Rabu, 08 Januari 2014

Kisahkan lagi perjalanan yang indah


Aku sendiri dalam sepiku. Berdiri dengan lelahku. Dan menunggu dengan bayangan kelamku

Kenapa aku berdiri seorang diri ditempat seperti ini? Seakan akal sehat terbang dan menghilang menjadi debu yang tergerai

Wahai Tuhan, pertemukan aku dengan sang cinta. Jalinkan aku sebuah kisah yang indah

Wahai waktu, berikan aku saat terbaikmu. Dunia, berikan aku tempat terbaikmu. Aku juga ingin jadi bagian dari saat-saat indah

Jangan perlihatkan padaku kenyataan sulit lain. Tutup rasa lelah dan penatku menjadi masalalu. Ukirlah sebuah kisah yang baru

Ubah aku menjadi sesuatu yang berbeda. Bahagia dan merasa bebas dari dalam sana. Jadilah aku sesuatu yang lain. Yang lebih baik

Datanglah dan tinggal lebih lama. Ajarkan aku mencintai dan menghargai. Perlihatkan padaku bahagia dan senyum tanpa luka

Dan sembuhkan semua luka. Hentikanlah tangis. Hapuslah masalalu kelam. Datanglah hari-hari cerah.

Menjadi penghuni surga dunia dengan batasMu. Menjadi teladan bagi para anak-anaku kelak. Menjadi seseorang yang akan dikenang sebagai yang baik

Berikan aku hadiah sebuah mantra kecil dan sentuhan keajaiban. Hingga aku sekali lagi merasakan kehadiranMu melalui tangan-tangan mereka. Luka yang bahagia.

Kirimkan padaku seseorang malaikat untuk mengubah duniaku. Mengukir bahagiaku. Dan membawaku pergi dari ruang kosong dan hampa ini.

Berjajilah padaku bahwa semua yang terjadi padaku kemarin hanya akan menjadi hari kemarin. Esok dan lusa Engkau akan menuliskan perjalanan yang baru dan indah.

Lalu aku akan membagi bahagia dan senyumku untuk semuanya. Berbagi bahagia dan milikku untuk mereka. Menghargai miliku dan mereka.

Aku berjanji. Wahai pemilik Semesta. Jadilah seperti yang Engkau kisahkan padaku. Namun, jika aku boleh meminta sekali lagi. Jadikanlah kisahku luarbiasa.. 

Selasa, 07 Januari 2014

And i'm sad. Again

Melelahkan ketika dunia mengatakan tidak namun hatimu inginkan iya. Ketika hati terasa sunyi bahkan ketika banyak orang yang berada disisimu. Ketika akal dan hati tidak lagi sependapat dalam mengambil jawaban. Ketika lagi-lagi ketidakmampuan mengalahkan segalanya. Lelah dan bersalah.

Aku lelah menjadi lelah. Aku sedih selalu menjadi sedih. Aku menyesal atas ketidakmampua, yang bahkan semua orang anggap tak masalah. Aku marah menjadi marah. Dan sepi menjadi sepi.

Jangan begitu wahai hati, melelahkan. Aku tidak bisa berfikir ketika merasa lelah, sakit ketika merasa sedih. Alasan sederhana. Lelah menjadi sepi, lelah menjadi kurang, lelah menjadi biasa.

Karena kamu akan hidup seribu tahun lagi

Jangan terluka karenaku, jangan menangis karenaku, jangan sakit karenaku, jangan lelah karenaku karena kamu tidak boleh merasa begitu, karena kamu aku bangun dan akan berlari bersamamu selalu hingga kamu tak harus sakit, tak boleh terluka, jangan menangis, dan merasa lelah. Kamu adalah duniaku. -l.y-

Aku akan menemanimu, menjadi permulaan dari caramu melukiskan hari, menjadi akhir ketika kamu akan berhenti dan menutup kisah dalam buku. Aku akan menjadi setiap bagian tersulit untuk kita lalui bersama, menjadi pelengkap yang manis ketika saat bahagia kita jalani berasama. Dan karena itu, jangan sakit dan pergi bahkan ketika kamu ingin.. 

Jangan menyerah sayang, aku disini. Jangan diam dan berpura-pura seakan senyum itu selalu nyata. Jangan bersembunyi sayang aku baik-baik saja ketika kamu merasa sakit. Airmataku tidak akan membunuh dan aku akan tetap bernafas dan datang mencarimu esok hari. 

Bahkan untuk seorang diri dan menahan sakit, jangan diam dan sembunyi dibalik pintu untuk ditutupi. Aku akan ada disana dan memelukkmu erat untuk melaluinya. Jangan lari dan takut melihatku akan menangis tidak akan kulakukan jika kamu tidak menyukainya lalu jangan lari dan bersembunyi ketika sakitanya menyerang keseluruh bagian dari tubuhmu, karena aku disini. 

Hanya tersenyum dan bahagialah, dan walau hanya beberapa hari semua akan baik-baik saja bersamaku. Jangan menghindar dan mencoba mengambil jarak karena aku tau kamu tak ingin aku pergi. Jangan membentak dan berpura-pura marah, bahkan ketika kamu mencoba menyakitiku aku tidak akan tersakiti dan pergi, aku akan menunggumu untuk menerimaku lagi sayang. 

Tidak ada yang lebih baik daripadamu. Jangan mencoba berfikir untuk mengirim dan mengenalkan sesorang kehadapanku untuk menjadi pengantimu. Jangan membawa beberapa temanmu untuk kau ajak pura-pura berkencan. Itu tidak akan menyakitiku. Besok, esok, lusa, dan hingga kamu bosan aku akan datang walau hanya untuk tau keadaanmu. 

Jangan tutup hatimu sayang, karena aku sudah masuk dan menjadi penghuni cukup lama disana hingga kamu tak mungkin mengusirku untuk keluar. Jangan merasa kesepian, dan cari aku. Jangan berpura-pura bahagia lalu melakukan semua hal seperti biasa ketika kamu takut melakukanny sendiri. Akan kulakukan untukmu. 

Aku mengenal senyummu, aku mengenal hatimu, dan aku tau bahwa sedihmu tidak untuk menjadi sebuah lelucon. Tidak akan ada yang berubah bahkan jika kamu akan pergi besok atau lusa, karena cintaku akan tetap untuh.

Jika kamu memang mencintaiku lebih daripada itu, lalu jangan lari dan bersembunyi. Mari kita jalani bersama.  Besok dan selama mungkin bertahanlah dan bahagialah bersamaku. Jangan lari dan menyakiti dirimu lagi. aku akan kekeh lalu terseyum mengejekmu sayang. Kamu akan hidup seribu tahun lagi untukku kan?.

Berhenti mengirim mawar merah tanpa nama ke rumahku. Aku tau itu kamu. Dan berhenti marah-marah karena hal sepeleh hanya karena kamu ingin aku menjauhi dan meninggalkanmu. Kuberitau, itu tidak akan terjadi.

Sayang, aku tidak mengenalmu hari ini atau kemarin. Tapi separuh dari kisahku adalah bersamamu, setiap bagian hati yang kau berikan masih kuingat dengan jelas warnanya. Sampai aku dan engkau dewasa, sampai kita manjalani hidup bersama takdir atau tidak. Kamu akan tetap mengisi dan menempati ruang yang sama. Tempat yang sama. 

Aku tidak perlu syarat atau jangka waktu untuk memberikan tempat itu padamu, tidak butuh zaman atau era untuk menghapusmu. Tidak akan ada hal yang seperti itu. Aku akan menangis ketika kamu terluka, pasti. Namun jangan bersembunyi dan lari untuk menyembunyikan rasa sakit itu aku membencinya. Tidak akan ada yang segera mati. Hanya jiwa. Namun hatimu dan kamu serta segala warna yang kamu berikan untukku akan tetap menjadi milikku. Kamu akan hidup seribu tahun lagi di sini. Di fikiranku, di hatiku, dan didalam duniaku.

-y.l-

Senin, 06 Januari 2014

Berlalulah harapan

Tidak semua impianmu akan menjadi nyata..
Tidak semua harapanmu yang akan menjadi harus..
Tidak selalu asumsi dan kemarahanmu akan menjadi benar..
Hidup selalu memiliki dua sisi, yang mana satu dan lain tidak terlihat..

Jangan menangis jika punyamu direbut, rebutlah kembali. Jangan marah ketika doamu tak menjadi nyata, berdoalah kembali. Diam dan jangan bersuara ketika anganmu tak bisa terwujud karena itu terlalu menyakiti.

Percayakah kamu? Berasumsi hanya membuat segala hal yang kau inginkan semakin dan semakin menjauh. Hingga sampai disaat dimana kamu tak lagi menginginkannya menjadi kepunyaanmu, dan melepaskanya begitu saja tanpa beban. Lelah.

Ketika kamu berkali-kali berdoa, menunggu dan berharap untuk sesuatu yang kau inginkan dengan keinginan lebih dari apapun lalu berkali kali gagal dan meninggalkan luka. Itu akan sangat melelahkan. Menangis bukan lagi obat.

Ketika sesorang lain yang hanya diam tak melakukan apapun tapi meraih dengan mudah dan tanpa rasa. Adilkah untuk seseorang yang menunggu dengan sabar tetapi tidak menemukan? Inilah hidupmu, selamat datang.

Lalu lepaskahlah sesuatu itu. Biarkan ia pergi ke tempat yang seharusnya ia akan datang. Singgah ke tempat yang seharusnya ia tinggal. Relakan dan tersenyumlah bodoh pada dirimu sendiri yang menginginkan hal yang bukan milikmu. Tertawakan dan ejeklah sesuka hatimu.

Harusnya kamu tersadar dan berhenti. Tidak akan ada yang terjadi walau berkali-kali kamu mencoba lagi dan lagi. Menyerahlah dan lepaskan. Biarkan ia terbang dan berlalu bersama rasa sakitnya, bersama rasa perihnya.

Tidak ada yang salah, hanya saja ia ataupun itu bukan menjadi milikmu. Tidak ditakdirkan untukmu atau bukan sekarang waktumu memilikinya. Kamu akan lelah jika menunggu, lepaskahlah biarkan berlalu..

Kita dan selamanya

Haruskah aku menahanmu untuk pergi, bahkan disaat kau tidak ingin tinggal? Bolehkah aku menghentikan waktu disaat semua ini akan berakhir?. Satu kali saja, dengarkan aku dan jangan buat hatiku menunggu untuk cinta yang bahkan tak kau milikki. Namun dengan bodonya, hati ini tak pernah mendengar lalu menunggumu selalu menjadi hal terbaik.. 

Dipertemukan oleh takdir, dijalankan dengan waktu lalu diikat dengan cinta. Begitu seharusnya prosedur tepat untuk seseorang yang kesepian seperti "kita". Dengan ego dan rasa marah atas dunia masing-masing kita tak pernah saling menemukan bahkan dari sisi manapun. Duniaku yang penuh dengan teriakan mengejutkan dan hidupmu yang terlalu hening hingga tak pernah kutemukan. 

Apa yang kucari hingga sulit bagiku ketika hal tersebut jika tak kutemukan? Apa yang aku tunggu hingga kuhabiskan separuh dari seluruh hidupku untuk berada disana dan menunggu? Kenapa menjadi bagian yang penting dan harus bahkan ketika semua itu tidak lebih dari sekedar angan? Apakah merubah adalah jalan terbaik dan terhebat dalam sejarah hidupku? Kapan aku cukup dewasa untuk mengerti? untuk siapa aku hidup.. 

Aku berdiri dan sendiri, dijalan manapun dan dipersimpangan manapun hingga aku berfikir bahwa itu melelahkan hingga aku butuh teman. Ketika teman datang, dengan berpura-pura menjadi putih bahwa semua orang juga akan menjadi putih. Dan tidak semua sisi adalah putih. Disakiti lebih sulit daripada seorang diri disepanjang jalan, dan ternyata begitulah dunia berjalan. 

Aku menangis dan berteriak dalam diam untuk setiap kata-kata tersakit yang engkau ceritakan dengan luka, tapi aku tidak bisa memelukmu dengan erat dan berkata dengan lantang bahwa semua akan baik-baik saja, karena bahkan hatiku tak pernah merasa baik untuk itu. 

Engkau terseyum dengan teduh dan dengan sepenuh hatimu ketika aku merengek kesakitan dalam derita memeluk dan berkata baik-baik saja. Bagimana kita bisa sebanding. Engkau adalah hidupku dan akan tetap jadi begitu, bahkan ketika engkau tidak menoleh dan berhenti untuk menyambut tanganku, atau peduli dengan apa yang akan terjadi atau kulakukan. Engkau akan tetap jadi segalanya. 

Hidup ini dan cerita "kita" jangan terluka dan menyerah karenanya. Kita akan bangun bersama, dan membuat kisah-kisah baru yang lebih indah, kau akan percaya bahwa Tuhan ada Dia selalu mendengar dalam setiap doamu. Menujukkanmu dunia yang ia buat dengan seluruh cinta yang ia milikki, indahnya lukisan semestanya, semuanya. 

Hal-hal baik akan segera datang dan engkau akan segera bahagia, kita dan selamanya..