Jumat, 01 November 2013

mine

Sedikit demi sedikit kenyataan semakain mudah dijalani dengan menerima apa yang ada. Sayap yang rapuh dan patah hingga menjadi layu dan tak lagi bisa digunakan adalah hal tersulit yang pernah ada. Pada dasarnya tidak ada lagi tempatmu berteriak atau menghindari kenyataan, terimalah. Hanya itu yang setidaknya yang akan membuat keadaan hatimu jadi baik, menunduk dan berjalanlah seperti adanya hari, jalani dan hadapi seperti adanya rasa sakit, tersenyum dan tertawalah seperti drama dan sandiwara yang sedang kau hadapi. Jalanilah hidup yang sedang engkau lakoni, jadilah dan hidup didalamnya selayaknya drama yang selalu di buat oleh penciptanya, jika engkau lelah atau menyerah.. bangkitlah lagi dan bangunlah lebih pagi untuk melihat embun dan mentari yang tak pernah terlambat hadir ketika mentari bahkan akan menghapuskan kehadirannya. Berjuanglah diantara jutaan jiwa yang memiliki segalanya, jika kau menginginkan sesuatu sebagai selayaknya manusia yang tak pernah berhenti mencari dan ingin memiliki maka berusaha dan berdoalah walau ketika semua orang mencemooh untuk harapan yang tidak pernah menjadi nyata, maka biarlah. Tersenyumlah pada mereka yang membencimu karena mereka iri akan rasa sakitmu, berikan semangat pada mereka yang ingin menjatuhkanmu karena kamu lebih dan selalu akan selangkah daripadanya. Jalan berhenti berharap untuk sesuatu yang bahkan tidak mungkin, karena Tuhan mendegar, karena Tuhan mengerti, karena Dia mampu membuat semua yang tidak mungkin menjadi nyata. Jangan menyerah bahkan ketika semua hal yang terjadi membuatmu berhenti dan lenyap, kembalilah dan tatap kembali awan putih di langgit yang tinggi, yang bahkan tak pernah marah pada Tuhan ketika menjadikannya gelap dan butiran hujan yang hilang terbawa angin. Berterimakasihlah untuk sesorang yang datang dan pergi dengan atau tanpa mengetuk pintu hatimu, melukai atau mengisi kekosonganmu karena mereka pernah ada dan mengisi daftar dalam hari-harimu. Katakan terimakasih dan berikan senyuman kecil pada mereka yang meninggalkanmu dan melupakanmu, sapalah Tuhan dan katakan engkau inginkan pengganti yang akan jadi selamanya. Hidup adalah perjuangan yang tidak akan ada habisnya, sakit yang tak akan ada batasnya, tangis yang tak pernah habis butir airmatanya, perih dan luka yang tak akan kekurangan tempat untuk kembali tergores, namun percayalah semua berjalan atas kehendakNya dan Ia tau bahwa engkau menerima semua itu karena engkau adalah milikNya. Cintailah dia yang selalu ada disampingmu, hargailah dia yang menghargaimu, berikanlah sepenuh hatimu pada dia yang tulus dan tanpa syarat juga padamu, jadilah bagian hidupnya yang akan selalu ia kenang sampai ia tak lagi bernafas. Jangan membenci karena cinta yang tak terbalas atau karena cinta yang tak pernah datang untukmu, karena dia akan datang pada saat yang lebih tepat ketika engkau siap akan segala hal luarbiasa yang akan dia berikan dan terjadi untukmu. Karena lelahku membangunkanku. Karena lelahku menguatkanku. Karena lelahku menjadi segala sumber kekuatanku untuk manju dan bertahan. Karena lelahku membuatku mengerti Dia lebih mencintaiku dari yang lagi. Karena lelahku akan menjadi sebuah arti yang lalu akan manjadi hal-hal baik dan indah pada waktu yang tepat. Aku percaya itu!.

Rabu, 23 Oktober 2013

Still there's dividing line between us

Kita hidup untuk sebuah tujuan, memiliki mimpi adalah keharusan. Target, tujuan dan cita-cita setidaknya kita hidup untuk satu keyakinan. Jika terjatuh, bangkitlah lagi. Jika gagal, maka teruslah coba hingga menjadi berhasil. Lalu ketika tak pernah jadi hal baik, apakah dunia patut di salahkan untuk itu? Atau diri sendiri yang harus kau tunjuk dan ubah?.

Kita mencoba, bersikap baik bukanlah hal mudah bahkan ketika situasi dan keadaan membuat senyum sulit terukir dengan manis. Saya terseyum, tak se-elok milikmu atau secantik parasmu, tapi percayalah saya mencoba. Hanya untuk sebuah pengakuan kecil, bahwa dunia akan segera menerima kehadiranmu. Bahwa kamu hidup tak untuk diabaikan dan sorang diri. Bahwa kamu hidup memiliki adil dan tak hanya lenyap tak diketahui.

Kita tersenyum, berbagi kisah, saling menebar canda, mencoba berbicara dan memahami. "Kita". Ketika hubungan sudah cukup kokoh dan memiliki arti untuk dikatakan sebagai teman. Bukankah itu terjalin dari sebuah kepercayaan, keyakinan dan kesetiakawanan?. Akan lebih mendalam jika akan dianggap demikian, namun walau semua hati tampak terlihat menyatu menjadi sebuah kata "teman" dan bukan lagi "kami" dan "kalian" kepercayan akan manjadi semakin kokoh dari sebelumnya. Harusnya, saya bahagia dengan senyum kecil yang sebenarnya.

Harusnya begitu. Namun pada kenyataanya, kamu dan saya belum cukup diterima sebagai satu kawanan yang menghuni dunia kejam ini. Kita belum cukup dikatakan sebagai sekelompok teman yang akan berbagi segala hal bersama. Tetap ada garia pemisah yang tak terlihat jelas menjadi batas antara 'kami' dan 'kalian' menjadi teman. Tidak peduli sebaik apapun kita berusaha, tidak peduli sebaik apapun kita menjadi, tidak peduli seramah apapun kamu sebagai seorang manusia. Bahwa perbedaan, bahwa kedudukan, bahwa asal muasal kamu dikahirkan, akan tetap berperan penting dalam posisimu di antara mereka.

Senyum ramah yang kita anggap sebagai sapaan selamat datang. Obrolan kecil yang kita kira sebagai rahasia luarbiasa yang harus dijaga dan disimpan. "Kita" yang dalam hati sangat gembira bahwa seperti telah diterima dalam lingkup dan pergaulan mereka dan dunianya. Ternyata tetap berbeda pada garis pemisah tipis yang tak boleh saya lewati.

Perbedaan, diskriminasi, dan kelompok tidak melulu dapat menyambutmu hanya karena kamu memiliki kemampuan biasa yang tidak istimewa. Kamu harus menjadi sesuatu untuk menjadi bagian yang luar biasa. Saat kamu menganggap bahwa kamu telah diterima, garis tipis itu akan muncul berbunyi dan menjadi lebih tebal menandakan batas yang bisa kamu lewati dan tak bisa kamu capai. Itu adalah dunia yang kita, kamu, saya, kami dan kalian tinggali sekarang ini.

Rabu, 16 Oktober 2013

list

1. aku mulai lelah dan lagi-lagi ingin menyerah.
2. semua hal tampak semakin salah dan semakin sulit hingga bernafas bukan lagi merupakan hal yang mudah.
3. mereka berbohong tentang semua "janji-janji" akan bertahan atau selamanya.
4. mereka pergi berlalu, melupakan dan meninggalkan.
5. aku mengerti, mereka juga manusia dan manusia juga merasakan bosan dan lelah.
6. aku kesepian, lagi-lagi dunia terlalu luas untuk dihuni seorang diri.
7. aku lelah lagi.
8. aku ingin lari dan mencari atau setidaknya menemukan sesuatu yang bisa menjadi tempatku bersandar, tapi bahkan aku tak punya satupun. 
9. aku bosan mencari dan menunggu untuk itu. 
10. aku menyerah dan menutup semuanya, hanya bicara pada hati kecilku untuk setiap apapun yang terjadi.
11. mereka juga berubah.
12. tidak lagi berpura-pura baik dan menusuk dibelakang, namun menjauh dan mulai beranjak pergi.
13. sedikit demi sedikit membuat jarak.
14. aku semakin lelah dan kesepian. 
15. tempat itu tidak lagi menyengkan dan semakin melelahkan. 
16. semua tidak membaik, aku lagi-lagi marah dan murka pada diriku sendiri, pada dia. 
17. aku merasa terus diam pada satu posisi, tidak beranjak ataupun bergerak. 
18. aku sakit, aku bosan, aku lelah. 
19. tidak ada kemajuan dan aku semakin lelah.
20. seperti berjalan ditempat yang sama. 
21. hatiku kosong. 
22. aku marah, meski segala telah kulakukan tidak akan ada yang berubah. 
23. aku hanya menjadi begini saja. 
24. aku malu pada diriku sendiri, pada semua orang. 
25. aku bosan hidup dengan cara yang melulu begini. 
26. kenapa dia selalu menyakiti?
27. kapan ini berakhir? 
28. kapan aku dewasa dan segala sesuatunya menjadi baik?
29. lelah. 
30. ingin lari, berhenti, sembunyi. 
31. aku sendiri lagi, bahkan ketika aku berdoa untuk dikirimkan seorang yang sedikit saja mencintaiku dengan tulus. 
32. dan ternyata tidak ada. 
33. aku harus menunggu lebih lama. 
34. melelahkan. 
35. kapan ini selesai?
36. tak bisakah aku menjalani hidup normal seperti yang lain?
37. lagi-lagi lelah. 
38. aku akan baik-baik saja. 
39. semua akan baik-baik saja. 
40. akan tiba saatnya. 
41. hingga aku akan lagi kesepian.
42. hingga keadaan akan membaik. 
43. badai pasti berlalu.
44. aku percaya kepada-Nya.
45. 1-37 akan segera menjadi baik, menjadi kisah yang indah. 
46. kembali lagi menyemangati dengan sisa-sisa kekuatan yang ada. 
47. semua akan baik-baik saja. 
48. hari-hari yang baik akan segera tiba, teman-teman yang ramah akan datang, sahabat akan kembali dan datang lagi, cinta akan datang dengan sendirinya, kisah baru yang indah akan dimulai. 
49. aku terus berdoa untuk 48. 
50. aku percaya doaku pada 49 akan menjadi kenyataan.



                  untuk sisa-sisa lelah dan perih yang tak pernah sembuh dan berlalu
                  semua akan biak-baik saja, Tuhan akan menolongmu. 
                  semangat!!

Sabtu, 12 Oktober 2013

Aku akan berhenti menunggu, mungkin kamu tak akan pernah datang.

Perlahan, aku akan melepaskan segalanya. Ini tak cukup baik untukku, bahwa kamu hanya akan tetap ada disana. Tidak apa, semua hanyalah sebuah kisah kecil.. kamu tidak bersalah. Harusnya, aku bercermin dan melihat diriku didalamnya, bahkan aku tidak tau caranya dan berharap akan menjadi atau mendapatkan sesuatu seperti itu. melelahkan, dan kukira walaupun begitu aku akan bertahan hingga aku tau bahwa bertahan tidak hanya cukup. bahwa bertahan hanya akan terus menyakiti. 

Aku hanya peniru drama dalam televisi, aku hanya penjiplak cerita dalam novel dan mengharapkan semua itu menjadi nyata padaku. Tapi, aku tidak menyadari banyak hal. bahwa pemeran dari setiap drama ataupun novel itu memilki banyak hal untuk menjadi seperti itu, dan aku yang tak punya apa-apa berharap menjadi dia. aku hanya berasumsi, namun tak pernah melihat kenyataan didepanku. maka dari itu aku akan berhenti menunggu. 

Aku hanya akan hidup dalam kenyataan sekarang, mungkin inilah aku. makan beginilah aku akan menjadi. cinta yang tidak tau seperti apa itu, mungkin akan terlihat berbeda padaku. tidak apa, Dia punya alasan tersendiri untuk itu. aku akan terima. jadi, dan kalau begitu inilah kehidupan yang harus dijalani mulai harini. berhentilah mencari atau menunggu, berasumsi pada hal-hal yang tidak akan terjadi. ku kira ini akan lebih baik. hatiku tak akan selalu berpura-pura terisi penuh. 

Aku tak akan lagi meminta-minta, tak mau lagi menjadi orang lain, tak ingin lagi berkorban lebih. hanya untuk sebuah kesempatan, hanya untuk sebuah pengakuan, hanya untuk sedikit kasih sayang. itu melelahkan. semua itu mungkin tak cocok untukku. inilah aku, dan aku terima itu. bersikap manis dan mengangap dirimu sempurana hanya untuk sebuah perlakuan baik, aku tidak melakukanya lagi. 

Jadi, maka, dan karena itu teruskanlah kisah ini.. cepatlah berakhir rasa sakit, cepatlah berlalu masa sulit, cepatlah sembuh semua luka, cepatlah membaik keadaan, dan jadilah sebuah perjalanan yang bahagia. aku akan menjalani hari ini dan esok dengan terseyum, dengan semangat, dengan lebih kuat lagi dari hari kemarin.  maka dari itu akhirilah rasa sakit ini yang terus menerus. itu cukup.


Senin, 07 Oktober 2013

Sederhana

Memulai sebuah kisah indah tidak harus diawali dengan sesuatu yang manis, dan mungkin juga tak selalu berakhir manis. Kamu, aku dan semua tau akan hal itu.
Menjalin sebuah pertemanan tidak melulu mengutamakan kesempurnaan karena kita manusia biasa, aku mempelajarinya.
Mendapatkan seorang sahabat yang luarbiasa bukanlah kebetulan, tetapi sebuah anugrah dari Sang Pencipta. 

Aku tidak lelah mencari atau berhenti melangkah bahkan ketika kamu menyakitiku pada pertama kalinya aku jatuh cinta, menghabiskan banyak waktu hanya untuk tersenyum dan berfikir apa yang kamu lakukan. Sungguh itu hal yang melelahkan, hingga aku tak ingin berlama-lama terlelap hingga pagi tiba. Taukah kamu doaku pada malam hari itu? "kapan hari erok tiba? apakah masih sangat lama". Dan semua terbayar dengan pukulan sakit yang singkat, sebuah penolakan. Jika kamu bertanya apakah aku terluka dan menangis. iya, aku begitu. aku sungguh sakit hingga tak kumengerti kenapa bertahan di antara ribuan lukanya, lalu sampai hari ini aku baik-baik saja. Aku berdoa pada setiap kesempatan yang kupunya, hanya satu dan hanya itu pintaku untukmu, "bisakah satu orang seperti dia mencintaiku, hanya satu.. hanya kuinginkan satu", hingga kusadari bahwa semakin doa itu sampai padaMu, aku semakin perih dan sakit karenanya. Engkau tak kunjung menjawab walau hanya pertanyaan singkat. Ku pahami kesibukanmu, Tuhan. Aku tak pernah berhenti untuk itu, tidak berhenti untuk meraih dan mencari walau diantara ribuan jarum atau diantara jutaan pohon kaktus. Kenapa? karena aku percaya, luka yang kering dan menjadi luka lagi pada hari hari kemarin akan segera sembuh seiringinya waktu. Karena aku yakin seseorang akan datang untuk itu karena kesabaranku dan penantianku. Tidak ada yang sia-sia selama kita berusaha, hal-hal yang tidak pernah kusaksikan namun selalu kupercayai. Bukankah kita hidup untuk bermimpi dan menjadikannya nyata?.

Kita menjadi dewasa seiring dengan pengalaman datang. Menjalin sebuah pertemanan singkat, mendapatkan teman baru, manusia akan datang dan pergi dalam kehidupanmu, itu biasa. Tidak semua dari antara mereka akan bersikap baik, namun memiliki hati yang baik atau tidak semua dari mereka yang terlihat jahat namun membenci dan menjatuhkanmmu dengan caranya. Bukankah manusia begitu? tidak sempurna. Taukah kamu? aku merasa sakit dan luka ketika semua yang kupercayai pada sesautu hanya menjadi bualan dan candaan bagi orang lain. Aku percaya dan yang kamu tau hanya menyakiti dan berhkianat, aku tak akan menghakimi. Aku akan tersenyum merendah seperti biasa, melihat caramu dari jauh, melihat tingkahmu padaku, memperhatikan caramu menyakitiku. Tidak! aku tidak akan berontak, bukankah kamu berjanji untuk menjalin sebuah pertemanan dan bukan omong kosong? aku berpegang teguh pada itu. Aku berjanji pada saat itu. Tapi, maukah kamu mengerti? aku juga seorang manusia biasa. Terluka bukanlah hal sederhanda untukku, senyum sinismu, atau senyum tulusmu tak lagi dapat kubedakan. Aku menjadi selalu takut dan berprasangka, karena kamu. Aku tau ini yang dinamakan teman, yang ini teman.. sedikit berbeda dengan seseorang yang lebih dekat lagi. Tak semuanya begitu, akan selalu ada yang tulus dan baik hati. Satu diantaranya. Jangan berhenti mencari.

Terkadang seseorang yang tak terlihat akan menjadi berharga pada saat-saat yang sulit. Bukan, bukan memanfaatkan. Maksudku, kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar ada untukmu ketika saat-saat sulit tiba. Bertahan menemani dalam sakit dan susahmu, tak berhenti berdoa untukmu bahkan ketika kamu tak cukup berharga diperlakukan begitu. Dan yang lainnya, yang sudah terlalu lama berpura-pura menjadi begitu yang hanya akan berlalu meinggalkanmu, bukanlah ini sebuah pelajaran lain?. haruskah aku bersorak "selamat datang pada dunia yang nyata?". Lagi-lagi tidak.. Begitulah manusia, dan Tuhan akan menujukkan padamu segalanya. Anugrah atau hanya hadiah. Hadiah akan mengisi harimu dengan tawa, bertahan ketika kamu punya segalanya, membuat hari menjadi indah bersama, indahh.. itu hadiah. Anugrah, terkadang terlupa karena kesederhanaanya, hilang karena diamnya, dan ketika kamu sendirian dan butuh pertolongan, akan menjadi satu-satunya dan selamanya. Itu anugrah. 

Hiduplah dengan caramu, bahagialah untuk dirimu dan sekitarmu. Jalanilah dengna caramu. Jika itu adalah hitam, maka ubah dan belajarlah untuk mejadi putih. Jika itu adalah sebuah luka dan derita, maka menari dan tertawalah di dalamnya, nikmati setiap goresannya. Jika semua adalah kenyataan, maka Tuhan inginkan rencanya yang lain daripada benakmu untuk jadi sebuah kisahmu yang baru. Bersyukur.