Selasa, 17 April 2018

Fatamorgana

Hitungan jam
Dan tiba-tiba aku takut kau tidak kembali
Aku bukan seorang pecinta sejati
Jadi kutaktau yang harus kulakukan dan dimana harus mulai dan berhenti
Aku bukan pujangga cinta yang bisa merayu dengan kata kata indah
Juga bukan penyabar luarbiasa dengan teguhnya menunggu untuk mendapat perhatian
Aku hanya apa kulakukan dan kubuat
Aku hanya seorang bodoh yang kadang terjebak oleh langkahku yang tidak kupikrkan dengan sungguh
Hanya aku dan kulakukan
Aku takut
Jika kamu menarik diri dan pergi
Bagian lain dari diriku lebih takut
Jika berlanjut akankah aku bisa?
Semalaman ku ingat manisnya sosokmu
Semalaman ku kais-kais ingatan sederhana tetangmu
Ah~
Mungkin kau tidak menyukaiku
Mungkin kau hanya bercanda seperti katamu
Mungkin aku hanya tak seberapa di banding barisan yang menunggumu
Jika,
Jika saja mungkin aku diberi kesempatan oleh Tuhan..
bisakah kau dan aku, jadi kita?

17.4.18

Senin, 16 April 2018

Ilustrasi

Entah aku ini kenapa
Entah aku ini apa
Entah aku ini harus bagaimana
Lebih semu daripada cat abu-abu
Lebih pilu daripada warna kelabu
Kurasa kupunya yang kucari
Namun terkdang aku tak benar tau apa yang kuinginkan
Terkadang aku bahagia hingga senyumku tak lelah mengembang
Lalu seketika aku berfikir benarkah aku bahagia?
Terkadang aku suka kejutan setiap detik dalam lelahku berjuang
Tak jarang aku terpuruk seketika mengetahui dimana aku yang tak kukenal
Lalu apa aku?
Apa yang kuingini?
Dimana aku harus berlabu dan berfikir semua sudah cukup?
Kapankah aku menjadi begitu nyaman hingga tak takut akan terluka disakiti dan kembali di tinggalkaan
Terkadang aku ingin bersikap santai menikmati duniaku
Terkadang aku ingin menjadi orang lain yang sosoknya akan disukai orang banyak
terkadang aku lelah mengalah dan terluka sendiri
Terkadang aku memberikan seluruhnya milikku yang kukira pengorbananku akan dilihat orang lain dan seorang akan mengerti.
Lalu kusadarii,
Aku bukan hero,
Aku tidak menyelamatkan dunia
Aku ingin bersikap egois
Aku tak ingin berfikir untuk membahagiakan semua orang lagi.
Iya begitulah aku, seketika dan lalu berubah
Bertopeng dan lalu menangis kelabu..
Kukira tak ada yang benar-benar peduliku, kukira semua orang hanya berlalu,
Dan juga kukira aku tak salah berfikir begitu
jalani saja dengan santaiku
Jalani saja yang harusku lalui
Entah aku akan menjadi lebih baik atau semakin jatuh
Tak apa
Tak mengapa
Kata orang ketika kau terlahir kedunia jalan dan ceritamu sudah di suratkan dengan jelas olehNya
Lalu mungkin janji ku yang menyanggupi adalah iya
Lakukan
Jalani
Lalu kembali~


16.4.18

Rabu, 26 Juli 2017

Suara hati

Seperti sunyi yang bisa orang mengerti dengan mendengar, seperti lelah yang tak bisa dilihat karena batin, seperti jatuh yang tak terluka fisik dan berdarah-darah..

Taukah engkau apa itu sendiri? mengertikah kau arti sunyi? Taukah kah berteriak namun tak didengar? Rasanya menjadi salah tanpa tau melakukan apa?

Tiba-tiba dunia hanya membencimu, tiba-tiba semua orang hanya terlihat mulai lelah denganmu, tiba-tiba sekitarmu tak lagi berfikir ulang menyakitimu

Taukah kau menangis dan tertawa yang ditemani hampa? Percayalah padaku itu benar-benar menyiksa
Taukah kau berbicara dengan imajinasi hanya untuk berasa memiliki? Percayalah padaku itu benar-benar terasa sepi

Apakah kesalahan harus diadili dengan cara begini? Rasa.. percayalah itu sangat letih

Tidak ada yang akan menunggu dan tetap tinggal untuk ikut mejadi sakit
Tidak ada yang akan berpegang erat menjalani bersama melewati badai

Mereka bohong..

Perempuan yang tiba-tiba menjadi asing

Wahai kamu yang tiba-tiba mengigatkanku dengan suara pelanmu yang di atur lambat sedemikian rupa hingga terkesan kepolosanya

Wahai kamu yang tiba-tiba aku ingat, yang selalu menampakkan kebaikan dan mengalah atas segala keadaan layaknya seorang suci yang dikasihi

Wahai kamu yang sekelebat lewat dalam fikirku, aku masih ingat bahwa kutaruhkan segala kepercayaan dan segala rahasia yang kumiliki yang engkau respon dengan airmatamu

Wahai kamu yang masih samar-samar teringat dalam benakku, cara kita menghabiskan waktu bersama yang seakan bahagia karena saling memiliki saling mengenal dan kesederhanaan saja

Wahai kamu yang masih kuingat saat tetesan airmata itu jatuh, atas cerita perjuangan panjang yang katamu menghujam hati, dan aku ikut menangis dan merasa bodoh karena tak berdaya

Wahai kamu dengan kerudung merah muda khas milikmu, aku masih tak habis fikir bahwa kamu bisa berpura-pura sekian lama dan sekian dalam hanya untuk terlihat baik..

Iya,
Mungkin aku jua tidak terlihat sebaik itu, mungkin aku juga bersembunyi di balik bayang-bayang hitam nan kotor namun aku selalu bermimpi akan kelanjutaan dan akhir yang selalu indah dan baik baik saja

Betapa bodohnya aku, bahwa aku selalu memungkiri bahwa aku membawa penyakit bagimu, bahwa langkahku menjadi dendam yang harus kau langkahi dalam hidupmu

Aku hanya merasa hilang ketika kau datang cukup lama dan tiba-tiba pergi dengan meninggalkan luka menganga

Aku masih bermimpi akan hari kemarin yang kurasa bahagia, kurasa kita sama, kurasa kita cukup hanya dengan kesederhanaannya saja

Wahai kau yang dengan kata-kata "beliaumu" saja terasa menusuk hatiku berulang-ulang kali lagi dan lagi, aku tak sedikitpun menyangka bahwa hatimu tega menjadikanmu kambing hitam atas skenario kata-katamu dan sekan tersakiti olehku

Kau yang berkerudung merah muda,
Kurasa kita hanya sampai disini saja, aku akan menyimpan baik-baik semua kenangan manis dan tawa canda yang kurasa pernah tulus itu,
Kan aku maafkan juga segala tuturmu untukku yang sampai saat ini masih tak kupercayai bahwa kau pelakunya..
Terimakasih untuk segalanya ☺

Selasa, 16 Mei 2017

Jangan mencintai orang yang sedang mencinta

Aku tidak tau sejak kapan, tapi ketika saat itu ada aku mulai berfikir tentang masa depan denganmu. Aku lupa kapan aku memulainya tetapi ketika kusadar aku mulai berdoa didalam hati atas perhatianmmu, atas hatimu.

Kata ibuku "jangan mencintai orang yang sudah jatuh cinta" dan ia benar. Aku sudah dengan perlahan mencintai seseorang yang sudah jatuh cinta pada orang lain, tanpa kusadari, tanpa kupinta dengan sendirinya.

Kulakukan segala cara membuatnya tampak buruk. Tak banyak pintaku, hanya menoleh dan lihat aku disini. Mungkin kita bisa memulai pelan-pelan mungkin aku bisa menjadi penganti sosok itu. Namun kau selalu lebih memilih dia dan lagu-lagi berlalu dengan melukaiku.

Tidak, kau tidak salah. Kau hanya tidak mencintaiku, kau hanya sudah meletakkan hatimu kepada orang lain dan aku dengan bodohnya berusaha merebut.

Aku menangis dan tersiksa lagi oleh anganku, oleh mimpiku, oleh sesuatu yang selalu berakhir hanya dalam imajinasiku. Kusebut diriku ini adalah "pemimpi" yang baik.

Alangkah baiknya jadi ia, alangkah beruntungnya jika aku adalah dia, alangkah bahagianya jika aku menjadinya.  Lalu aku berakhir dengan kalimat bodoh seperti itu didalam hati.

Jika aku memulai dengan senyum, dengan tanpa disadari, tanpa syarat apapun tak akan jadi masalah untukku, jika aku juga mengakhirinya dalam diam dengan sembunyi-sembunyi seorang diri dan menyimpannya hingga aku mati.