Ini dan itu tak melulu aku, ini dan itu tak melulu tentangmu. Terkadang bunga-bunga hanya saja terlalu indah jika hanya jadi pemandangan. Terkadang juga pakai hati yang meluap jadi kiasan. Entahlah, aku hanya suka kata-kataku yang menjadi sebuah kalimat.
Selasa, 09 April 2013
............"
sejujurnya saya tau
hanya saja terlalu semu jika saya tidak tersenyum dalam bayang-bayang bahagia itu
dan ketika waktu membuktikan
itu bukanlah lagi rasa sakit
saya suka waktu yang singkat itu, ketika semua keadaan membuat hal seakan nyata
saya suka menjadi bagian dari kisah yang membuatnya bahagia, walaupun kalah
bahkan kalah pada langkah awal
harusnya kamu jangan takut, saya tidak sebanding dengan kamu
saya tidak sehebat kamu, saya tidak seindah kamu
harusnya dari awal kamu tenang dan bersikap seperti biasa
dia akan datang dengan sendirinya, kepada kamu..
saya hanya udara segar yang tak sengaja lewat pada bungga kecil yang baru saja mekar
hingga pada waktu itu, bunga kecil itu berfikir bahwa hanya ada saya
saya..
bosan menunggu, jadi saya juga tak akan lagi menunggu
ini terlalu melelahkan..
bahkan siapa saya berani menunggu,
tidak seperti kamu, tidak seperti yang lainnya
saya bahkan tak tersenyum untuk diri sendiri
hanya itu,
adakah yang membutuhkan saya? tidak.
mereka hanya datang lalu pergi, membutuhkan sejenak lalu ketika selesai menghilang
iyaa.. jelasnya begitu, dan memang begitu,
tidak pernah ada yang bertahan cukup lama hanya untuk saya
saya tidak punya apa-apa
tidak menyenangkan, tidak punya sifat menarik, egois, jahat, dan saya tidak indah
walaupun begitu, saya percaya seseorang akan datang dengan tulus
hanya untuk saya, hanya untuk menjadi bagian dari hidup saya
tapi menunggu di persimpangan dengan waktu yang selama ini pun,
tak membuat siapapun datang..
tidak ada satupun..
mereka tetap hanya datang untuk satu tujuan, lalu berlalu seakan semua baik-baik saja
saya tidak benar-benar baik, saya tidak benar-benar tersenyum
tapi senyuman yang lain cukup untuk saya
saya rasa, saya bosan menjadi seperti itu
satu orang saja, bisakah kamu membutuhkan saya?
tidak hanya datang, memanfaatkan lalu berlalu seakan saya tak punya rasa
lalu ketika datang kembali, menyalahkan..
kenapa kamu tidak mengerti itu sakit, kenapa kamu tidak mencoba berfikir saya menunggu
tidak apa, saya baik baik saja..
Rabu, 06 Maret 2013
Bukan kelingking, tetap ibu jari
Selasa, 26 Februari 2013
Abonded
Dan senjapun tiba,
Dengan sedikit lelah dan dahaga yang tak oudar bahkan jika meneguk puluhan liter air..
Dan sebentar lagi bulan akan muncul, bintang bintang akan memandang bumi dari kejauhan, di atas sana..
Lalu tak akan lama waktu berselang, malam akan larut,
Dan aku akan mengucapkan selamat malam lalu mencoba untuk tidur.
Dan kisah di mulai,
Mulai dari lalu lalang imajinasi imajinasi kecil,
Bayang bayang akan seorang sosok sempurna,
Rasa sakit karna kenyataan hidup yang tak adi bagimu,
Perasaan sendiri dan kesepian,
Dan rasa keluh seakan tersesat.
Imajinasiku sederhana,
Di cintai, bebas, dan punya banyak teman,
Bayang bayangku tetap sama, seseorang yang akan mencintaiku apa adanya,
Rasa sakit itu masih tetap seperti yang kemarin, hanya saja belum sembuh,
Lalu sendiri dan kesepian yang kataku, sepertinya bahkan ketika kamu punya segalanya terkadang kamu merasa kosong,
Keluh san tersesat yang kataku pada akhir malamku, mungkin aku butuh sedikit pertolongan.
Bahkan jika aku punya hati yang sabar,
Aku tetap manusia biasa,
Bahkan jika aku terus dan terus memaafkan, tidak kah itu terlalu menyakitkan,
Sulitkah untuk mengalah, atau setidaknya mencoba memahami,
Aku bukan musuh, dan terus dan terus d anggap begitu,
Aku lakukan yang bahkan tak ku kehendaki,
Lalu jika terjadi sebuah kesalahan yang di luar batasku,
Apakah aku yang harus menanggungnya?
Aku akan menjadi pendengar setia, aku janji!
Tapi aku hanya manusia, jadi bolehkah aku lelah..
Bukan salahku hujan turun,
Bukan kehendakku petir menyambar,
Bahkan bukan mauku langit murka,
Lalu aku harus jadi sebuah wadah untukkmu marah?
Tidakkah kau berfikir aku lebih kesepian,
Aku lebih terluka, aku lebih tak punya siapa siapa,
Dan kau tetap berteriak dan memaki untuk kelalaianku,
Sudah kulakukan, dan walau ku katakan ribuan kali,
Itu hanya sebuah alasan bagimu,
Kau menyebalkan!! Aku bosan.
Aku hanya berhenti ber argumentasi,
Aku hanya berhenti bersuara, berhenti mengeluarkan pendapatku,
Tidak perlu!!
Tidak akan ada yang mendengarku.
Bagaimana jika aku yang marah
Atau aku yang murka, setidaknya kau tau rasa itu,
Ahhhh!!
Terserah, aku tak mau peduli,
Jadilah apa yang kau, kalian mau!
Aku tak akan lagi bersuara.
Minggu, 17 Februari 2013
Si Malaikat tanpa sayap
ketika nanti, saat rasa sakitmu berubah menjadi kata menyerah..
lalu kenapa aku sendiri di sini yang terasa tak memiliki dan tak punya apa apa ?
ketika sedikit demi sedikit rasa putus asa dan sakit menyelimuti hati,
rasanya ingin aku bawa keluar hati ini, lalu ku potong menjadi bagian bagian kecil,
hingga sakitnya tak lagi menyikksaku,
aku telah biasa, hingga terlalu biasa sampai pada saat aku tak lagi merasa,
tapi..
jika aku memandangnya, terasa sakit dan sesak yang tidak tertahan akan muncul,
seperti ada lubang kecil yang akan muncul tiba tiba, saat kau menyadari bahwa kau di abaikan..
bahwa kau tidak di butuhkan, bahwa kau tidak berarti, bahwa kau bukan apa apa..
mungkin aku harus melukai diriku, mengambil sebuah pisau kecil lalu menusuknya ke urat nadiku,
atau meminum cairan serangga yang membuatku tidur dengan waktu yang lama,
ataukah pegi ke jalan raya dan menabrakan diri pada kendaraan kendaraan yang lalu lalang..
atau mungkin aku bisa membeli obat tidur dalam jumlah yang banyak, lalu akan ku telan semuanya..
mungkin cara itu akan berhasil..
hingga nanti, aku tidak lagi melihat mentari pagi,
hingga nanti, aku tak lagi bangun dan tersadar bahwa rasa sakit ini bukan sebuah mimpi buruk,
hingga nanti, setidaknya aku tak akan lagi merasa sendirian,
hingga nanti, aku tak perlu mendengar semua keluhan dan pelampiasan padaku,
hingga nanti, cacian cacian itu tidak lagi selalu tertuju padaku,
hingga nanti, mereka akan menangis dan mulai menyayangiku,
hingga nanti, aku tak perlu lagi tau bahwa superheroku juga tidak sempurna,
hingga nanti, aku tidak lagi melihat mereka berbisik mengejekku dan membicarakanku,
hingga nanti, aku tidak lagi menanti pangeran impian yang tak pernah datang,
hingga nanti, aku tak lagi membayangkan menjadi bagian dari mereka yang sempurna,
hingga nanti, aku tidak harus menangis sendiri tanpa ada yang peduli atau menyadari,
hingga nanti, aku juga tak perlu mengarang cerita indah yang tak pernah terjadi,
hingga nanti, aku tak berharap lagi untuk kalian berpaling dan mengangapku ada,
hingga nanti, aku tak lagi merasa hidup namun tak memiliki jiwa,
hingga nanti, aku tak perlu lagi merasa selelah dan putus asa seperti ini,
hingga nanti, aku juga tak perlu berfikir untuk selalu lari dan pergi sejauh mungkin,
hingga nanti, aku tak lagi merasa sakit karna menyadari tidak ada yang berdiri untukku,
hingga nanti, aku tak lagi merasa hancur karna semua hanya sia sia,
hingga nanti, aku tak perlu lagi tau bahwa bahkan tidak satu orangpun mempertahankanku,
hingga nanti, aku tidak berakhir dengan menyedihkan,
hingga nanti, aku tidak menjadi jahat dan menyakiti yang lain,
hingga nanti, aku juga tidak akan merasa begitu pilu lagi,
hingga nanti, aku bisa tanyakan langsung padaNya tentang semua ini,
hingga nanti, aku juga akan di hukum olehNya karna semua yang aku lakukan ini,
hingga nanti, aku tak akan lagi berkata atau bicara hingga nanti...
ingin aku lakukan dan mungkin segalanya akan terasa lebih mundah.. berakhir dengan seperti itu saja, mereka akan menangis, hari ini, esok, lalu lusa, dan seminggu kemudian..
segalanya akan baik baik saja,
mentari, hujan, awan, langit, dengan segala isinya dak aktifitasnya akan kembali seperti semula asalanya,
tapi aku tidak melakukanya, atau mungkin belum.
aku bertanya pada hatiku, "kenapa tidak kau lakukan hingga semua akan berakhir seperti yang seharusnya,"
lalu sudut kecil di sana berkata "mungkin aku masih menunggu"
"apalagi yang kau harapkan, bahkan mungkin kau bukan bagian dari apapun ?"
"mungkin, akan ada keajaiban kecil dan semua akan baik baik saja,"
"lalu kau akan bahagia? bagaimana jika tidak, jika semua itu tidak pernah datang, hanya sebuah kebohongan".
"maka aku akan pulang, tapi dengan caraNya dengan cara yang dia buatkan untukku"
"lalu semua sia sia, mungkin rasa sakit itu akan mejadi seumur hidupmu, akan tetap begitu hingga Dia memanggilmu"
"aku hanya tidak ingin berakhir dengan seperti itu, aku takut, dan tidak cukup kuat untuk itu"
"aku bisa membantumu, lupakan segalanya dan lakukan!'
"lalu bagaimana jika ada yang datang, dan segala rasa sakit akan musnah, aku terlalu lelah untuk percaya, tapi bahkan tanpa ku sadari aku masih menunggu dan percaya"
"maka jika semua itu tidak pernah ada ? jika semua itu hanya sebuah kebohongan belaka?"
"lalu inilah takdirku, lalu mungkin begitulah jalan yang Dia berikan untukku, dan aku hanya bisa menerimanya dan berserah"
"bolehakah aku menyerah jika aku tak lagi sanggup? biarkan aku melakukannya jika kau juga tak lagi menunggu,bagaimana ?"
"mungkin aku tak akan berhenti menunggu, walau aku tak tau pasti untuk apa dan sampai kapan aku menunggu. tapi.. jika ternyata kau sudah benar benar menyerah, maka lakukanlah.."
"aku.. aku tidak benar benar yakin, hanya saja sudah terasa kosong di sana.. tanpa ada apapun atau siapapun. maka dari itu, aku ingin berhenti, jika aku melakukannya, katakan pada mereka semua.. semuanya, "Maaf, tidak bisakah kalian melihat aku di sini, yang lebih lelah, yang lebih kesepian, yang lebih tak punya apa apa, maaf untuk berakhir dengan cara ini.""
"kuatlah, dan semua akan baik baik saja, setidaknya kau hidup walau tak benar benar bernyawa dan memiliki jiwa"
"aku hanya manusia biasa hati, aku hanya seorang perempuan biasa..".