tidak memilki sesuatu untuk berada di posisi depan akan tersingkir
Ada namun hanya sebagai pelengkap dalam sebuah team, bukan pemain utama
Dunia berlomba-lomba berada di sana, posisi pertama, no satu
Bertahan atau berakhir 
Menyakiti atau disakiti
Mengalah atau dikalahkan
Tragis? 
Selamat datang di bumi..



Cari dan temukanlah tempatmu untuk berlindung atau berbagi
selalu ada belahan lain dari dunia ini yang bisa kau tinggali
yang penuh dengan kebahagiaan dan senyuman
temukan itu, sisi lain dari hitam.. 

Senin, 13 Januari 2014

Lelahnya aku menunggu-mu percaya, hanya kuingin kau mengerti itu


Aku lelah menunggumu percaya. Aku lelah menunggumu untuk ada. Aku lelah menunggumu untuk berhenti sejenak dan melihat betapa aku berdiri sendiri. Seorang diri. Aku lelah mencoba lagi dan lagi entah yang harus keberapa kali dan berapa lagi untuk untuk menyakinkan. Aku lelah.

Taukah kau? Seberapa melelahkan aku menyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa, bahwa aku harus bangun, bahwa ketika aku mencoba lagi akan kulakukan yang terbaik. Tetapi lagi-lagi kau membuat segalanya terasa benar-benar melelahkan. Entah berapa lama dan berapa kali harus mencoba dan menunggu.

Kukatakan pada hatiku. Kuat, kuat, kuat! Kamu bisa, hanya sedikit lagi, aku tidak berhenti mencoba mengerti, ku pelajari lagi dan lagi lalu kau hanya berkata kita akan mencoba lagi. Berapa lama? Haruskah seumur hidupku? Sampai masa akan habis?

Jika kuinginkan, tak bisakah kau memberi. Jika aku menunggu, tidak bisakah kau datang. Jika aku mencari, sekali saja temukan. Hanya satu kali. Jangan membuatku lelah dan marah. Satu kali saja, bersikaplah selayaknya kau membelaku. Satu kali. Jangan membuat aku selalu terlihat berbeda.

Karena aku seorang diri. Karena aku tak pernah seberuntung itu. Karena aku tak punya siapa-siapa. Bisakah sesekali kau berpihak padaku dan lihat kau disini. Apa yang membuatmu seakan merasa aku akan merengut segalanya? Hingga aku bahkan tak boleh menyentuh apapun.

Apakah aku harus memulai dari awal lagi. Maju, mundur, ke kanan, ke kiri. Sampai kapan? Hingga habis masa dan aku bosan? Hingga aku tak lagi menunggu? Atau sampai yang lain mendahuluiku? Kenapa kau selalu membuatku begini lelah? Hingga aku merasa benci saat melihatmu berkata seolah-olah manis di depan yang lain.

Haruskah aku memulai lagi? Pernahkah aku merasa selelah ini melainkan ketika kau membuatku menjadi begini. Aku menyayangimu. Tanpa syarat, tanpa alasan, tanpa kata tetapi. Apakah sesulit itu untukmu mengerti dan percaya atasku? Apakah aku akan merengut segalanya?

Aku sudah cukup berbeda. Dan walau kutakan beribu kali atas hal bisa untukmu itu, kau akan tetap menutup telingamu untuk mendengar bahkan peduli. Meski kukatan seribu kali atas luka dan sakitku, bahkan kau tidak akan tergerak untuk apapun. Berbedakah aku? Hingga kurasa kau begitu membenci akan sosokku. Haruskah aku menghilang?

Aku tidak ingin membencimu. Tidak ingin lelah karenamu. Tidak ingin menyerah dan menghindar lebih jauh. Aku mencoba diam dan menerima dan lebih menyayangimu. Namun, semakin sulit ketika kau lagi-lagi meningalkanku seakan tidak pernah ada sesuatu yang harus menjadi bagian dari milikmu.

Harus kuapakan hatiku yang terluka? Harus kuapakan lelahku yang selalu membunuh? Harus kuapakan airmata dan luka yang selalu kau bahkan tidak tau apalagi peduli..? 

Rabu, 08 Januari 2014

Kisahkan lagi perjalanan yang indah


Aku sendiri dalam sepiku. Berdiri dengan lelahku. Dan menunggu dengan bayangan kelamku

Kenapa aku berdiri seorang diri ditempat seperti ini? Seakan akal sehat terbang dan menghilang menjadi debu yang tergerai

Wahai Tuhan, pertemukan aku dengan sang cinta. Jalinkan aku sebuah kisah yang indah

Wahai waktu, berikan aku saat terbaikmu. Dunia, berikan aku tempat terbaikmu. Aku juga ingin jadi bagian dari saat-saat indah

Jangan perlihatkan padaku kenyataan sulit lain. Tutup rasa lelah dan penatku menjadi masalalu. Ukirlah sebuah kisah yang baru

Ubah aku menjadi sesuatu yang berbeda. Bahagia dan merasa bebas dari dalam sana. Jadilah aku sesuatu yang lain. Yang lebih baik

Datanglah dan tinggal lebih lama. Ajarkan aku mencintai dan menghargai. Perlihatkan padaku bahagia dan senyum tanpa luka

Dan sembuhkan semua luka. Hentikanlah tangis. Hapuslah masalalu kelam. Datanglah hari-hari cerah.

Menjadi penghuni surga dunia dengan batasMu. Menjadi teladan bagi para anak-anaku kelak. Menjadi seseorang yang akan dikenang sebagai yang baik

Berikan aku hadiah sebuah mantra kecil dan sentuhan keajaiban. Hingga aku sekali lagi merasakan kehadiranMu melalui tangan-tangan mereka. Luka yang bahagia.

Kirimkan padaku seseorang malaikat untuk mengubah duniaku. Mengukir bahagiaku. Dan membawaku pergi dari ruang kosong dan hampa ini.

Berjajilah padaku bahwa semua yang terjadi padaku kemarin hanya akan menjadi hari kemarin. Esok dan lusa Engkau akan menuliskan perjalanan yang baru dan indah.

Lalu aku akan membagi bahagia dan senyumku untuk semuanya. Berbagi bahagia dan milikku untuk mereka. Menghargai miliku dan mereka.

Aku berjanji. Wahai pemilik Semesta. Jadilah seperti yang Engkau kisahkan padaku. Namun, jika aku boleh meminta sekali lagi. Jadikanlah kisahku luarbiasa.. 

Selasa, 07 Januari 2014

And i'm sad. Again

Melelahkan ketika dunia mengatakan tidak namun hatimu inginkan iya. Ketika hati terasa sunyi bahkan ketika banyak orang yang berada disisimu. Ketika akal dan hati tidak lagi sependapat dalam mengambil jawaban. Ketika lagi-lagi ketidakmampuan mengalahkan segalanya. Lelah dan bersalah.

Aku lelah menjadi lelah. Aku sedih selalu menjadi sedih. Aku menyesal atas ketidakmampua, yang bahkan semua orang anggap tak masalah. Aku marah menjadi marah. Dan sepi menjadi sepi.

Jangan begitu wahai hati, melelahkan. Aku tidak bisa berfikir ketika merasa lelah, sakit ketika merasa sedih. Alasan sederhana. Lelah menjadi sepi, lelah menjadi kurang, lelah menjadi biasa.

Karena kamu akan hidup seribu tahun lagi

Jangan terluka karenaku, jangan menangis karenaku, jangan sakit karenaku, jangan lelah karenaku karena kamu tidak boleh merasa begitu, karena kamu aku bangun dan akan berlari bersamamu selalu hingga kamu tak harus sakit, tak boleh terluka, jangan menangis, dan merasa lelah. Kamu adalah duniaku. -l.y-

Aku akan menemanimu, menjadi permulaan dari caramu melukiskan hari, menjadi akhir ketika kamu akan berhenti dan menutup kisah dalam buku. Aku akan menjadi setiap bagian tersulit untuk kita lalui bersama, menjadi pelengkap yang manis ketika saat bahagia kita jalani berasama. Dan karena itu, jangan sakit dan pergi bahkan ketika kamu ingin.. 

Jangan menyerah sayang, aku disini. Jangan diam dan berpura-pura seakan senyum itu selalu nyata. Jangan bersembunyi sayang aku baik-baik saja ketika kamu merasa sakit. Airmataku tidak akan membunuh dan aku akan tetap bernafas dan datang mencarimu esok hari. 

Bahkan untuk seorang diri dan menahan sakit, jangan diam dan sembunyi dibalik pintu untuk ditutupi. Aku akan ada disana dan memelukkmu erat untuk melaluinya. Jangan lari dan takut melihatku akan menangis tidak akan kulakukan jika kamu tidak menyukainya lalu jangan lari dan bersembunyi ketika sakitanya menyerang keseluruh bagian dari tubuhmu, karena aku disini. 

Hanya tersenyum dan bahagialah, dan walau hanya beberapa hari semua akan baik-baik saja bersamaku. Jangan menghindar dan mencoba mengambil jarak karena aku tau kamu tak ingin aku pergi. Jangan membentak dan berpura-pura marah, bahkan ketika kamu mencoba menyakitiku aku tidak akan tersakiti dan pergi, aku akan menunggumu untuk menerimaku lagi sayang. 

Tidak ada yang lebih baik daripadamu. Jangan mencoba berfikir untuk mengirim dan mengenalkan sesorang kehadapanku untuk menjadi pengantimu. Jangan membawa beberapa temanmu untuk kau ajak pura-pura berkencan. Itu tidak akan menyakitiku. Besok, esok, lusa, dan hingga kamu bosan aku akan datang walau hanya untuk tau keadaanmu. 

Jangan tutup hatimu sayang, karena aku sudah masuk dan menjadi penghuni cukup lama disana hingga kamu tak mungkin mengusirku untuk keluar. Jangan merasa kesepian, dan cari aku. Jangan berpura-pura bahagia lalu melakukan semua hal seperti biasa ketika kamu takut melakukanny sendiri. Akan kulakukan untukmu. 

Aku mengenal senyummu, aku mengenal hatimu, dan aku tau bahwa sedihmu tidak untuk menjadi sebuah lelucon. Tidak akan ada yang berubah bahkan jika kamu akan pergi besok atau lusa, karena cintaku akan tetap untuh.

Jika kamu memang mencintaiku lebih daripada itu, lalu jangan lari dan bersembunyi. Mari kita jalani bersama.  Besok dan selama mungkin bertahanlah dan bahagialah bersamaku. Jangan lari dan menyakiti dirimu lagi. aku akan kekeh lalu terseyum mengejekmu sayang. Kamu akan hidup seribu tahun lagi untukku kan?.

Berhenti mengirim mawar merah tanpa nama ke rumahku. Aku tau itu kamu. Dan berhenti marah-marah karena hal sepeleh hanya karena kamu ingin aku menjauhi dan meninggalkanmu. Kuberitau, itu tidak akan terjadi.

Sayang, aku tidak mengenalmu hari ini atau kemarin. Tapi separuh dari kisahku adalah bersamamu, setiap bagian hati yang kau berikan masih kuingat dengan jelas warnanya. Sampai aku dan engkau dewasa, sampai kita manjalani hidup bersama takdir atau tidak. Kamu akan tetap mengisi dan menempati ruang yang sama. Tempat yang sama. 

Aku tidak perlu syarat atau jangka waktu untuk memberikan tempat itu padamu, tidak butuh zaman atau era untuk menghapusmu. Tidak akan ada hal yang seperti itu. Aku akan menangis ketika kamu terluka, pasti. Namun jangan bersembunyi dan lari untuk menyembunyikan rasa sakit itu aku membencinya. Tidak akan ada yang segera mati. Hanya jiwa. Namun hatimu dan kamu serta segala warna yang kamu berikan untukku akan tetap menjadi milikku. Kamu akan hidup seribu tahun lagi di sini. Di fikiranku, di hatiku, dan didalam duniaku.

-y.l-