Kamis, 08 Oktober 2020

selamat siang awan, apa kabar? 
apakah kamu masih tinggi di atas sana? cemerlang dan putih. tiba-tiba aku mengingatmu. 
semalam aku menonton film yang bagus, lalu sejenak aku teringat bahwa aku juga punya kisah yang hampir sama atau aku hanya menyamakan. entahlah. 
bagaimana hidupmu kini? apakah kau lebih baik dan bahagia dari kala itu? aku? kurasa aku lebih baik dari hari-hari kemarin. setidaknya sekarang aku menjadi lebih dewasa, awan. 

awan.. 
bahwa hidup terus berlanjut, bahwa kenyataan yang sebenarnya kita semua berjuang, bahwa imajinasi kala muda yang mengiring kita untuk selalu berfikiran bahagia tidaklah benaar. mungkin kau juga tau apa maksudnya ya? kuyakin kau lebih faham maksudku. 

awan.. 
bahwa kenyataan adalah kita terus dan terus terluka dan sembuh dengan sendirinya, bahwa kita selalu berlari untuk sebuah tujuan dengan segenap kekuatan. bahwa menjadi dewasa tidak semudah ketika kita tersenyum dan berlari ketika kita belia. 

awan.. 
sejauh apa kau belari? jika suatu saat kita bertemu lagi, aku ingin dengar kisahmu.aku punya banyak yang bisa kuceritakan padamu. apakah kau baik? kuberdoa semoga kau begitu. jika kita tidak bertemupun, jika ternyata aku telah dilupakanpun, tidak masalah awan. aku akan mengerti. ternyata hidup memang begitu awan. 

awan...
aku sering merasakan sepi, sunyi sekali dan tiba-tiba ingin menjadi riuh. hingga akhirnya aku menyadari bahwa diduniaku memang sepi awan, terkadang aku lupa bahwa aku berjalan seorang diri. alangkah baiknya jika kita bersama ya awan? terkadang aku merasa bodoh, bagaimana bisa aku bicara begini. karena mungkin kau sudah sangat bahagia di tempat lagin awan. kenyataan yang kuhadapi dan kehidupan apapun itu yang kau hadapi, kita punya cerita kita sendiri. lalu aku tak punya hak untuk jadi bagian dari itu, aku bukan siapa-siapa.







Jumat, 04 September 2020

surat cinta

aku, ingin dimiliki

dengan lembut, dengan cinta, dengan rasa takut kehilangan 

dengan rasa seutuhnya ingin memiliki

aku, ingin di rengkuh

dipeluk dengan hangat ketika luka, di beri semangat ketika lelah 

sesekali kita bertengkar, lalu aku akan menangis terluka 

sesekali kamu marah dan aku juga akan ikut marah 

aku egois dan selalu menang 

kamu mengerti dan selalu tersenyum mengalah

seperti seharusnya

seperti yang di ceritakan orang-orang sewajarnya

aku ingin menjadi marah ketika kamu di sentuh yang lain 

aku ingin kita berjalan seiring

aku menggengam tanganmu dengan hangat 

bersandar di bahumu

hmmm, kita berdua suka mendengarkan live music

sesekali kamu bernyanyi dan bermain gitar untuk aku

suaramu indah

sesekali aku ikut bernyanyi dan terhenti

suaraku jelek!

kamu tertawa geli, aku lagi-lagi ngambek

kita sama-sama suka menikmati warna-warni lampu jalan

hanya pergi tanpa tujuan

oh iya, akan lebih baik kamu marah ketika aku terlihat cantik atau tersenyum kesembarang orang

"cuma punyamu, cuma untukmu"

lalu perjalanan jadi panjang, jadi lama, jadi awet

jadi kita, jadi halal, jadi keluarga

setelahnya kita sering mengunjungi banyak tempat 

pantai, laut, gunung, sawah kemana saja, berdua

menatap langit luas dan awan biru bersama

menghadapi medung dan hujan lebat bersama

menangis dan bahagia

saling melukai dan saling memafkan lagi

saling mengalah satu sama lain

saling membesarkan ego di hari lain

sesekali aku ingin kita duduk berhadapan

aku ingin memandang matamu dalam-dalam

melihat betapa aku ada disana

di kedua bola mata yang amat indah itu 

hanya bahagia dengan menetap disana

hmmm, kamu tidak tertarik dengan yang lain kecuali aku 

sabar dan patuh menghadapiku 

postur tubuhmu yang tinggi tegap dan tangan-tangan kokoh yang siap bertaruh itu 

senyum manismu, suara paraumu,  matamu yang indah dan bau tubuhmu yang wangi

aku akan mecintai semuanya

seutuhnya

lalu kita akan berjalan lagi, lebih jauh lagi, lebih lama lagi

terus dan terus

"andai aku punya yang begitu, andai aku ditemukan dengan yang seperti itu, dan jikalaupun kamu tidak seperti yangkumau. asalkan mencintaiku dengan segenap hatimu. cukup bagiku, sisanya biar kulengkapi cerita itu".


                                                                                  "tapi aku sudah terlalu tua untuk berkhayal"

Kamis, 03 September 2020

nelangsa

sunyi sunyi kesunyian

hening hening tanpa bisikan

memulai lagi, berjuang lagi untuk melangkah 

untuk tetap pada porosnya

baik, baik, kuat, kuat 

kadang raut-nya tersenyum

kadang raut-nya menooh

kadang sikapnya ramah

kadang tuturnya cukup untuk melukai seluruh pertahanan

sikap? jangan di tanya 

hari ini mentari bersinar dengan terik

jauh dan tinggi di atas sana

namun hati terasa teduh dan riang

esok awan hitam memenuhi

hujan rintik mulai berjatuhan dan tak lama menjadi lebat

dan jiwa ikut merintih dan sedih 

jiwa jiwa yang katanya berwibawa

jiwa jiwa yang kata orang kebanyakan bijaksana

sungguh aku tak menggerti darimana mereka menilai

hati harus setegar baja dan sikap harus selembut sutra

tersenyum lagi tersenyum lagi tersenyum lagi

tidak apa, besok juga baik

sabar sabar sabar 

di depan sana ada pemberhentian dan tak lama lagi kita tiba

walau jemu, walau sepi, walau tak juga berkawan untuk menghadapi

namun masih bertahan hingga saat ini

katanya dengan menjadi baik bahwa seribu kebaikan juga akan sampai 

tapi menanti dengan sabar dan terus berusaha sekuat tenaga untuk itu

membuat hati semakin rapuh

jiwa semakin terkikis

bahwa perjalanan panjang dan jauh dengan segala perjuangan itu

tidak juga sampai pada kata bahagia dan baik

nelangsa

Jumat, 13 September 2019

Merayap hingga lenyap

Dan detik berlanjut,
Tidak berhenti ataupun berjeda
Tidak melambat ataupun tergesa
Hanya terus dan terus merayap
Pelan.. pelan.. dan pelan..

Tidak peduli koreng bernanah
Tidak tau sembuh atau basah
Bahagia dan suka
Sekecil apapun, se cukup umur siapapun
Terus dan terus,

Beberapa tetap sama
Ada yang masih pada tempatnya
Ada yang secara signifikan berubah
Ada juga yang selalu diam untuk hal yang sama

Masih tetap sebagian mencari
Beberapa lagi menemukan dan...
Selebihnya hanya menyusuri tapak hingga perberhentian

Bosan
Jenuh
Lelah
Sisanya menyerah menyusuri, mungkin kecewa

Beberapa merasa memiliki banyak dan terjebak dalam kosong
Beberapa merasa menemukan dan pada akhirnya kehilangan
Beberapa lagi terengut dan sudah terlambat untuk merebut kembali
Sisanya mengambang di udara, tidak memiliki, menemukan ataupun terengut apapun
hanya terus dan terus melayang

Oh..
Yang terakhir percaya bahwa ketika saatnya datang ia akan menemukan, memiliki dan tidak pernah kehilangan

Bahwa tidak ada yang salah ketika akal berfikir
Bahwa tidak sepenuhnya juga benar ketika akal akhirnya memutuskan
Namun begitulah yang terjadi kemudian..

Dan tiba-tiba seseorang menujuk perihal salah dan benar
Mengatakan jahat dan baik
Menjauhi, membenci, melukai tanpa mengetahui
Tanpa tau mengenai "pembuka", "isi", "penutup" dan "pada akhirnya"

Banyak yang berubah dari diri terdahulu
Banyak luka robek dan sembuh lagi
Banyak yang menyerah dan terus lari
Ada pula yang menunggu dengan sabar dan selalu menunggu, tanpa tau

Tapi waktu tetap merayap hingga lenyap...


                                   -13 September 2019-