Rabu, 01 Januari 2014

Berdiri seorang diri

Dua puluh tahun.. dan semua hanya sebuah layar foto yang nampak tersenyum manis. dua puluh tahun, dan semua hal yang dijalani sampai hari ini hanya menjadi sebuah bahan olokan. dua puluh tahun dan saya belum pernah merasakan cinta barang beberapa detik. dua puluh tahun dan tidak ada yang datang dengan ketulusannya membawa saya dari ruang kegelapan yang sunyi. dua puluh tahun, dan saya hanya terus berpura-pura bahagia..

Kamu menutup pintu hatimu, yang walau ribuan kali diketuk dengan keras tetap tidak akan terbuka. saya sabar menunggu dan berdoa, hari dimana pintu itu akan terbuka akan segera tiba. hingga pada akhirnya saya tau, bahwa sejak pintu itu ditutup kuncinya tak akan pernah ditemukan.

Saya menunggu untuk seseorang yang mengisi, tidak peduli berapa kali melihat keluar jendela dan berharap akan sesuatu. kamu dan yang lainnya tidak akan datang. saya masih bersabar untuk sebuah harapan, berdoa dengan tulus bahwa akan tiba saatnya untuk hadir dan mengisi, namun hari ini ketika saya menunggu lagi dibalik jendela, kalian atau siapapun tetap saja tidak datang.

Apakah kesepian membunuh seperti ini? hingga akal sehatmu tak lagi menjadi waras dan berfikir selayaknya. hingga ku kira satu-satunya jalan untukku adalah berhenti untuk melakukan, segalanya.

Katakan pada orang tak berhati, berakal dan memiliki fikiran ini.. apakah ada yang salah pada diri ini? hingga semua orang seperti membenci dan meninggalkan secara kejam. saya hanya diam untuk setiap orang yang tak akan mengerti bahkan ketika saya berteriak, dan imbalan untuk semua itu adalah ditingalkan.

Hari ini, kembali rasa sepi dan lelah datang dan tidak tau kapan akan pergi. harus pada siapakah jiwaku marah karena sendiri?

Jangan begitu, menyakitkan. diam! berhentilah mengeluh! tidak ada yang harus ditangisi, tidak ada yang harus disalahkan, berhentilah marah, dan diam. hanya diam. berhentilah membuat permohonan, tidak akan ada yang datang untukmu sayang, hiduplah dengan memandang dunia yang nyata, berhentilah bermimpi. saya akan hidup dengan baik, saya akan punya kisah luar biasa. dan itu akan segera terjadi..

Minggu, 15 Desember 2013

Masa muda

Suara tawa itu masih terngiang ditelingaku. sudah hampir lima tahun dan aku tidak pernah lupa setiap bagiannya. betapa bahagianya saat-saat melelahkan itu, betapa ruang kosongku terisi penuh dengan kisah-kisah luarbiasa, betapa sebuah perjalanan sakit yang selalu kurindu dan ingin ku ulangi kehadirannya, betapa aku tak bosan mengorek-orek dan mencari lagi kenangan saat itu untuk membuatnya menjadi nyata lagi,  betapa aku ingin semua itu kembali, kamu dan meraka..

Setiap detik yang berarti, setiap waktu yang tidak ingin tebuang sia-sia, setiap jengkal perjalanan, setiap titik-titik dari sebuah kisah. aku ingin semua itu tetap ada di bagian lain hati ini.
mereka masih disana, dan mereka tetap sama. remaja-remaja yang mencari dan belum menemukan.
mereka masih disana, duduk dan bermain layaknya dunia akan selalu baik-baik saja.
mereka masih disana, berlomba menyusuri jalan panjang dengan tawa dan lari sekuat tenaga.
mereka masih disana, mengejar benda bulat kecil dengan bermandi lumpur dan hujan yang turun.
mereka masih disana, menempatkan diri pada sudut kelas dan memetik gitar lalu bernyanyi bersama.
mereka masih disana, duduk dibawah pohon dengan lelucon yang baru dan tak pernah ada habisnya.
mereka masih disana, tetawa dan menangis bersama, berbagi dan berlari bersama, dan dunia seakan ada dalam gengamannya.

Waktu yang berharga, lembaran yang terus terisi, lelah atas aktivitas dan persaingan, semua tidak menjadi masalah besar karena kita bersama disana. jangan berakhir wahai kisah, jangan berdenting wahai lonceng, jangan habis wahai waktu, jangan datang wahai senja. kami masih ingin bersama.

Lalu.. apa kabar senyum-senyum itu? hingga tak kudengar lagi satu per satu kehadirannya. akankah semua telah menghilang dan kisah hanya akan menjadi kisah? masalalu? haruskah kukatakan? selamat datang di dunia yang sebenarnya.. jadilah dewasa dan lebih dari hari-hari kemarin, temukan apa yang kalian cari, jadikanlah mimpi-mimpi sederhana itu nyata, dan jangan lupakan bahwa kita pernah jadi bagian dari sebuah perjalanan indah yang dinamakan, masa muda..

Untuk mereka yang mengingatkanku sejenak mengenai bahagia..
sungguh hadiah luarbiasa dariNya bahwa aku pernah memiliki sebuah
kisah luarbiasa bersama mereka..

Selasa, 10 Desember 2013

Dia, ia dan dia

Haruskah aku menangis haru?  sudah kulakukan namun luka tak juga membaik. Haruskah aku lari dan tak peduli atau pura-pura tidak tau? aku melakukannya dan hatiku juga meredam. Haruskah aku menyalahkan? iya. kulakukan lagi-lagi dan lukanya semakin dalam. hingga hari esok atau lusa, sekarang atau nanti aku bahkan tidak memilki pilihan untuk menjauhkan atau menghapus sebuah kenangan. dia, dia dan dia datang memberikan petujuk sebuah perjanjian, "akan berkahir indah" katanya, lalu aku bangkit dan kembali mencoba. 

Haruskah kuterima jika hati tak lagi jadi bagian yang utuh. lancangnya dirimu dengan cara tak berdosa membuat semuanya seakan indah. hingga kusadari itu hanya topeng dan menusuk sangat-sangat dalam. kubenci kau hati, kubuang dirimu jauh dalam kalbu, kau bukan bagian dari mimpiku lagi! tidak! kau bukan bagian dari hari kemarin atau hidupku kelak! dan aku hanya akan memohon ampun atas dosaku untuk itu. caraku memberontak atas perih dan pembalasan atas luka ini. aku memohon sebuah jalan yang lebih mudah didalam fikirku. bisakah hanya membuatnya menghilang? hingga tak harus lagi-lagi kuingat rasa sakit itu kala melihat sosokmu?.

Taukah kau bahwa Dia adalah segalanya. mengirim beberapa pengelana kecil dengan cara tidak akan pernah kumengerti, membuka sebuah jalan dan mecoba menyembuhkan luka di hati. aku hanya mendengar dan terdiam, mencoba mengerti dan memahami. Dia segalanya, Dia selalu punya rencana untuk ini dan itu, ini tidak akan terjadi tanpa persetujuaanya, lalu seketika luka-luka mengering. aku rasa rasa sakitnya berkurang. ktia semua hanyalah manusia biasa, kita. 

Akankah nalar dan akal sehatku berfikir hal yang sama, bahkan ketika keadaan berbanding terbalik dengan hati. satu pintaku selalu dalam doa "cepatlah berakhir wahai rasa sakit dan masalah", atau mungkin mereka hanya meghibur. membohongi dan seakan semua akan jadi nyata, hingga aku akan menunggu untuk saat yang indah, dan rasa sakit tak selalu membunuh hingga kedalam peluk jiwa. tetapi aku selalu dan selalu percaya. Dia yang berada di atas sana, entah dibagian sebelah mana langit biru itu akan menuliskan sebuah kisah yang indah untukku. 

Wahai kisah pahit dalam lembaran hidup.. akankah aku menuliskan setiap jengkal rasa kecewa dan marahku atasnya? yang telah mengoyak dan membuat sekan diriku merasa dibohongi sangat-sangat lama. haruskah aku memaklumi atas setiap kejutan melelahkan dan merobek hati yang ia datangkan entah kapan dan dimana bermula? aku hanya manusi biasa, dan aku tak cukup baik untuk tidak membenci dan murka. apakah kau baik-baik saja dengan menyakiti? baik-baik saja dengan melukai? karena kurasa hidupmu tak banyak berubah walau tak lagi banyak yang bisa kaulakukan. bisakah kukatakan untukmu mengerti bahwa ini dan itu sangat melelahkan? satu kali saja, buat aku bangga. 

Jangan jatuh dan sakit,. jangan terluka lagi. berhentilah menangis. biarkan dia terluka. jangan peduli padanya. lupakan dan mencobalah bahagia. aku akan selalu berdoa untukmu. selalu. orang yang sejak awal kusadari kehadirannya, hanya satu doaku yaitu membuatnya bahagia. beri aku kesempatan untuk itu ya? kumohon. ingin kuperlihatkan padanya bahwa dunia ini indah, ingin kubawa dia terbang ke belahan dunia yang tercantik, akan kuberikan hal-hal yang dia inginkan dan tak pernah ia milki namun berikan untuk kami, akan kuperlakukan dia dengan baik, akan kuukir sejuta tawa untuknya, izinkan aku yaa? aku memohon.. 

Aku.. tak akan menyerah. aku tak akan berhenti, aku akan mejadi lebih dan lebih kuat dari sebelumya. aku akan menjadi pelindung bagi yang ingin berteduh, penyejuk bagi yang ingin berhenti sejenak untuk menunggu, pelangi bagi hujan yang baru saja reda, langkah baru baginya yang berhenti, bagian dari canda dan tawa menghilang dan akan tumbuh lagi-lagi dan lagi. akan kuperjuangkan semua kebahagian yang harus kudapatkan, kuberikan untuk nya dan setiap jiwa yang kucintai dengan sepenuh hati dan perasaan ini. janjiku..


Bukankah aku manusia biasa? sabar dan toleranku memilki batas.
ketika aku mecoba berhenti dan pergi bersembunyi.
Dia... Allah, datang dengan malaikat-malaikatnya untuk membuat pelangi datang lagi, 
dan aku akan menunggu hingga hujan itu reda membawa udara sejuk abadi dan warna ceria sepanjang sisa hidup ini. 

Rabu, 06 November 2013

Kalimat sederhana, dan aku menyerah untuk sebuah mimpi

Kau boleh tertawa. Itu pantas untukku. Haruskah aku menghujat atau membenci, karena dengan bodohnya aku yang mengunci rapat pintu itu dan mengusirnya pergi. Haruskah kukatakan, bodoh! Pada diriku sendiri yang telah lacang seakan itu hal kecil yang tak mungkin ku sesali.

Bagaimana bisa kata-kata sederhana itu menyakiti. Bagaimana bisa cerita singkat itu mengorek seluruh relung hati. Aku tak pernah menjadi se-hebat siapapun, hingga fikirku melayang untuk berbagai pihak yang mungkin mendukungku. Kurasa ku tak punya apapun untukmu datang dan tinggal. Lalu tiba-tiba kau mulai berlalu dan melupakan.

Aku tak berhak menangis, aku tak berhak marah, bahkan aku tak seharusnya iri. Kau boleh tersenyum menang, kau boleh tertawa puas, karena aku kalah dalam berbagai hal, bahkan aku tak pernah menang sejak saat pertama ini dimulai. Tapi bagaimana itu begitu menyakiti, dengan santai kuhadapi dengan candaan layaknya tak akan ada yang terjadi. Tapi berpura-pura juga tak semudah itu, karena aku marah pada diriku sendiri.

Kenapa aku tak memiliki apapun untuk jadi hal baik didepan kalian? Hingga satu diantaranya akan tinggal atau menetap. Kenapa aku bahkan tak bisa merasakan bahagianya kenangan manis itu? Bahkan tak pernah kuketahui secara nyata karena tak pernah terjadi dalam cerita singkatku ini. m aku tidak bisa menarik satu dan membiarkan nya bermain-main didalam hati, hingga sepi dan hampa tak selalu jadi masalah lagi dan lagi.

Kalian berdongeng tentang sebuah masa-masa indah dengan penuh kenangan manis dan rasa cinta. Aku mendengarkan dan hanya bisa tersenyum merasakan betapa bahagianya jika dapat masuk dan merasakan langsung yang terjadi atas itu. Andaikan, bila saja, mungkin jika.. tapi dalam hati aku tertawa kecil mengejek diri sendiri, hatiku menciut dan semua lenyap. Aku tau aku akan sendiri untuk waku yang lebih lama lagi.

Aku menyerah dengan satu kalimat yang membuat semua harapan-harapan itu menjadi pasti dan tidak akan terjadi. Aku berhenti ketika satu kalimat meyakinkanku bahwa itu yang akan kudapati. Aku tak lagi berasumsi untuk sebuah hal yang sepertinya sudah pasti. Aku menutup segala hal dan memegang teguh harga diri untuk perjuangan terakhir yang aku bisa miliki.

Aku tidak terluka, tidak sedalam itu. Hanya nafasku seakan tertinggal dan terhenti, aku memaksa berulang kali, namun ini tak membaik, tak pernah membaik. Aku marah pada diriku sendiri, ingin aku membuat sosok yang tampak pada cermin ini pergi dan tak lagi tinggal didunia ini. Kau boleh tetawa, aku pecundang yang sebenarnya. Dongeng itu tak pernah ada, aku yang mengarangnya dan mengerti bahwa itu semua hanya sebuah imajinasi.

Jumat, 01 November 2013

mine

Sedikit demi sedikit kenyataan semakain mudah dijalani dengan menerima apa yang ada. Sayap yang rapuh dan patah hingga menjadi layu dan tak lagi bisa digunakan adalah hal tersulit yang pernah ada. Pada dasarnya tidak ada lagi tempatmu berteriak atau menghindari kenyataan, terimalah. Hanya itu yang setidaknya yang akan membuat keadaan hatimu jadi baik, menunduk dan berjalanlah seperti adanya hari, jalani dan hadapi seperti adanya rasa sakit, tersenyum dan tertawalah seperti drama dan sandiwara yang sedang kau hadapi. Jalanilah hidup yang sedang engkau lakoni, jadilah dan hidup didalamnya selayaknya drama yang selalu di buat oleh penciptanya, jika engkau lelah atau menyerah.. bangkitlah lagi dan bangunlah lebih pagi untuk melihat embun dan mentari yang tak pernah terlambat hadir ketika mentari bahkan akan menghapuskan kehadirannya. Berjuanglah diantara jutaan jiwa yang memiliki segalanya, jika kau menginginkan sesuatu sebagai selayaknya manusia yang tak pernah berhenti mencari dan ingin memiliki maka berusaha dan berdoalah walau ketika semua orang mencemooh untuk harapan yang tidak pernah menjadi nyata, maka biarlah. Tersenyumlah pada mereka yang membencimu karena mereka iri akan rasa sakitmu, berikan semangat pada mereka yang ingin menjatuhkanmu karena kamu lebih dan selalu akan selangkah daripadanya. Jalan berhenti berharap untuk sesuatu yang bahkan tidak mungkin, karena Tuhan mendegar, karena Tuhan mengerti, karena Dia mampu membuat semua yang tidak mungkin menjadi nyata. Jangan menyerah bahkan ketika semua hal yang terjadi membuatmu berhenti dan lenyap, kembalilah dan tatap kembali awan putih di langgit yang tinggi, yang bahkan tak pernah marah pada Tuhan ketika menjadikannya gelap dan butiran hujan yang hilang terbawa angin. Berterimakasihlah untuk sesorang yang datang dan pergi dengan atau tanpa mengetuk pintu hatimu, melukai atau mengisi kekosonganmu karena mereka pernah ada dan mengisi daftar dalam hari-harimu. Katakan terimakasih dan berikan senyuman kecil pada mereka yang meninggalkanmu dan melupakanmu, sapalah Tuhan dan katakan engkau inginkan pengganti yang akan jadi selamanya. Hidup adalah perjuangan yang tidak akan ada habisnya, sakit yang tak akan ada batasnya, tangis yang tak pernah habis butir airmatanya, perih dan luka yang tak akan kekurangan tempat untuk kembali tergores, namun percayalah semua berjalan atas kehendakNya dan Ia tau bahwa engkau menerima semua itu karena engkau adalah milikNya. Cintailah dia yang selalu ada disampingmu, hargailah dia yang menghargaimu, berikanlah sepenuh hatimu pada dia yang tulus dan tanpa syarat juga padamu, jadilah bagian hidupnya yang akan selalu ia kenang sampai ia tak lagi bernafas. Jangan membenci karena cinta yang tak terbalas atau karena cinta yang tak pernah datang untukmu, karena dia akan datang pada saat yang lebih tepat ketika engkau siap akan segala hal luarbiasa yang akan dia berikan dan terjadi untukmu. Karena lelahku membangunkanku. Karena lelahku menguatkanku. Karena lelahku menjadi segala sumber kekuatanku untuk manju dan bertahan. Karena lelahku membuatku mengerti Dia lebih mencintaiku dari yang lagi. Karena lelahku akan menjadi sebuah arti yang lalu akan manjadi hal-hal baik dan indah pada waktu yang tepat. Aku percaya itu!.