Ini dan itu tak melulu aku, ini dan itu tak melulu tentangmu. Terkadang bunga-bunga hanya saja terlalu indah jika hanya jadi pemandangan. Terkadang juga pakai hati yang meluap jadi kiasan. Entahlah, aku hanya suka kata-kataku yang menjadi sebuah kalimat.
Rabu, 28 Agustus 2013
Satu lagi hari luar biasa..
Minggu, 25 Agustus 2013
something hides
Minggu, 11 Agustus 2013
Deception
"benarkah?" "aku tidak yakin."
"kenapa?" "tidak tau."
berjalan membusungkan dada, sombong, percaya diri, seakan ratu dan raja lalu semua memandangmu, egomu nomor satu, gayamu juara tingkat internasional, caramu bicara sombong, langkahmu pasti! uangmu berlimpah! pakaianmu bermerek! pergaulanmu luas! kamu indah! benarkah? hidupmu penuh dengan tipuan kawan.
menyenangkan tapi palsu! menyenangkan tapi sesungguhnya tidak juga begitu dan kau bangga seakan itu adalah segalanya. berdoa dan bermimpi untuk hidup yang sesungguhnya seperti itu. benarkah hidup seperti itu indah? iyakah itu mimpi yang sesungguhnya? caramu tidak pantas untuk itu, atau mungkin kau tidak terlahir untuk itu. sepertinya aku butuh dokter jiwa, psikologi, atau semacamnya? ada yang salah dengan hatiku. tidak! mungkin dengan fikiranku.
Kamis, 08 Agustus 2013
ambigu
Dia diam membisu
Dia tak lagi berharap akan adanya mentari indah
Dia duduk dan diam dalam hening dunianya
Dia berdiri dan bangkit mecoba mengucapkan salam manis pada sang mentari
Dia kembali tertunduk lesu dan menyerah atas apa yang terlalu sulit baginya di dunia
Dia bertanya pada hati dan semua yang bernyawa dalam fikirnya, benar dan salah
Dia membandingkan dan menarik kesimpulan
Dia bangkit kembali seakan semua baik-baik saja
Dia kembali jatuh dan lebih tersungkur terluka dari sebelumnya
Dia merintih dan kesakitan menangis dalam diamnya
Dia kembali berdiri karena hanya itu pilihan yang ia punya
Dia merasa lebih sakit dan tidak membaik dari sebelumnya
Dia menemukan cahaya kecil dan berdiri lagi
Dia mencoba terseyum pada dunianya lagi
Dia bangkit dan percaya lagi bahwa Tuhan nya selalu ada di sana
Dia berharap dan berdoa lagi untuk hari itu
Dia membangun lagi benteng yang jauh lebih kuat dari sebelumnya
Dia menata lagi mimpi yang lebih kokoh dari puing-puing yang hancur dan berkeping
Dia akan bangkit lagi dan berdiri tegap, lebih hebat, lebih kuat, lebih tangguh dari sebelumnya
Dia akan meraih mimpi-mimpinya itu dan segalanya akan indah
Dia akan menemukan sesuatu yang tepat dan terus bahagia atasnya
Dia akan membahagiakan orang lain untuk apapun yang ia lakukan
Dia akan baik-baik saja sekarang..
Rabu, 31 Juli 2013
Sebelas hari, dan kau masih seperti hari pertama
Sudah lebih dari sepuluh hari, dan kau masih di sana tak berdaya dan lemah. Taukah kau? Harusnya aku marah, harusnya aku membenci dan beberapa hari ini itulah yang kulakukan.. kenapa kau selalu membuatku menangis? Kenapa kau tidak pernah berfikir bahwa kau akan melukai orang lain? Aku sangat benci ketika aku melihat semua terluka karenamu dan aku juga.
Aku duduk di lorong-lorong tempat ini sekarang. Dan dia yang kau sakiti dengan sangat perih masih tetap berada disana, berdoa, merintih, sedih dan meski kau sudah merengut segala rasa bahagianya karena perlakuanmu, dia masih diam disana tulus berdoa untukmu. Dia luarbiasa kan? Dia akam jadi idolaku mulai saat ini.
Sudah sebelas hari.. dan kau masih sama seperti hari kemarin. Diam, tak banyak bicara, dan terkulai lemah. Harusnya ak berdoa agar dirimu tak lagi ada, aku sangat sakit ketika bahkan kau tidak pernah benar-benar menjadi pahlawanku tapi aku berdoa sekarang, tadi, kemarin bahkan kemarinnya lagi. Cepatlah kembali, cepatlah berdiri dan kembali seperti dahulu, aku bosan melihatmu begitu. Aku sakit melihatmu begitu.
Taukah kau? Bahkan aku tak pernah membayangkan akan lama memandangmu disini, aku tak lagi rapih dengan pakaian bak seorang putri yang berbeda dengan rakyat jelata, aku hanya seorang biasa yang lusuh sekarang. Menunggumu, berdoa untukmu, berharap pada Tuhan agar semua cepat belalu. Jadi, walau sudah kulepaskan gelarku yang itu bisakah kau bangun dan membaik untukku? Kita harus segera pulang, liburanku akan segera usai.
"Hidup ini penuh dengan tipuan, dan pada suatu titik kamu akan menemukan apa yang penting bagimu tidak akan menjadi hal yang penting lagi". Itu benar. Aku 4ak lagi berharap hal yang lain selain kau kembali kerumah dan semua baik-baik saja.
Aku mulai akrab dengan tempat ini, dan walaupun begitu aku tak mau berharap ada disini lebih lama. Jadi, bisakah kau cepat kembali? Semua orang yang mengenalmu ada disini, mereka datang untukkmu, tidakkah kau tau, kau tidak sendiri? Sayap-sayapmu sungguh banyak dan mereka hanya datang untukmu. Mungkin aku salah, mungkin kau orang yang sangat baik.
Kita.. tidak pernah benar-benar berbicara dengan baik. Aku hanya terus membencimu karena semua perlakuan dan tingkahmu. Harusnya aku tak begitu ya. Aku mulai merindukanmu. Cepatlah kembali dan baik-baik saja, kumohon. Aku bosan ada disini dan aku ingin semuanya kembali seperti dulu. Ketika semua akan jadi baik-baik saja, berjanjilah padaku dan mereka! Jangan sakiti kami lagi ya..
Pa.. semua sudah termaafkan sekarang, aku tak akan lagi marah dan benci. Bisakah kau cepat sembuh pa? Dan kita akan mulai lagi dari awal, seperti dulu...